TRIBUNKALTIM.CO - Gelombang pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dalam beberapa hari terakhir tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga mulai memukul roda perekonomian pelaku usaha kecil.
Berbagai sektor usaha yang bergantung pada pasokan listrik mengaku mengalami kerugian, mulai dari pengusaha makanan beku (frozen food), penjual es batu, hingga penyedia jasa fotokopi.
Keluhan utama para pelaku usaha bukan semata-mata karena listrik padam, melainkan minimnya informasi mengenai jadwal pemadaman.
Baca juga: Listrik Padam 3,5 Jam, Verifikasi SPMB 2026 Tahap II di SMA Negeri 5 Balikpapan Terhambat
Di Balikpapan, pemadaman yang terjadi dalam beberapa hari terakhir membuat sejumlah pelaku usaha harus memutar otak agar produk maupun peralatan usahanya tetap aman.
Salah satunya dialami Rina, pemilik usaha makanan beku di kawasan Jalan Mulawarman.
Bagi usaha yang mengandalkan freezer sebagai tempat penyimpanan, padamnya listrik bukan sekadar menghentikan aktivitas usaha, tetapi juga mengancam kualitas seluruh produk yang tersimpan di dalamnya.
Jika suhu pendingin naik terlalu lama, daging, makanan olahan, hingga berbagai produk beku berisiko rusak dan tidak lagi layak dipasarkan.
"Kami benar-benar gelabakan. Mesin freezer harus terus menyala agar suhu tetap stabil. Kalau listrik mati terlalu lama, barang bisa rusak. Akhirnya saya terpaksa membeli genset supaya kerugian tidak semakin besar. Tetapi genset juga tidak bisa dipakai terus-menerus karena kapasitasnya terbatas dan membutuhkan bahan bakar yang tidak sedikit," ujarnya kepada Tribun Kaltim, Minggu (28/6).
Dengan adanya informasi tersebut, pelaku usaha dapat mengurangi stok yang disimpan, menambah persediaan es, atau memindahkan sebagian produk ke tempat lain yang memiliki sumber listrik cadangan.
Keluhan serupa disampaikan Andi, pelaku usaha frozen food di Balikpapan Selatan.
Setiap kali listrik padam, ia harus berkali-kali memeriksa suhu freezer untuk memastikan produk tetap berada dalam kondisi aman.
Menurutnya, meski listrik hanya padam selama satu hingga dua jam, kekhawatiran tetap muncul karena kualitas makanan sangat bergantung pada kestabilan suhu penyimpanan.
"Kalau satu atau dua jam mungkin masih aman. Tetapi kalau lebih lama, kami mulai khawatir kualitas makanan turun. Kalau pelanggan sampai menerima barang yang kualitasnya berubah, mereka bisa kehilangan kepercayaan kepada kami. Padahal nilai barang yang tersimpan di freezer bisa mencapai jutaan rupiah," tuturnya.
Ia berharap PLN tidak hanya mempercepat pemulihan sistem, tetapi juga memberikan perhatian kepada pelaku usaha kecil yang terdampak langsung.
"Setidaknya ada bentuk perhatian kepada pelaku usaha yang sangat bergantung pada listrik," ujarnya.
Dampak serupa juga dirasakan Risma, penjual es batu di kawasan Manggar.
Baginya, listrik merupakan nyawa utama usahanya.
Ketika listrik padam, mesin pembuat es otomatis berhenti beroperasi sehingga produksi terhenti, sementara pesanan pelanggan tetap harus dipenuhi.
"Kalau listrik mati, mesin pembuat es langsung berhenti. Padahal pelanggan tetap menunggu kiriman. Kami akhirnya kehilangan penjualan karena tidak bisa memenuhi permintaan," katanya.
Harapan agar PLN meningkatkan sosialisasi juga disampaikan Hardin, pelaku usaha daging beku di Balikpapan Selatan.
Baca juga: Listrik PLN Hadir, Masyarakat Tanjung Nanga Kini Dapat Gelar Pekan Pemuda Daerah dengan Lebih Meriah
Ia mengaku memahami bahwa pemadaman terkadang diperlukan sebagai bagian dari pemeliharaan sistem kelistrikan. Namun, masyarakat berhak mengetahui jadwal pemadaman agar dapat mempersiapkan diri.
"Kami paham kalau pemadaman dilakukan untuk perawatan jaringan. Tetapi akan jauh lebih baik kalau ada sosialisasi lebih dulu, misalnya melalui koran, radio, media sosial, atau media lainnya sehingga masyarakat bisa bersiap," ujarnya.
