TRIBUNNEWS.COM - Nasib kurang beruntung menghampiri Marco Bezzecchi setelah kecelakaan hebat di Assen membuatnya kehilangan posisi puncak klasemen sementara MotoGP 2026.
Pebalap Italia tersebut sebelumnya sempat memimpin perburuan gelar dunia sebelum insiden di Belanda mengubah arah persaingan menuju paruh kedua musim.
Kecelakaan tersebut terjadi pada lap kedua ketika Bezzecchi sedang berada di posisi keempat dan berupaya menjaga ritme di barisan depan.
Bezzecchi sempat dipindahkan ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Beruntung tidak ditemukan cedera serius sehingga pebalap bernomor 72 itu diizinkan pulang pada Minggu malam waktu setempat.
Meski lolos dari cedera serius, kecelakaan tersebut tetap meninggalkan rasa sakit di sejumlah bagian tubuhnya.
"Insiden yang berat kemarin dan sekarang saatnya merawat rasa sakit yang ada di tubuh saya. Tidak ada kata menyerah. Terima kasih untuk semua dukungannya," tulis Bezzecchi.
Insiden di Assen bukan hanya menyisakan rasa sakit bagi Bezzecchi tetapi juga berdampak langsung terhadap posisi klasemen sementara.
Singgasana puncak klasemen kini berpindah tangan kepada rekan setimnya di Aprilia, Jorge Martin.
Hasil gagal finis di Assen membuat tren negatif Bezzecchi terus berlanjut dalam beberapa seri terakhir MotoGP 2026.
Sebelumnya ia juga terjatuh pada sprint race Brno dan gagal memaksimalkan kesempatan meraih poin pada balapan utama.
Akibat rangkaian hasil tersebut, Bezzecchi hanya mampu mengumpulkan enam poin dari empat balapan terakhir yang dijalaninya.
Kondisi itu membuatnya kini tertinggal tujuh poin dari Martin yang kembali memimpin klasemen untuk pertama kalinya sejak seri Amerika Serikat.
Baca juga: Klasemen MotoGP 2026 Terbaru: Jorge Martin Kudeta Bezzecchi, Marc Marquez Disalip Ogura
Di tengah situasi yang kurang ideal tersebut, Bezzecchi kini harus mengalihkan fokus menuju seri berikutnya di Sachsenring.
Balapan di Jerman itu memiliki arti penting karena menjadi putaran terakhir sebelum MotoGP memasuki jeda musim panas.
Secara kebugaran, Bezzecchi dipastikan berada dalam kondisi fit untuk turun balapan pada akhir pekan nanti merangkum Crash.
Namun kondisi fisik secara keseluruhan tetap menjadi perhatian besar mengingat tubuhnya baru saja menerima benturan keras di Assen.
Situasi tersebut membuat tugas Bezzecchi untuk merebut kembali puncak klasemen terasa semakin berat.
Ia dituntut tampil dalam kondisi fisik terbaik demi menebus kesalahan yang membuatnya kehilangan banyak poin di Belanda.
Tantangan Bezzecchi menuju Sachsenring semakin rumit jika melihat rekam jejaknya di lintasan tersebut dalam beberapa musim terakhir.
Pada edisi 2025 lalu, Bezzecchi sempat tampil kompetitif dengan merebut podium kedua pada sprint race.
Sayangnya hasil positif tersebut gagal berlanjut setelah ia mengalami kecelakaan pada balapan utama sehari berselang.
Ketika masih membela Ducati pada musim-musim sebelumnya, Sachsenring juga bukan lintasan yang bersahabat bagi Bezzecchi.
Ia memang mampu menyelesaikan balapan dan mengamankan poin secara reguler sepanjang tampil di Jerman.
Akan tetapi, perjuangan untuk menembus persaingan podium selalu menjadi pekerjaan yang sangat berat baginya.
Catatan tersebut membuat seri Jerman kali ini menjadi ujian penting bagi Bezzecchi sebelum MotoGP memasuki masa jeda musim panas.
Jika mampu bangkit di Sachsenring, Bezzecchi akan menjaga peluangnya untuk kembali merebut singgasana klasemen dari tangan Martin.
Sebaliknya, kegagalan meraih hasil maksimal berpotensi membuat momentum perebutan gelar dunia semakin menjauh dari jangkauannya.
(Tribunnews.com/Niken)