Jembatan Kesatrian Memprihatinkan, DPUPR Batang Sebut Jadi Akses Vital Pendidikan hingga Ekonomi Warga
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Kondisi Jembatan Kesatrian di Desa Satrian, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang dinilai semakin memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah.
Jembatan dengan lebar sekitar 2,5 meter dan panjang kurang lebih 40 meter itu menjadi jalur penting yang menghubungkan wilayah Tersono, Limpung hingga akses menuju jalur Pantura, sehingga keberadaannya dinilai sangat strategis bagi aktivitas masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang, Endro Suryono, mengatakan secara teknis keberadaan Jembatan Kesatrian memiliki peran vital karena menjadi salah satu akses utama masyarakat untuk berbagai kebutuhan sehari - hari.
Menurutnya, jembatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antarwilayah, tetapi juga mendukung akses masyarakat menuju fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, aktivitas pertanian hingga kegiatan perekonomian.
"Kalau dari sisi teknis kami, Jembatan Kesatrian sangat penting karena menghubungkan akses ke Limpung, Tersono, dan wilayah lainnya. Jembatan ini juga menunjang pendidikan, pertanian masyarakat, akses kesehatan, hingga perekonomian," kata Endro kepada Tribunjateng, Selasa (30/6/2026).
Dia menjelaskan, usulan pembangunan atau perbaikan jembatan tersebut telah menjadi pembahasan dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangk) dan masuk dalam isu strategis pembangunan daerah.
Endro menyebut, posisi Jembatan Kesatrian berada di Desa Satrian, Kecamatan Tersono, namun fungsinya melampaui kebutuhan masyarakat desa setempat karena menjadi jalur alternatif menuju Pantura serta penghubung sejumlah kawasan di wilayah timur Kabupaten Batang.
"Ini akses utama masyarakat menuju Tersono, Limpung, bahkan menjadi jalur alternatif menuju Pantura," ujarnya.
Meski demikian, keputusan pembangunan jembatan masih harus melalui pembahasan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan menunggu penetapan prioritas anggaran oleh Bupati Batang.
Dari sisi kondisi fisik, Endro mengungkapkan jembatan saat ini berada dalam kondisi yang cukup mengkhawatirkan.
Ia bahkan mengimbau kendaraan dengan beban di atas enam ton untuk tidak melintasi jembatan tersebut demi menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Endro menambahkan, Jembatan Kesatrian sebelumnya pernah mendapatkan penanganan pada masa pemerintahan terdahulu, namun seiring tingginya intensitas penggunaan dan usia konstruksi, kebutuhan penanganan yang lebih menyeluruh kini kembali mengemuka.
"Kondisinya sangat memprihatinkan. Kendaraan di atas enam ton sebaiknya tidak melewati jembatan karena posisinya sudah sangat berat," tutupnya. (Ito)