TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Niat Mbak Usrek (76) untuk membersihkan daun-daun kering dari pekarangan rumahnya berujung pilu.
Lansia asal Padukuhan Kedung, Kalurahan Botodayakan, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul malah terbakar kobaran api yang menghanguskan daun kering di sekitar rumahnya.
Mbah Usrek ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan luka bakar di sekujur tubuhnya pada Senin (29/6/2026) malam.
Korban pertama kali ditemukan oleh tetangganya yang mencarinya di sekitar rumahnya.
Setelah dipastikan korban meninggal karena terbakar api dari sampah daun kering yang dibakarnya, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Dikutip dari Kompas.com, peristiwa memilukan ini bermula saat korban hendak membakar sampah daun kering di sekitar rumahnya pada Senin siang sekitar pukul 10.00 WIB.
Setelah sampah daun kering terbakar, ternyata kobaran api menjalar ke pekarangan lainnya di kawasan pegunungan kidul yang berbatasan dengan pekarangannya.
Api pun terus membesar hingga meluas ke lahan milik warga lainnya.
Mengetahui hal itu, Mbah Usrek berusaha untuk memadamkan kobaran api yang menjalar ke lahan milik tetangganya seorang diri.
Baca juga: Sleman Langsung Borong Dua Emas dari Inorga Pelangi di Forda II DIY 2026
Namun nahas, api membesar dan kondisi fisiknya yang sudah renta membuat Mbah Usrek tak bisa menyelamatkan diri dan terkepung di tengah kobaran api.
"Api menjalar ke pegunungan kidul Padukuhan Kedung. Korban bermaksud akan memadamkan api," kata Kapolsek Rongkop, AKP Sartono, dikutip dari Kompas.com.
Kapolsek menjelaskan, keberadaan korban baru diketahui setelah tetangganya merasa curiga karena rumah Mbah Usreg gelap gulita saat magrib.
Tetangga korban bernama Paelan yang curiga langsung mengajak sejumlah warga lainnya untuk mencari keberadaan korban.
Dalam proses pencarian, warga menemukan sepasang sandal milik korban di dekat sisa daun kering yang terbakar.
Mengetahui hal itu warga terus melakukan penyisiran hingga akhirnya menemukan tubuh koban sudah tergeletak di tengah ladang dengan kondisi sudah hangus terbakar.
“Sekira pukul 19.00 WIB korban ditemukan di pegunungan kidul Padukuhan Kedung dalam keadaan meninggal dunia dengan tubuh sebagian terbakar,” terang Sartono.
Warga yang menemukan jenazah korban langsung mengevakuasinya dan melaporkan kejadian itu ke kepolisian.
Tak berselang lama,polisi dan tim medis dari Puskesmas Rongkop datang ke lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan di tubu korban.
Kematian korban disebabkan oleh luka bakar.
Pihak kepolisian juga menambahkan bahwa korban selama ini diketahui memiliki keterbatasan fisik tertentu akibat gangguan kesehatan kronis yang dideritanya.
Saat ini, pihak keluarga sudah melakukan proses pemulasaraan jenazah secara layak di rumah duka sebelum nantinya dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat. "Korban juga memiliki riwayat penyakit diabetes," kata Sartono.