Tiga anggota DPRD TTU, yakni Therensius Lazakar, Norbertus Tubani, dan Veronika Lake, membantah tudingan mengintimidasi.
Meski demikian, polisi masih menyelidiki kematian Dokter Icha dengan memeriksa saksi, mengamankan barang bukti, serta mendalami ada tidaknya unsur pidana.
Kemudian ada KPK dikabarkan menggelar operasi tangkap tangan di Kuansing, dengan Bupati Suhardiman Amby disebut turut diamankan Senin.
Mapolres Kuansing dijaga ketat, sementara rumah dinas dan kantor bupati terlihat sepi tanpa aktivitas berarti sepanjang hari.
Hingga kini, KPK dan Pemerintah Kabupaten Kuansing belum memberikan pernyataan resmi mengenai dugaan operasi tangkap tangan tersebut.
1. 3 Sosok Anggota DPRD TTU yang Diduga Intimidasi Dokter Icha, Kini Kompak Membantah
Isu perlindungan terhadap tenaga kesehatan masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Secara hukum, tenaga kesehatan telah mendapat perlindungan melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
Namun, implementasinya di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan.
Dalam menjalankan tugas memberikan pelayanan kepada masyarakat, tenaga kesehatan masih kerap menjadi sasaran kekerasan, intimidasi, hingga pelampiasan emosi dari pasien maupun keluarga pasien.
Kondisi ini menunjukkan bahwa perlindungan hukum saja belum cukup tanpa diiringi upaya nyata untuk menjamin keamanan dan keselamatan tenaga kesehatan di seluruh Indonesia.
Kasus terbaru, dr. Elizabeth Princila Utami Pakaenoni (Dokter Icha) memilih mengakhiri hidupnya karena mengalami guncangan psikologi usai diduga mendapatkan intimidasi anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dokter Icha dikabarkan mendapatkan perlakukan tidak menyenangkan saat menangani pasien gigitan ular di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Leona Kefamenanu, pada pada Sabtu (13/6/2026).
Saat itulah, ia dibentak oleh pengantar pasien yang mengaku sebagai anggota DPRD TTU.
Usai kejadian, kondisi Dokter Icha semakin memburuk hingga ditemukan tewas tidak wajar di kamarnya, pada Jumat (26/6/2026) sekira pukul 18.30 WITA.
Lantas siapa sosok anggota DPRD TTU yang diduga intimidasi Dokter Icha?
Therensius Lazakar
Dikutip dari infopemilu.kpu.go.id, Therensius Lazakar merupakan politikus dari Partai Golongan Karya (Golkar).
Ia sudah dua periode menjabat sebagai Anggota DPRD TTU, yakni periode 2019-2024 dan 2024-2029.
Baca selengkapnya.
2. Fakta Baru soal Tewasnya ASN di Bandara Juanda, Sosok Pria Berkacamata Sudah Diketahui Identitasnya
Fakta baru soal tewasnya Aparatur Sipil Negara (ASN) di parkiran Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur beberapa hari lalu mulai terkuak.
Korban yang bernama Ruly Yunis Setiawati (50) ditemukan meninggal dunia di dalam mobil yang terparkir di parkiran Bandara Juanda, Senin (22/6/2026) siang.
Dari rekaman CCTV, terlihat ada sosok pria berkacamata dan mengenakan masker yang keluar dari mobil korban.
Sosok pria tersebut diduga sudah beberapa hari bersama dengan korban sebelum pejabat di Pemkab Bangkalan tersebut ditemukan tewas.
Risang, kuasa hukum keluarga korban menuturkan, ada video beredar di sejumlah grup WhatsApp soal identitas pria berkacamata tersebut.
Ia menuturkan, ternyata video yang beredar tersebut cocok dengan pria bermasker yang tertangkap kamera CCTV di parkiran Bandara Juanda.
"Dari kacamata pribadi, saya cocok. Ada kesesuaian pada rambut, kacamata, lebar dahi, kaos. Paling mencolok itu pada gagang kacamata ada tanda kuning, apalagi kaos paling cocok," ungkap Risang, dikutip dari Surya.co.id.
Ia menuturkan, ia dan keluarga korban ternyata sudah mengetahui sosok pria berkacamata tersebut.
"Pada intinya, kami sebenarnya, terutama kuasa hukum serta beberapa anggota keluarga yang penting dan khusus, sudah mengetahui sosok pria itu seperti apa," ujar Risang.
Ia bahkan telah mengetahui identitas hingga rumah tempat tinggal pria berkacamata tersebut.
"Wajah aslinya bagaimana, namanya siapa, alamat rumahnya di mana, dan umurnya berapa, kami sudah tahu semua,"
"Namun, informasi ini memang sengaja tidak dibuka ke semua anggota keluarga demi menjaga kondusifitas," urai Risang secara gamblang.
Baca selengkapnya.
3. Sumpah Suparjan jika Sudewo Bebas Tanpa Syarat Kasus Korupsi, Siap Lakukan Ini
Di Indonesia, kasus korupsi yang melibatkan pejabat daerah masih menjadi persoalan terbesar dalam tata kelola pemerintahan.
Praktik penyalahgunaan wewenang oleh kepala daerah, anggota DPRD, maupun pejabat birokrasi tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menghambat pembangunan dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Sepanjang 2026, tujuh kepala daerah tersandung kasus korupsi, satu di antaranya Bupati Pati Nonaktif, Sudewo.
