Istri Terlibat Pembunuhan Kakek di Arcawinangun Banyumas, Polisi Buru Pelaku Utama
rika irawati June 30, 2026 10:07 AM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pembunuhan kakek EMS (67), warga Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, merupakan pembunuhan berencana.

Tak hanya istri korban, kasus ini diduga melibatkan pihak lain yang menjadi pelaku utama.

Polisi masih mendalami kemungkinan adanya tersangka lain ini.

Baca juga: Polisi Selidiki Kematian Lansia Arcawinangun Banyumas Diduga Korban Pembunuhan, Motor Korban Raib

Sementara, istri korban, IF alias Y (61), telah ditetapkan sebaga tersangka dan ditahan.

"Modus operandi yang dilakukan tersangka adalah dengan turut serta menghilangkan nyawa korban secara terencana."

"Ini bukan tindakan spontan, melainkan telah dipersiapkan sebelumnya," kata Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P Silalahi, Senin (30/6/2026).

Ingin Nikah Lagi

Petrus mengatakan, dari pemeriksaan awal, pembunuhan ini diduga dipicu keinginan IF untuk menjalin hubungan dan menikahi pria lain.

Dalam proses penyidikan, polisi menemukan indikasi kuat IF tidak hanya mengetahui peristiwa tersebut, tetapi juga diduga turut serta dalam merencanakan dan melaksanakan pembunuhan terhadap suaminya.

"Dari hasil penyelidikan dan gelar perkara, kami menetapkan satu orang tersangka, yakni istri sah korban sendiri, IF alias Y (61)."

"Penetapan ini didasarkan pada alat bukti yang cukup serta hasil pemeriksaan saksi-saksi," kata Petrus. 

Kejadian ini dilaporkan warga ke polisi setelah warga mendapati dugaan kematian EMS tidak wajar.

Ditemukan luka lebam di bagian kepala EMS serta telinga mengeluarkan darah.

Dalam penyelidikan, polisi mulai menemukan sejumlah kejanggalan. 

Di antaranya, keterangan tersangka yang dinilai berubah-ubah dan tidak konsisten, termasuk mengenai hilangnya sepeda motor milik korban.

Baca juga: Kepala UPT Pasar Tidak Komunikatif, Komisi 3 DPRD Banyumas Khawatir Pendapata dari Retribusi Turun

Saat dilakukan pengecekan di lokasi, petugas mendapati garasi rumah justru dalam keadaan terkunci sehingga memunculkan dugaan adanya rekayasa terkait hilangnya kendaraan tersebut.

Saat ini, polisi masih mencari sepeda motor yang dilaporkan hilang itu.

Polisi juga masih menunggu hasil autopsi terhadap jenazah korban sebagai bagian dari upaya memperkuat konstruksi hukum dalam perkara tersebut.

"Kami berkomitmen menuntaskan kasus ini secara profesional dan transparan."

"Setiap perkembangan akan kami laporkan secara berjenjang," kata Kapolresta. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.