Dugaan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan aparat penegak hukum di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, menjadi salah satu isu yang paling banyak menyita perhatian publik hingga Senin (29/6/2026) malam.
Informasi di lapangan beberapa pejabat pemerintah daerah dikabarkan menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
1. Kabar Dugaan OTT di Kuansing
KPK Dikabarkan melakukan OTT di Kuansing pada Senin (29/6/2026). Disebut-sebut, Bupati Suhardiman Amby, Sekda Zulkarnain menjadi target operasi.
Namun hingga Senin malam, belum ada titik terang dari kabar itu.
Sekitar pukul 20.31 WIB, sejumlah personel Brimob bersama dua orang yang diduga petugas KPK terlihat meninggalkan rumah dinas yang sejak siang menjadi sorotan.
Personel Brimob keluar menggunakan mobil dinas kepolisian.
Sementara itu, dua orang yang terdiri dari seorang pria mengenakan rompi warna khaki dan seorang perempuan berkaus gelap meninggalkan lokasi menggunakan mobil Toyota Rush berwarna hitam.
Dalam rombongan yang keluar tersebut, tidak tampak Bupati Kuansing Suhardiman Amby, Wakil Bupati Muhklisin atau Sekda Zulkarnain.
Petugas Satpol PP yang berjaga di rumah dinas mengatakan seluruh tamu telah meninggalkan lokasi.
"Semua tamu sudah pulang," ujar seorang petugas Satpol PP kepada awak media.
Meski demikian, awak media belum diizinkan bertemu dengan Sekda Kuansing, Zulkarnain, untuk meminta keterangan terkait aktivitas yang berlangsung di rumah dinas tersebut sejak siang hingga malam.
Saat itu, pintu rumah dinas masih tampak terbuka setengah, sementara suasana di dalam rumah tidak terlihat aktivitas yang mencolok.
Sekitar 20 menit berselang, Wakil Bupati Kuansing Muhklisin terlihat keluar dari rumah dinas.
Ia mengenakan pakaian Melayu berwarna ungu lengkap dengan peci hitam.
Muhklisin kemudian dijemput menggunakan sebuah mobil Honda Jazz berwarna merah sebelum kendaraan tersebut meninggalkan lokasi.
Tak lama setelah Wakil Bupati pergi, pintu rumah dinas Sekda ditutup rapat.
Rumah bercat putih itu pun kembali sunyi tanpa aktivitas berarti.
Meski demikian, sebuah mobil Toyota Innova Zenix berwarna hitam yang diduga milik Bupati Kuansing Suhardiman Amby masih terlihat terparkir di halaman rumah dinas hingga malam.
Beredar kabar, sejumlah pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Senin (29/6/2026) siang, dibawa ke Pekanbaru.
Hingga pukul 22.30 WIB, belum terlihat tanda-tanda rombongan KPK yang membawa pihak-pihak yang diamankan, tiba di Markas Polda Riau.
Sementara itu, upaya konfirmasi terhadap Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, juga sudah dilakukan malam ini. Namun, Budi tak merespons.
Selengkapnya:
Baca juga: Diduga Petugas KPK Tinggalkan Rumah Dinas Sekda Kuansing, Wabup Muhklisin Keluar 20 Menit Kemudian
Baca juga: Daftar Bupati Kuansing yang Pernah Tersandung Kasus Korupsi, Ada Ayah dan Anak
2. Gajah Mati di TN Tesso Nilo
aajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) jinak bernama Indro mati di Camp Elephant Flying Squad, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga, Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Senin (29/6/2026) pukul 03.45 WIB.
Gajah jantan berusia 45 tahun itu mati setelah menjalani perawatan medis intensif akibat komplikasi kesehatan yang dipicu penurunan nafsu makan, usai menjalani fase musth atau periode meningkatnya hormon reproduksi yang menyebabkan gajah jantan menjadi sangat agresif.
Indro selama ini menjadi salah satu gajah jinak andalan Tim Flying Squad dalam mitigasi konflik antara gajah liar dan manusia di sekitar kawasan TNTN.
Kepala Balai TNTN, Heru Sutmantoro mengatakan, Indro telah mendapatkan penanganan maksimal dari tim gabungan Balai TNTN dan BBKSDA Riau sejak kondisi kesehatannya menurun.
