Laporan Reporter SURYAMALANG.COM, Romadoni/Dya Ayu
SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Menjelang lonjakan kunjungan wisata pada musim libur sekolah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) bergerak cepat memperketat pengamanan di jalur alternatif Mojokerto–Batu.
Sebanyak 500 karung sekam baru mulai dipasang secara massal di tiga titik turunan curam sepanjang rute Pacet–Cangar yang terkenal rawan kecelakaan.
Langkah preventif ini sengaja dikebut untuk memastikan keselamatan pengendara dari ancaman fatalitas akibat rem blong selama dua pekan libur panjang ke depan.
Dari pantauan di lokasi, sejumlah petugas tampak sibuk menata tumpukan karung berisi sekam di sepanjang pembatas jalan (Guardrail).
Penataan ini tepatnya dilakukan di kelokan maut berupa turunan curam dari arah Cangar menuju Pacet, sekitar 200 meter dari Jembatan Kali Kromong.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pemeliharaan Jalan Dan Jembatan Wilayah 1 Mojokerto, PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Tri Cahyo Utomo mengatakan, penambahan sekam tersebut sudah dilakukan sejak Minggu (28/6/2026) kemarin dan dilanjutkan hari Senin (29/6/2026).
Penempatan sekam menyasar tiga titik rawan, yaitu di turunan Obech (sebelum Kali Kromong) serta sisanya diletakkan di jalur penyelamat Gotean.
"Total penambahan sekam sebanyak 500 karung," ujar Cahyo, Senin.
Cahyo menjelaskan, karung sekam ini berfungsi untuk meredam benturan dengan besi pembatas jalan.
Dengan demikian, keberadaannya dapat menurunkan risiko fatalitas kecelakaan apabila kendaraan mengalami rem blong ketika melewati jalan turunan curam tersebut.
Penambahan sekam di bawah jalur penyelamat Gotean ini juga ditujukan guna mempertebal area penyelamat yang sudah ada, sehingga diharapkan dapat mengurangi risiko korban jiwa akibat kecelakaan rem blong.
"Dengan sekam ini efektif dapat menghentikan laju kendaraan bermotor, apalagi jaraknya relatif pendek," ungkap Cahyo.
Cahyo menambahkan, pemeliharaan sekam di jalur penyelamat yang berada di ruas jalan Provinsi ini akan terus dilakukan secara berkala, terlebih, mobilitas masyarakat di jalur Mojokerto-Batu diprediksi bakal meningkat drastis seiring memasuki masa libur sekolah selama dua pekan mendatang.
"Memang kondisinya (Jalur penyelamat) perlu perbaikan apalagi saat ini masuk libur panjang," pungkasnya.
Langkah preventif ini pun mendapat respons positif dari warga setempat.
Imam (52), warga Dusun Pacet Selatan setuju penambahan sekam di jalur penyelamat maupun pada titik rawan kecelakaan memang sangat penting, mengingat insiden rem blong sangat sering terjadi di kawasan tersebut.
Tumpukan sekam ini terbukti dapat menyelamatkan nyawa.
Kendati begitu, Imam juga mengingatkan agar perawatan berkala dilakukan secara konsisten.
"Kalau bisa diperbaiki rutin, karena sekam mudah rusak saat beberapa kali dihantam kendaraan yang rem blong," tandasnya.
Selain pengamanan jalur dari kecelakaan lalu lintas, pagar pengaman di Jembatan Kembar Cangar yang terletak di perbatasan Kota Batu dengan Kecamatan Pacet, Mojokerto juga telah resmi terpasang.
Pagar setinggi 2,5 meter jenis tralis itu dipasang tidak hanya di bagian jembatan saja, namun juga mencakup area di sekeliling jembatan.
Pemasangan pagar pembatas ini sengaja dilakukan karena lokasi tersebut kerap dijadikan tempat untuk mengakhiri hidup.
Kejadian pertama menimpa seorang pemuda berinisial MMA (24) asal Dusun Kedungwulan, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto yang jasadnya ditemukan pada akhir Maret.
Baca juga: Cuaca Malang-Kota Batu Hari Ini Selasa 30 Juni 2026: Suhu Dingin Tembus 13°C, Mayoritas Berawan
Sementara kejadian kedua dilakukan oleh pemuda berinisial DPW (24) asal Kabupaten Lumajang pada 23 April 2026 lalu.
Untuk mencegah peristiwa tragis serupa kembali terulang, Pemerintah Provinsi akhirnya turun tangan memasang pagar pengaman di dua jembatan yang ada di sana.
“Sampai saat ini pemasangan pagar masih dilakukan. Ini merupakan langkah preventif untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar sana,” kata Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, Jumat (26/6/2026).
Heli mengatakan, selain untuk mencegah kejadian yang tidak diharapkan, pembangunan pagar pengaman tersebut juga dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko kecelakaan di sekitar area jembatan.
“Harapan kami pemasangan pagar ini juga dapat meminimalkan risiko kecelakaan dan proses pengerjaannya cepat selesai agar tidak mengganggu arus lalu lintas di sana,” ujarnya.
Secara khusus, Heli mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak gelap mata ketika sedang menghadapi masalah atau pun kesulitan ekonomi di tengah kondisi pelik seperti saat ini.
“Jadi memang hidup ini ada pasang surutnya. Mumet (pusing,red) itu manusiawi, apalagi di tengah tuntutan ekonomi atau rutinitas sehari-hari. Tapi ingat, anda tidak sendirian. Kita di Kota Batu ini adalah satu keluarga besar,” jelasnya.
Baca juga: Kematian ASN di Parkiran Bandara Juanda Belum Terkuak, Pemkab Bangkalan Berharap Kasus Segera Tuntas
Untuk mengurangi beban pikiran yang berat, Heli menyarankan agar masyarakat dapat memanfaatkan ruang-ruang publik serta keindahan suasana alam Kota Batu sebagai sarana refreshing dan relaksasi agar pikiran tidak semakin penat.
“Kota Batu ini diberkahi alam yang luar biasa indah dan udara yang sejuk. Coba jalan-jalan sebentar, hirup udara segar, main ke Alun-Alun, atau sekadar menikmati pemandangan hijau di sekitar kita" ucapnya.
"Kalau pikiran lagi penuh, coba rehat sejenak, Mumet itu tanda kita sedang berjuang, dan perjuangan itu terhormat,” pungkas Heli.