Zimbabwe Tangkap Seorang Pria Terkait Perekrutan Jadi Tentara Rusia
GH News June 30, 2026 05:08 AM
Jakarta -

Kepolisian kontraterorisme Zimbabwe mengatakan telah menangkap dan mendakwa seorang pria karena merekrut lima orang untuk bergabung dengan tentara Rusia.

Dilansir AFP Sejumlah investigasi telah mengungkap bagaimana Rusia memikat pria dari negara-negara Afrika dengan janji pekerjaan bergaji tinggi, namun kemudian memaksa mereka untuk bertempur di garis depan Ukraina.

Menurut dokumen pengadilan, tersangka berusia 36 tahun itu ditangkap saat sedang mengantar salah satu rekrutan ke terminal bus di Harare untuk melakukan perjalanan melalui Afrika Selatan menuju Rusia.

Polisi mengatakan bahwa pria tersebut kedapatan membawa e-visa Rusia dan konfirmasi pemesanan hotel bagi para rekrutan yang "akan dipaksa untuk bertempur dalam konflik bersenjata" antara Rusia dan Ukraina.

Seorang warga negara Rusia yang hanya diidentifikasi sebagai "Roman", yang diduga sebagai kaki tangannya, masih buron, kata polisi.

Pada pertengahan Februari, kolektif All Eyes on Wagner mempublikasikan nama lebih dari 1.400 orang Afrika yang menurut mereka telah direkrut oleh Moskow antara Januari 2023 hingga September 2025 untuk bertempur di Ukraina, seraya menambahkan bahwa lebih dari 300 orang di antaranya telah tewas.

Ukraina mengatakan pada bulan tersebut bahwa mereka telah mengidentifikasi lebih dari 1.780 warga negara dari 36 negara Afrika yang bertempur di barisan Rusia.

Pada bulan Maret, Zimbabwe mengatakan 15 warganya telah tewas di "medan perang asing", tanpa merinci di mana atau untuk pihak mana mereka bertempur.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.