"Tim medis bersama mahout telah melakukan berbagai upaya penyelamatan, mulai dari pemantauan intensif, pemberian terapi hingga tindakan medis lanjutan. Namun, kondisi Indro terus menurun hingga akhirnya dinyatakan mati pada Senin dini hari," kata Heru.
Selengkapnya:
Baca juga: Kronologi dan Penyebab Kematian Gajah Indro di TNTN, Sempat Berprilaku Agresif
3. Server Down Kendalan SPMB SD di Pekanbaru
Banyaknya pendaftar pada hari pertama, Senin (29/6/2026) Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat Sekolah Dasar Negeri (SDN) tahun 2026 sempat membuat server down.
Orangtua calon peserta didik tidak dapat mendaftarkan anak-anaknya
Kondisi ini menjadi satu kendala pada hari pertama SPMB tingkat SD di Kota Pekanbaru.
Pihak sekolah pun mengakui bahwa server sempat down sehingga mengganggu proses pendaftaran.
"Tadi sempat terjadi server down, mungkin karena banyak yang mau mendaftar hari ini," terang Kepala SDN 110 Pekanbaru, Muhammad Reza Palni kepada Tribunpekanbaru.com.
Tim teknis Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru langsung melakukan pemeriksaan.
"Memang kita akui, sebuah sistem aplikasi, itu pasti ada kekurangan, yang mendaftar jadi agak lambat," tegas Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan.
Menurutnya, proses loading agak lebih lama di laman SPMB.
Ia menyebut bahwa pendaftaran terpusat di sana.
"Kita akan terus monitor SPMB, serta evaluasi agar proses pendaftaran tetap bisa berjalan," ujarnya.
Antusias pendaftar sudah terlihat dari jumlah pendaftar pada hari pertama SPMB.
Jumlah pendaftar dari jalur domisili mendominasi SPMB hari pertama.
Jumlah pendaftar yang tercatat hingga Senin sore lewat jalur domisili mencapai 5.838 orang.
Sedangkan jalur affirmasi sebanyak 193 orang dan jalur mutasi sebanyak 21 orang.
Selengkapnya:
Baca juga: Server Down Jadi Kendala Pada Hari Pertama SPMB Tingkat SD tahun 2026
4. Kabupaten Rohul Tuan Rumah MTQ Riau untuk Tahun 2027
Pemkab Rohul ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-XLV tingkat Provinsi Riau untuk 2027. Keikutsertaan di MTQ 2026 di Kuansing pun jadi pembelajaran untuk jadi tuan rumah.
"Kita sudah resmi ditunjuk dan ditetapkan untuk menjadi tuan rumah untuk MTQ tingkat Provinsi Riau ke-(45) tahun 2027 mendatang. Kita siap untuk menggelar MTQ di Rohul pada tahun 2027 nanti," kata Bupati Rohul, Anton, Senin (29/6/2026).
Dikatakannya, kehadiran kontingen Rohul dalam MTQ 2026 di Kuansing juga bukan hanya untuk bertanding. Namun kehadiran rombongan Rohul sebagai bukti Rohul siap menjadi tuan rumah.
Dalam MTQ 2026 tingkat Riau yang digelar di Kuansing, Rohul memang turun dengan jumlah yang banyak. Saat pawai, ada sekitar 3.000 lebih di barisan Rohul.
Ribuan peserta pawai dari Rohul itu pun dinilai sebagai pranata tegas kalau Rohul siap menjadi tuan rumah MTQ Provinsi Riau ke-XLV (45). Kemeriahan yang disuguhkan di Kuansing hari ini barulah sebuah mukadimah dari apa yang akan di sajikan tahun depan di tanah Seribu Suluk.
Dikatakan Anton, momen MTQ ke-44 ini menjadi ajang pembelajaran penting bagi Rokan Hulu. Ia akan melihat secara seksama pelaksanaan MTQ di Kuansing mulai dari awal sampai akhir.
Persiapan sebagai tuan rumah pun sudah dilakukan Pemkab Rohul. Pemetaan dan persiapan awal, baik dari sisi infrastruktur maupun manajemen pelaksanaan sudah dilakukan Pemkab Rohul.
"Menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Riau ke-45 tahun 2027 adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi seluruh masyarakat Negeri Seribu Suluk," kata Anton.
(Tribunpekanbaru.com)