BOLASPORT.COM - Direktur Olahraga Inter Milan, Piero Ausilio, mengeluarkan uneg-unegnya usai ditolak Marco Palestra yang memilih bergabung Chelsea.
Wonderkid Italia itu menjadi target utama Inter Milan pada musim panas 2026 untuk mengisi pos wing-back kanannya.
Posisi tersebut tengah kosong seiring hengkangnya Denzel Dumfries ke Real Madrid dan perginya Matteo Darmian yang habis kontrak.
Demi mendatangkannya, Inter Milan langsung melakukan negosiasi dengan pemilik Marco Palestra, Atalanta.
Proses negosiasi ini berjalan alot karena I Nerazzurri enggan membayar lebih dari 50 juta euro (Rp1 triliun) ke Atalanta.
Klub yang juga berjulukan La Beneamata itu hanya berani menawarkan 45 juta euro (Rp916 miliar) dan tambahan 5 juta euro (Rp101 miliar).
Situasi saling tawar-menawar harga ini berlangsung cukup lama di mana Atalanta bersikukuh dengan valuasinya.
Di tengah alotnya negosiasi ini, Chelsea tiba-tiba datang dengan tawaran sebesar 55 juta euro (Rp1,1 triliun).
Tak ayal Atalanta memilih melepas Palestra ke klub asal London Barat itu, di mana pemainnya tersebut kabarnya juga lebih tertarik merapat ke Stamford Bridge.
Setelah tawarannya ditolak Atalanta dan Palestra, Piero Ausilio langsung mengungkapan keluh kesahnya.
Di mata petinggi Inter tersebut, penolakan yang diberikan La Dea dan Palestra sebagai penolakan yang baik dan tak meninggalkan penyesalan sedikit pun.
"Saya menerima penolakan yang bahkan tidak pernah saya alami saat SMA," bukanya, dikutip BolaSport.com dari Tuttomercato.
"Intinya itu jawaban 'tidak'. Kami sudah melakukan apa yang harus dilakukan, meski jumlahnya (tawaran gaji) kurang dari separuh apa yang dilakukan pihak lain."
"Ini adalah penolakan yang kami bawa pulang," lanjut Direktur Olahraga Inter tersebut tanpa penyesalan.
Ausilio kemudian buka suara soal perbedaan kekuatan finansial klub Italia dan Inggris usai Chelsea sukses membajak Palestra.
Di matanya, klub-klub Italia tak akan bisa bersaing secara finansial dan hanya bisa menawarkan ide atau proyek ke pemain.
Secara rendah hati, Ausilio menyadari klub-klub Italia hanya bisa membawa pemain Italia yang tak terpakai di Inggris, termasuk Palestra di kemudian hari.
"Bagaimana cara kita mengimbanginya? Dengan ide-ide. Hanya itu yang terpikirkan oleh saya. Kesenjangan itu kian melebar dari tahun ke tahun," tambah Ausilio.
"Kita harus terus melakukan apa yang telah berhasil dilakukan oleh klub-klub Italia (yakni) menghadirkan nilai tambah melalui berbagai gagasan."
"(Kemudian) mendatangkan kembali pemain yang mungkin tidak tampil gemilang saat berkarier di Inggris. Secara finansial, saat ini kami tidak bisa bersaing," pungkasnya.
Kegagalan Inter menggaet Palestra menambah daftar panjang kesulitan klub-klub Italia bersaing dengan klub Inggris.
Dalam beberapa tahun terakhir, talenta-talenta terbaiknya harus berkarier di luar negeri karena ketidakmampuan klub Italia menawarkan bayaran atau mahar transfer tinggi.