Jokowi Injak Kepala Kerbau, PDIP: Kalau yang Diinjak Kepala Banteng, Pasti Kita Berurusan
Choirul Arifin June 30, 2026 06:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Komarudin Watubun pihaknya tidak memusingkan beredarnya foto mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginjak kepala kerbau dalam sebuah prosesi adat di Lampung baru-baru ini.

Komarudin menegaskan, hal tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan partainya karena simbol PDIP adalah kepala banteng, bukan kepala kerbau.

"Oh tidak apa-apa, kita kan bukan kepala kerbau, kita kepala banteng. Jadi tidak ada kaitannya itu. Yang bisa menjelaskan urusan injak-menginjak itu kan Pak Jokowi sendiri," kata Komarudin di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Komarudin menjelaskan, PDIP secara institusi maupun kader tidak memiliki urgensi untuk mengomentari kegiatan eks Wali Kota Solo tersebut. Bagi partai berlambang moncong putih itu, Jokowi kini sudah bukan lagi kader partai.

"Bagi saya, Jokowi itu masa lalu PDI Perjuangan. Jadi apapun aktivitas beliau, saya tidak mau menanggapi karena bukan lagi bagian dari partai kan," ujar Komarudin. 

INJAK KEPALA KERBAU - Ritual menginjak kepala kerbau yang dijalankan oleh Joko Widodo (Jokowi) dalam prosesi penganugerahan gelar kehormatan adat di Kedaton Keagungan Lampung, Sabtu (27/6/2026). Belum ada penjelasan dari pihak penyelenggara mengenai makna prosesi tersebut.
INJAK KEPALA KERBAU - Ritual menginjak kepala kerbau yang dijalankan oleh Joko Widodo (Jokowi) dalam prosesi penganugerahan gelar kehormatan adat di Kedaton Keagungan Lampung, Sabtu (27/6/2026). Belum ada penjelasan dari pihak penyelenggara mengenai makna prosesi tersebut. (Tribunnews.com/HO/IST)

Anggota Komisi II DPR RI ini menegaskan, sikap PDIP akan berbeda jika simbol partainya yang diusik. "(Karena) bukan banteng. Kecuali yang diinjak kepala banteng, pasti kita berurusan," ungkapnya. 

Sebagai informasi, foto Jokowi yang tengah menginjak kepala kerbau belakangan ini ramai diperbincangkan publik. Foto tersebut diambil di tengah rangkaian kegiatan safari keliling Jokowi di Provinsi Lampung, Sabtu, 27 Juni 2026 lalu.

Bentuk Kesombongan Jokowi

Mantan Presiden Jokowi menginjak kepala kerbau saat menerima gelar "Baginda Pemuka Bangsa" dalam prosesi adat Lampung dengan menginjakkan kakinya ke kepala kerbau di rangkaian safari politiknya di Provinsi Lampung, Sabtu (27/6/2026) lalu.

Ketua DPP PDIP Guntur Romli menilai tindakan tersebut merupakan bentuk kesombongan Jokowi dan tidak menghormati nilai-nilai tradisi.

Saat ditanya apakah tindakan tersebut sengaja dilakukan untuk menyindir logo PDIP, Guntur menyatakan tidak mengetahui secara pasti maksud di baliknya.

Baca juga: Viral Foto Jokowi Injak Kepala Kerbau, Pengamat Singgung Haus Validasi Politik

Namun, ia mengingatkan bahwa hewan kurban dalam tradisi mana pun seharusnya diperlakukan dengan hormat. "Saya juga tidak tahu kalau maksudnya seperti itu, tapi biasanya kalau hewan yang dikurbankan itu dihormati loh, mau dengan acara adat sekalipun, bukan diinjak seperti itu," ujar Guntur saat dikonfirmasi Sabtu, 27 Juni 2026.

"Misalnya kerbau di Toraja atau daerah-daerah lain kalau jadi bagian upacara, kepalanya/tengkoraknya akan diabadikan dalam kehormatan dan kebanggaan, bukan dihinakan seperti yang dilakukan dengan kaki Jokowi seperti itu," jelasnya.

Tokoh adat Lampung Pepadun dari Kedatun Keagungan, Suttan Seghayo Dipuncak Nur, Mawardi Harirama, menjelaskan kerbau merupakan hewan peliharaan yang bernilai tinggi dalam tatanan masyarakat Lampung sejak masa lampau.

"Kerbau adalah hewan peliharaan masyarakat Lampung sejak lama yang menjadi aset ekonomi maupun untuk kegiatan pesta adat (Begawi)," kata Mawardi seperti dikutip Tribun Lampung, Senin, 29 Juni 2026.

Baca juga: Aksi Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Safari di Lampung Dinilai Multitafsir, Sindir PDIP?

Menurut dia, pemotongan kerbau menjadi tolok ukur tingginya status sosial seseorang di dalam adat Pepadun. Menempatkan jari kaki di atas kepala kerbau membawa dua makna penting yang mendalam secara lahir dan batin.

"Menempatkan jari kaki di atas kerbau itu bermakna, secara lahir merupakan lambang status sosial yang tinggi," ungkapnya.

Di sisi filosofi makna batin, Mawardi menyebut ritual ini bertujuan menghilangkan hawa binatang dalam jiwa agar hati menjadi bersih dalam menjalani setiap langkah kehidupan.

"Jadi tujuannya untuk menghilangkan sifat-sifat binatang dalam dirinya, seperti Sombong, iri dengki, tamak dan lain-lain, agar karya-karya menjadi baik dan berhasil," jelasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.