Sudewo terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 19 Januari 2026 atas kasus dugaan jual beli jabatan perangkat desa.
Namun, meski terjerat kasus korupsi, Sudewo tetap banjir dukungan.
Dukungan itu terlihat setiap sidang Sudewo di gelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Jawa Tengah.
Satu di antara pendukung Sudewo adalah Suparjan atau akrab disapa Juragan Kayu (JK).
Suparjan mengklaim Pati menjadi Kabupaten yang makmur di bawah kepemimpinan Sudewo.
Oleh karena itu, ia ingin Sudewo dibebaskan.
Suparjan bahkan bersumpah akan berjalan kaki mundur sejauh 24 kilometer jika Sudewo dibebaskan tanpa syarat.
Aksi itu akan ia lakukan dari Desa Srikaton menuju Pendopo Kabupaten Pati.
"Saya bersumpah, bila Pak Sudewo hari ini bebas tanpa syarat, saya akan berjalan kaki mundur tanpa alas kaki dari Srikaton sampai Pendopo Kabupaten Pati," kata Suparjan kepada TribunJateng.com, Senin (29/6/2026).
Baca selengkapnya.
4. Konvoi Pendekar Silat di Boyolali Jateng Diserang Orang Bertopeng, Dua Motor Dibakar
Detik-detik penyerangan brutal terhadap rombongan pendekar silat yang sedang melakukan konvoi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mulai terungkap. Sekelompok pria bertopeng yang mengendarai dua sepeda motor diduga telah menunggu dan sengaja menghadang rombongan berisi 14 anggota perguruan silat.
Dalam dua aksi beruntun yang terjadi hanya berselang sekitar 30 menit pada Senin (29/6/2026) dini hari, empat pendekar mengalami luka bacok akibat sabetan senjata tajam, sementara dua sepeda motor milik korban dibakar di lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut bermula usai kegiatan pengesahan warga baru sebuah perguruan silat di Dukuh Getahsari, Desa Gladagsari, Kecamatan Gladagsari, Boyolali, Jawa Tengah Minggu (28/6/2026) malam. Setelah prosesi selesai, sejumlah anggota perguruan silat meninggalkan lokasi dengan berkonvoi menggunakan tujuh sepeda motor.
Namun perjalanan mereka berubah menjadi mencekam saat memasuki wilayah Trosobo, Kecamatan Sambi.
Kasi Humas Polres Boyolali, AKP Winarsih, mengatakan rombongan yang terdiri atas 14 orang itu tiba-tiba dihadang empat pria tak dikenal yang datang menggunakan dua sepeda motor.
"Di situ langsung menghadang, turun, langsung membacokkan atau menyabetkan sajam," kata Winarsih.
Dua anggota perguruan silat yang berada di posisi paling belakang rombongan tidak sempat menghindar sehingga menjadi sasaran serangan. Keduanya mengalami luka akibat sabetan senjata tajam.
Tak hanya menyerang korban, pelaku juga membakar sepeda motor Honda PCX yang digunakan kedua korban sebelum melarikan diri.
Menurut Winarsih, berdasarkan informasi yang dihimpun dari lokasi kejadian, para pelaku diduga mengenakan topeng saat melakukan aksinya.
"Informasi yang kami dapat dari lokasi itu, yang menghadang memakai topeng," ujarnya.
Baca selengkapnya.
5. KPK OTT di Kuansing Riau, Bupati Suhardiman Amby Dikabarkan Berada di Polres
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Kuansing, Riau.
Dalam OTT tersebut, Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby turut diamankan, Senin (29/6/2026).
Informasi tersebut belum dapat dipastikan. Namun, situasi di Mapolres Kuansing tampak berbeda dari biasanya.
Akses masuk ke halaman Mapolres dijaga ketat personel Brimob, sementara awak media, termasuk Tribunpekanbaru.com, tidak diperkenankan memasuki area markas kepolisian saat berupaya menelusuri informasi terkait keberadaan Bupati Kuansing.
Petugas jaga, Iptu Febri, menolak permintaan awak media untuk masuk ke lingkungan Mapolres.
Ia hanya menyampaikan bahwa Kapolres sedang menerima tamu tanpa menjelaskan lebih lanjut siapa tamu yang dimaksud.
"Tidak boleh masuk, Pak Kapolres ada tamu. Jika mau jumpa Kasi Humas, dia ada di Polsek Kuantan Tengah," ujar IPTU Febri.
Penjagaan ketat tersebut menjadi perhatian karena tidak seperti kondisi biasanya.
Dalam situasi normal, awak media masih diperbolehkan memasuki Mapolres setelah menyampaikan maksud dan tujuan peliputan kepada petugas jaga.
Di sisi lain, Kasi Humas Polres Kuansing, IPTU A. Razak, mengaku tidak mengetahui alasan pembatasan akses terhadap awak media.
Menurutnya, sejak pagi dirinya bersama personel Humas berada di Polsek Kuantan Tengah untuk melakukan dokumentasi kegiatan pengamanan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dan Pacu Jalur.
"Saya dari pagi di sini, tidak tahu kenapa (awak media) tidak boleh masuk. Kalau mau jumpa sama saya, ke sini saja," kata IPTU A Razak.
Baca selengkapnya.
(Tribunnews.com)