TRIBUNNEWS.COM - Bagi sebagian keluarga korban gempa bumi di Venezuela, penderitaan belum berakhir setelah berhasil menemukan orang-orang tercinta di bawah reruntuhan.
Setelah menyerahkan jenazah kepada pihak berwenang, mereka kini justru kehilangan jejak anggota keluarga di tengah proses identifikasi korban yang kacau.
Efecto Cocuyo melaporkan sejumlah keluarga mengaku jenazah kerabat mereka hilang, tertukar, atau belum dapat ditemukan kembali meski sebelumnya telah berhasil diidentifikasi.
"Kami menyelamatkan mereka dalam keadaan tak bernyawa, tetapi sekarang kami tidak tahu di mana jenazah mereka berada," kata Deivis Fernández, yang kehilangan dua anak tirinya akibat runtuhnya gedung OPP26 Caribe di Caraballeda.
Fernández mengatakan keluarganya sendiri yang menggali reruntuhan untuk mengevakuasi jenazah Dainielys Nazareth Hernández González (20) dan Daniel Gustavo Hernández González (17), sebelum tim penyelamat tiba di lokasi.
Setelah berhasil ditemukan, kedua jenazah diberi identitas dengan pita perekat di kaki sebelum diserahkan kepada petugas.
Namun sejak hari itu, keluarga tidak lagi mengetahui keberadaan jenazah keduanya.
Mereka mendatangi kamar mayat darurat di Pelabuhan La Guaira hingga membuka puluhan kantong jenazah satu per satu, tetapi kedua korban tidak ditemukan.
Baca juga: Kamar Jenazah Caracas Kewalahan, Keluarga Korban Gempa Venezuela Antre Cari Orang Tercinta
Keluarga kemudian diarahkan ke Kamar Mayat Bello Monte di Caracas.
Hingga tiga hari kemudian, mereka masih belum mendapat kepastian.
"Kami sendiri yang menyerahkan jenazah mereka kepada pihak berwenang, tetapi sampai sekarang mereka belum bisa mengembalikannya kepada kami," ujar Fernández.
Kekacauan serupa dialami keluarga María Rosario Estanga González (56).
Setelah seluruh dokumen kematian selesai diproses di La Guaira, keluarga mendapati jenazah yang diserahkan ternyata bukan milik kerabat mereka.
"Bagaimana mungkin jenazah hilang padahal semua dokumen sudah selesai?" kata saudara korban, Yorman José Torres.
Beberapa jam kemudian keluarga baru mengetahui jenazah María masih berada di Pelabuhan La Guaira.
Peristiwa itu menambah daftar laporan dugaan kesalahan identifikasi dan distribusi jenazah di tengah lonjakan korban akibat gempa.
Tidak semua keluarga yang memenuhi Kamar Mayat Bello Monte datang untuk mengambil jenazah.
Sebagian masih berharap anggota keluarganya ditemukan dalam keadaan hidup.
Baca juga: Ayah dan Anak Ditemukan Selamat setelah 4 Hari Tertimbun Reruntuhan Akibat Gempa Venezuela
Keluarga Salomé del Carmen Delgado yang baru berusia dua tahun masih terus mencarinya setelah apartemen tempat ia berada runtuh akibat gempa.
Seorang saksi mengaku melihat balita tersebut dievakuasi hidup-hidup oleh tim penyelamat.
Hingga kini keluarganya belum mengetahui ke mana ia dibawa.
Pencarian juga masih dilakukan keluarga Ivi Colmenares, Amable Hernández, Soraida Torrealba, Daniel Jesús Ochoa Hernández, dan Yosselenny Yamilee Molina yang belum ditemukan sejak gempa mengguncang Venezuela.
Sementara itu, EFE melaporkan tim penyelamat dari Amerika Serikat, Peru, Brasil, Swiss, dan El Salvador masih melakukan pencarian korban di La Guaira, wilayah yang mengalami kerusakan paling parah.
Meski lebih dari empat hari telah berlalu, sejumlah korban selamat masih berhasil ditemukan dari bawah reruntuhan.
Proses evakuasi semakin sulit akibat suhu tinggi yang mempercepat pembusukan jenazah.
Petugas pemadam kebakaran asal Peru, Javier Erken, mengatakan bau menyengat dari jasad korban masih tercium meski petugas menggunakan masker.
Menurutnya, suhu tinggi membuat personel lebih cepat mengalami dehidrasi sekaligus memperumit pencarian korban selamat maupun evakuasi jenazah.
Hingga kini pemerintah Venezuela melaporkan jumlah korban tewas akibat gempa telah mendekati 1.500 orang.
Baca juga: Citra Satelit Ungkap Skala Kerusakan Gempa Venezuela
Bagi keluarga yang masih mengantre di Kamar Mayat Bello Monte, tragedi ini belum berakhir.
Perjuangan mereka kini bukan lagi mencari korban selamat, melainkan memastikan orang-orang tercinta yang telah ditemukan dapat kembali ke pangkuan keluarga untuk dimakamkan dengan layak.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)