TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Pemerintah Kabupaten Wonosobo terus mendorong masyarakat agar lebih aktif memanfaatkan kanal digital untuk menyampaikan aduan maupun mengakses informasi publik.
Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), upaya tersebut kini dilakukan dengan pendekatan yang lebih dekat dengan warga melalui ruang-ruang publik.
Kepala Diskominfo Wonosobo, Khristiana Dhewi, mengatakan selama ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan kanal layanan publik yang telah disediakan pemerintah daerah.
Padahal, berbagai persoalan pelayanan maupun kebutuhan informasi dapat disampaikan tanpa harus datang langsung ke kantor pemerintah.
"Selama ini sosialisasi layanan publik identik dengan kegiatan di dalam ruangan yang cenderung formal.
Kami ingin menghadirkan suasana yang lebih cair sehingga masyarakat dapat berinteraksi langsung dengan pemerintah sambil menikmati aktivitas di ruang publik," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/6/2026).
Baca juga: Pencuri Ponsel di Wonosobo Tertangkap di Jakarta Berkat Pelacakan Email
Salah satu layanan yang terus didorong pemanfaatannya ialah Lapor Bupati Wonosobo, yang menjadi wadah penyampaian pengaduan, aspirasi, saran, maupun masukan terkait pelayanan publik.
Kanal tersebut dapat diakses melalui WhatsApp, SMS, website, hingga media sosial seperti Instagram, Facebook, dan X, sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan untuk berkomunikasi dengan pemerintah.
Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan Sobopedia sebagai kanal permohonan informasi publik.
Layanan ini dapat digunakan untuk memperoleh data maupun dokumen yang dikelola perangkat daerah, baik untuk kepentingan penelitian, pendidikan, maupun kebutuhan informasi lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Dhewi, optimalisasi layanan digital tidak hanya bergantung pada kesiapan sistem, tetapi juga pada tingkat literasi masyarakat terhadap keberadaan layanan tersebut.
Karena itu, Diskominfo mulai mengubah pola sosialisasi dengan mendatangi langsung masyarakat dan melibatkan komunitas sebagai mitra penyebarluasan informasi.
"Harapannya masyarakat semakin mengetahui bahwa pemerintah menyediakan kanal komunikasi yang mudah diakses.
Baca juga: Sinergi Pemkab Wonosobo dan MUI Perkuat Edukasi Bahaya Narkotika
Masukan, kritik, maupun permohonan informasi bisa disampaikan secara langsung melalui layanan yang sudah tersedia," katanya.
Dalam upaya tersebut, Diskominfo juga mengintegrasikan kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.
Donasi dari penjualan barang layak pakai akan disalurkan kepada panti asuhan dan pondok pesantren.
Ke depan, Diskominfo Wonosobo akan terus memperluas jangkauan edukasi layanan publik dengan menggandeng lebih banyak komunitas, sehingga komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat semakin efektif serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik. (ima)