Lansia Ditemukan Tewas Membusuk di Tabanan Bali, Warga Sempat Curiga Chang Lama Tak Terlihat
Putu Dewi Adi Damayanthi June 30, 2026 08:35 AM

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Seorang perempuan lanjut usia (Lansia) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Banjar Selat, Desa Perean Tengah, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, Minggu 28 Juni 2026. 

Jenazahnya yang sudah membusuk itu ditemukan sekitar pukul 14.00 Wita.

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani SH menyebutkan jika jenazah itu diketahui bernama Kwee Tjin Chang (76). 

Ironisnya jenazahnya ditemukan dalam kondisi telah mengalami pembusukan lanjut saat pihak keluarga bersama aparat desa dan warga setempat melakukan pengecekan ke rumah korban.

Baca juga: Kronologi Penemuan Mayat Membusuk di Hutan Sangyang Jatiluwih Tabanan Bali, Ditemukan Warga

"Penemuannya kemarin siang. Kondisinya sudah membusuk dan diperkirakan meninggal lebih dari satu minggu," ujar Iptu Wiwik, Senin 29 Juni 2026.

Penemuan tersebut berawal dari laporan warga yang menyebut korban sudah cukup lama tidak terlihat beraktivitas maupun keluar dari rumahnya. 

Atas dasar itu warga dan prajuru setempat melakukan pengecekan dan didapatkan Kwee Tjin Chang telah meninggal dunia.

Dari informasi, Bendesa Adat Selat, I Ketut Leneng mengungkapkan bahwa informasi mengenai korban yang tidak terlihat selama kurang lebih satu bulan diterima pada Jumat 25 Juni 2026. 

Menindaklanjuti informasi tersebut, pihak desa kemudian menghubungi keluarga korban yang berada di Jakarta.

"Pada Minggu siang, keluarga korban yang diwakili Lim Siu Tiong tiba di Bali datang memastikan kondisi korban. Bersama Bendesa Adat dan warga setempat, mereka memasuki rumah korban sekitar pukul 14.00 Wita," bebernya.

Setelah berada di dalam rumah, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi tubuh telah mengalami pembusukan lanjut. 

Kondisi tersebut ditandai dengan bau menyengat, perubahan warna kulit menjadi kehitaman kehijauan, pembengkakan tubuh, kulit yang mulai terkelupas, serta keluarnya cairan tubuh akibat proses dekomposisi.

"Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Baturiti. Sehingga pihak kepolisian yang datang ke lokasi selanjutnya berkoordinasi dengan tenaga medis dari Puskesmas II Baturiti untuk melakukan pemeriksaan awal," bebernya.

Petugas medis yang melakukan pemeriksaan menyatakan korban telah meninggal dunia. 

Hasil pemeriksaan luar menunjukkan jenazah telah mengalami pembusukan lanjut dengan perubahan warna tubuh, pembengkakan akibat gas pembusukan, serta kerusakan jaringan lunak. (gus)

Tidak Ada Tanda Kekerasan

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani menyebutkan korban ditemukan dalam posisi tertelungkup di dalam rumah. 

Petugas juga tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik maupun luka terbuka yang mengarah pada tindak pidana.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diduga meninggal dunia karena sebab alami. Jenazah selanjutnya dievakuasi ke RS Singasana Nyitdah, Kediri, untuk penanganan lebih lanjut," jelasnya.

Pihak keluarga pun sepakat tidak melanjutkan kasus tersebut dan menerima kematian korban. Mengingat korban sebelumnya menderita sakit. 

"Korban mengalami gangguan mental juga. Bahkan pihak keluarga menyatakan jenazah korban rencananya akan dikremasi," imbuhnya. (gus)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.