Kronologi Briptu Excel Tewas Tertembak Rekan Polisi di Bolmut saat Bertugas saat Amankan Keributan
Kharisma Tri Saputra June 30, 2026 02:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM -  — Peristiwa tragis menimpa Briptu Excel Mamuli (25), anggota Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Satreskrim Polres Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sulawesi Utara.

Ia gugur setelah terkena peluru nyasar dari senjata api rekan satu timnya sendiri, Brigpol RLT alias Randy, saat tengah bahu-membahu mengamankan keributan warga pada Minggu (28/6/2026).

Peristiwa bermula saat masyarakat melaporkan adanya insiden keributan yang melibatkan sejumlah orang di Desa Paku, Kecamatan Bolangitang Barat, Kabupaten Bolmut, Minggu (28/6/2026), saat menjalankan tugas pengamanan.

Baca juga: Sosok Briptu Excel Mamuli, Anggota Resmob Polres Bolmut yang Tewas Diduga Tertembak Rekan Sendiri

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan mengungkapkan kronologi awal insiden tersebut pada Senin (29/6/2026).

Berdasarkan laporan tersebut, para pelaku keributan diketahui membawa senjata tajam (sajam) yang membahayakan warga sekitar.

Merespons laporan tersebut, Tim URC Resmob Satreskrim Polres Bolmut yang terdiri dari tiga personel termasuk Briptu Excel Mamuli dan Brigpol Randy langsung bergerak menuju lokasi kejadian di bawah pimpinan Brigpol RT untuk melakukan pengamanan.

"Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tiga personel URC yang dipimpin Brigpol RT bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan," ujar Kabid.

Sesampainya di lokasi, petugas langsung berupaya mengamankan para terduga pelaku.

Situasi kemudian berkembang sangat cepat ketika salah seorang terduga pelaku lainnya diduga hendak menyerang Briptu Excel Mamuli menggunakan senjata tajam.

"Dengan adanya perlawanan oleh para pelaku, dalam kondisi yang berlangsung sangat cepat tersebut, Brigpol RLT alias Randy mengeluarkan senpi dan mengarahkan ke pelaku namun ternyata mengenai rekannya sendiri Briptu Excel sehingga mengalami luka tembak," lanjutnya.

Baca juga: Sosok Faisal Anwar, Korban Tewas Usai Ditikam Sesama Anak Punk di Cikarang, Suami Mondy Tatto

Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Bolaang Mongondow Utara sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Manado untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Namun, dalam perjalanan menuju rumah sakit, Briptu Excel dinyatakan meninggal dunia pada pukul 22.15 Wita.

Kapolres Bolaang Mongondow Utara AKBP Juleigtin Siahaan menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Briptu Excel saat menjalankan tugas pengamanan.

"Pada kesempatan ini kami dari jajaran Polres Bolaang Mongondow Utara dan Polda Sulut menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas gugurnya personel yang sedang melaksanakan tugas dan terkena musibah," kata Juleigtin.

Juleigtin mengatakan, penanganan perkara tersebut kini ditangani Polda Sulut.

Menurut dia, kepolisian berkomitmen menangani kasus itu secara profesional, objektif, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Brigpol Randy Diamankan

Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Utara telah mengamankan Brigpol Randy untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus dugaan penembakan terhadap Briptu Excel Mamuli.

“Yang bersangkutan telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan oleh Propam Polda Sulut. Proses pemeriksaan masih berlangsung,” ujar Kabid saat ditemui di Polda Sulut, Senin (29/6/2026).

Ia menegaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.  

Selain proses etik yang ditangani Propam, penyelidikan terhadap peristiwa penembakan juga terus dilakukan untuk mengungkap secara utuh kronologi dan penyebab kejadian.

Yang pasti sesuai arahan Pak Kapolda kasus ini harus diusut sampai tuntas,” tuturnya.

Menurut Kabid, apalagi dalam penyelidikan ditemukan adanya kelalaian maka terduga pelaku akan ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Pasti akan ditindak tegas kalau ditemukan ada kelalaian,” tegasnya.

Insiden ini menambah deretan kasus penembakan sesama anggota polisi.

Salah satu yang paling menonjol adalah kasus kematian Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) pada 8 Juli 2022 di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Kasus tersebut kemudian terungkap sebagai pembunuhan berencana yang melibatkan Ferdy Sambo bersama sejumlah ajudan dan istrinya.

 (*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.