Senam Kegel yang Salah Bisa Bikin Keluhan Kencing Makin Parah
Choirul Arifin June 30, 2026 01:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Senam kegel semakin populer di masyarakat karena paparan konten di media sosial. Banyak konten di TikTok, Instagram hingga YouTube mengklaim senam kegel ampuh mengatasi beser, susah menahan pipis, hingga memperkuat otot panggul.

Namun, benarkah semua orang bisa langsung mempraktikkannya sendiri di rumah?

Dokter Spesialis Rehab Medik Subspesialis Neuromuskular dr. Stephanie Theodora Y, Sp.KFR (K) mengingatkan bahwa tidak semua gerakan yang beredar di media sosial dilakukan dengan teknik yang benar. 

Bahkan, kesalahan mengenali otot dasar panggul justru bisa membuat latihan menjadi tidak efektif.

"Senam kegel ini sangat bagus sekali untuk membantu pasien-pasien dengan masalah berkemih, tetapi teman-teman, bukan cuma senam kegel. Senam kegel itu adalah istilah yang dibuat untuk biasanya untuk penguatan jadi strengthening pada pelvic floor muscle,"paparnya. 

Menurutnya, dalam dunia medis latihan tersebut lebih dikenal sebagai pelvic floor muscle training atau latihan otot dasar panggul. 

Latihan ini tidak hanya bertujuan menguatkan otot, tetapi juga melatih kemampuan relaksasi otot dasar panggul agar bekerja sesuai fungsinya.

Dr. Stephanie mengaku kerap menemui pasien yang sudah mencoba belajar senam Kegel dari internet, tetapi justru menggunakan otot yang keliru. Sebagian besar mengira cukup mengencangkan perut atau mengejan. Padahal, otot yang seharusnya dilatih adalah otot dasar panggul.

Baca juga: Lakukan Senam Kegel Mengurangi Gejala Inkontinensia Urine Pada Lansia

"Banyak sekali orang-orang yang gak tau pelvic floor muscle-nya atau otot dasar panggulnya itu yang mana dan di mana, sehingga salah melakukannya,"imbuhnya. 

Kesalahan tersebut membuat latihan tidak memberikan manfaat yang diharapkan. Bahkan, pada sebagian orang justru dapat memperburuk koordinasi otot saat buang air kecil.

Menurut dr. Stephanie, kondisi setiap pasien juga berbeda. Ada yang memang membutuhkan penguatan otot, tetapi ada pula yang justru memerlukan latihan relaksasi karena otot dasar panggul terlalu tegang.

Tidak Semua Orang Butuh Penguatan Otot

Hal senada disampaikan Dokter Spesialis Urologi Subspesialis Perempuan, Fungsional dan Neurologi Prof. Dr. dr. Harrina E. Rahardjo, Sp.U (K), PhD.

Ia menjelaskan penanganan gangguan berkemih tidak bisa disamaratakan. Pasien yang mengalami kebocoran urine karena otot panggul lemah memang membutuhkan latihan penguatan.

Sebaliknya, pasien yang justru sulit buang air kecil bisa memerlukan latihan relaksasi agar otot dasar panggul tidak terlalu kaku.

Baca juga: Senam Ergonomik Baik untuk Lansia, Gerakannya Bantu Jaga Sendi hingga Redakan Stres

"Kalau misalnya mengompol, otot dasar panggulnya kurang kuat ya di strengthening, tapi kalau misalnya tadi kencingnya susah ya jangan di strengthening, kalau di strengthening nanti makin susah kencingnya,"kata prof Harrina. 

Karena itu, latihan otot dasar panggul sebaiknya disesuaikan dengan penyebab keluhan masing-masing. Prof. Harrina menambahkan, penanganan gangguan berkemih sebenarnya dimulai dari perubahan perilaku dan gaya hidup sebelum masuk ke pengobatan.

Dokter akan mengevaluasi kebiasaan minum, pola buang air kecil, hingga kondisi otot dasar panggul pasien.

Bila diperlukan, pasien akan menjalani fisioterapi, terapi obat, hingga tindakan medis seperti suntikan botox pada kandung kemih atau operasi tertentu.

Dengan penanganan yang tepat, keluhan seperti beser, sulit menahan kencing, hingga gangguan buang air kecil dapat ditangani sesuai penyebabnya, bukan hanya mengandalkan latihan yang sedang viral di media sosial.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.