Dampak pemadaman juga dirasakan pelaku usaha mikro di Samarinda.
Papin, pemilik usaha jasa fotokopi sekaligus penyedia perlengkapan kantor di Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, mengatakan tempat usahanya sempat tidak dapat beroperasi hampir tiga jam.
Selama listrik padam, seluruh mesin fotokopi, printer, dan komputer tidak dapat digunakan sehingga pelayanan kepada pelanggan terpaksa dihentikan.
"Kalau jual perlengkapan kantor masih bisa. Tetapi untuk fotokopi, print, dan mesin lainnya tidak bisa sama sekali," ujarnya.
Selain kehilangan pendapatan, Papin juga mengkhawatirkan dampak terhadap mesin-mesin elektronik yang menjadi modal utama usahanya.
Menurutnya, perubahan tegangan listrik saat pemadaman maupun ketika listrik kembali menyala berpotensi memperpendek usia peralatan elektronik.
"Kalau terus seperti ini pasti ada efek ke mesin, apalagi kalau tegangan listrik naik turun," katanya.
Papin mengaku selama ini hanya memperoleh informasi mengenai jadwal pemadaman melalui media sosial. Ia berharap PLN dapat memberikan penjelasan yang lebih terbuka mengenai penyebab gangguan agar masyarakat tidak terus berspekulasi.
Pelaksana Harian Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PLN UID Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Annisa Nabiha, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Ia menjelaskan gangguan berasal dari salah satu komponen pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) yang terhubung dalam sistem interkoneksi Kalimantan.
"Gangguan yang terjadi masih berkaitan dengan kendala teknis pada salah satu komponen PLTGU sehingga pasokan listrik ke sistem belum dapat beroperasi secara optimal," ujar Annisa, Senin (29/6).
Annisa menegaskan gangguan tersebut tidak berkaitan dengan ketersediaan energi primer maupun pasokan batu bara. Menurutnya, stok energi primer dalam kondisi aman.
Saat ini PLN terus mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain sambil melakukan pengaturan operasional sistem untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik selama proses pemulihan.
Baca juga: POPULER KALTIM: Dampak Pemadaman Listrik Bergilir, Harga Beras Naik, Kekurangan Dokter di Kukar
Mengenai waktu normalisasi, PLN belum dapat memastikan kapan seluruh sistem akan kembali normal.
PLN juga mengimbau pelanggan mengikuti kanal WhatsApp resmi Unit Layanan Pelanggan (ULP) di masing-masing wilayah untuk memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi sistem kelistrikan maupun jadwal pengaturan operasional.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, memastikan pemadaman listrik bergilir bukan disebabkan oleh pengurangan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sektor pertambangan batu bara.
Menurutnya, gangguan terjadi akibat dua pembangkit listrik utama mengalami kerusakan secara bersamaan, yakni PLTU Handil dan PLTU Tanjung Batu.
"Sudah bertemu dengan General Manager PLN, memang dibutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk memperbaiki dua pembangkit, yaitu PLTU Handil dan PLTU Tanjung Batu," kata Seno Aji, Senin (29/6).
Selama proses perbaikan berlangsung, PLN menerapkan pemadaman bergilir di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur dengan durasi rata-rata sekitar tiga jam.
Pemprov Kaltim berharap pasokan listrik dapat kembali normal pada bulan depan.
Seno Aji juga menepis isu yang mengaitkan pemadaman dengan pengurangan kuota RKAB pertambangan.
"Oh tidak, tidak ada karena penciutan RKAB. Karena DMO tetap berjalan. Yang bermasalah itu dua PLTU rusak dalam waktu bersamaan sehingga PLN harus melakukan revitalisasi dan pengurangan daya," tegasnya.
Pemadaman listrik turut berdampak pada proses verifikasi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahap II di SMA Negeri 5 Balikpapan pada Senin (29/6).
Dalam pengumuman resminya, panitia menyebut listrik padam sejak pukul 12.00 hingga 15.30 Wita sehingga proses verifikasi pendaftaran yang dilakukan secara daring mengalami keterlambatan.
Kepala SMA Negeri 5 Balikpapan, Murti, mengatakan seluruh tim verifikator tetap melanjutkan pekerjaan hingga sore hari agar pelayanan kepada calon peserta didik tidak terganggu.
"Hari ini kami tetap standby sampai pukul 17.00 Wita untuk melanjutkan proses verifikasi yang sempat terhambat," ujarnya.
Murti berharap selama proses SPMB berlangsung tidak ada lagi pemadaman listrik karena seluruh tahapan verifikasi bergantung pada sistem daring.