Jam Kerja PLTA Dikurangi Imbas Waduk Wonorejo Tulungagung Dilanda Kemarau, Elevasi Air Berkurang
Alga W June 30, 2026 09:14 AM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Waduk Wonorejo di Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mulai terdampak kemarau di tahun 2026.

Pasalnya, elevasi air waduk saat ini sekitar 169,7 meter, dari sebelumnya sekitar 179 meter lebih pada 2 bulan lalu.

Baca juga: Jalan Jaan-Banjardowo di Nganjuk Mulai Direkonstruksi, Perlancar Akses & Aktivitas Ekonomi Warga

Volume waduk saat ini diperkirakan mencapai 58,35 juta meter kubik air.

Karena penurunan ini, operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di bendungan ini dikurangi dari 8 jam menjadi 5 jam.

Hal itu seperti diungkap Kepala Sub Divisi Pengelolaan Sumber Daya Air Sungai Brantas 2, Perum Jasa Tirta I, Nina Meikasari.

"Saat ini PLT beroperasi di jam puncak, pukul 7 malam sampai 12 malam," tuturnya, Senin (29/6/2026) sore.

Nina mengatakan, PLTA di Waduk Wonorejo hanyalah sebagai penunjang di Kabupaten Tulungagung.

Daya maksimalnya hanya 6,3 MWh, sedangkan saat ini dioperasikan untuk menghasilkan daya 5,7 MWh.

Sementara total produksi daya dalam 1 tahun mencapai 23,98 GWh.

"Saat air melimpah, PLTA bisa dioperasikan selama 24 jam. Selama ini catatan pengoperasian terendah selama 4 jam," jelasnya.

Meski permukaan air waduk turun, namun pasokan untuk air baku dan irigasi yang diutamakan.

Pelepasan air untuk irigasi dan air baku ini yang dimanfaatkan untuk memutar turbin PLTA.

Nina menegaskan, operasional PLTA ini sangat fleksibel mengikuti pola pelepasan air.

"Jika air melimpah operasionalnya bisa dimaksimalkan. Saat kemarau akan disesuaikan dengan pola pelepasan air,"  paparnya.  

Tinggi elevasi Waduk Wonorejo sampai akhir tahun diproyeksikan pada ketinggian 154 meter.

Angka ini masih di atas ketinggian terendah pada 141 meter.

Sementara batas elevasi terendah hingga tidak bisa dipakai untuk mengoperasikan PLTA di ketinggian 153 meter.

"Ketinggian 154 meter itu dengan asumsi tidak ada pasokan air lagi dari hulu. Jadi masih sangat cukup," ucap Nina.

Waduk Wonorejo mengaliri area persawahan lebih dari 7.000 hektar.

Air lebih dulu masuk ke Dam Kleben di Desa Tiudan, Kecamatan Gondang, sebelum diteruskan ke Dam Paingan di Desa Ngrendeng, Kecamatan Gondang.

Sementara ada 4 sungai utama yang memasok air dari arah Pegunungan Wilis, yaitu Kali Bodeng, Putih, Wangi, dan Kali Song yang terbesar.

"Masyarakat tak perlu khawatir, pemanfaatan air Waduk Wonorejo dilakukan dengan pemantauan berlapis."

"Kami siap membantu untuk irigasi, air baku, dan pasokan listrik," tandas Nina.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.