PDAM Tirta Asasta Depok Siap IPO di Bursa Efek, Bidik Perluasan Layanan dan Digitalisasi
Dian Anditya Mutiara June 30, 2026 10:17 AM

 

WARTAKOTALIVE.COM, SUKMAJAYA – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Kota Depok mewacanakan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme Penawaran Umum Perdana atau Initial Public Offering (IPO).

Langkah go public tersebut disiapkan sebagai strategi untuk memperkuat transparansi, profesionalisme, serta mempercepat modernisasi pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Depok.

Direktur Utama PDAM Tirta Asasta, Olik Abdul Holik, mengatakan kesiapan fundamental perusahaan dinilai sudah cukup matang untuk menjadi perusahaan terbuka.

Menurutnya, melalui IPO perusahaan dapat memperoleh sumber pendanaan baru dari pasar modal guna membiayai pembangunan infrastruktur tanpa bergantung sepenuhnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Selain itu, dana hasil IPO juga direncanakan untuk mempercepat digitalisasi sistem pelayanan sehingga dapat menekan tingkat kebocoran air dan meningkatkan efisiensi operasional.

"Langkah ini bertujuan untuk mempercepat perluasan cakupan layanan air bersih dan efisiensi melalui digitalisasi," kata Olik, Senin (29/6/2026).

Baca juga: Legislator PDIP Irine Roba Soroti Harga Air Galon 600 Kali Lebih Mahal dari PDAM

Masuk Kategori BUMD Air Minum Sehat

Berdasarkan hasil penilaian kinerja terbaru Kementerian Pekerjaan Umum, PDAM Tirta Asasta Kota Depok menempati peringkat kedelapan nasional untuk kategori Kelompok Pelanggan Besar, yakni BUMD dengan jumlah pelanggan di atas 100.001 Sambungan Langganan (SL).

Capaian tersebut menempatkan Tirta Asasta sebagai salah satu dari 10 BUMD Air Minum dengan kinerja terbaik di Indonesia.

Dalam penilaian tersebut, perusahaan memperoleh nilai 4,13 sehingga masuk kategori BUMD Air Minum berstatus sehat.

Saat ini, PT Tirta Asasta melayani sebanyak 101.805 pelanggan di seluruh wilayah Kota Depok.

Baca juga: PT Tirta Asasta Depok Dukung Inisiatif FORPAIP Gelar Workshop Content Creator untuk Anak Muda

Menurut perusahaan, capaian tersebut menjadi bukti komitmen dalam menjaga kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pasokan air minum kepada masyarakat.

Nilai GCG Terus Meningkat

Olik mengatakan penerapan tata kelola perusahaan atau Good Corporate Governance (GCG) juga terus menunjukkan peningkatan.

Pada 2024, nilai GCG perusahaan tercatat sebesar 70. Sementara untuk tahun buku 2025 yang masih dalam proses asesmen, nilainya diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 78.

"Mudah-mudahan kami berharap nilainya bisa mencapai 80. Meskipun nilai 78 sendiri sebenarnya sudah masuk dalam kategori baik," ujarnya.
Selain itu, nilai manajemen risiko perusahaan kini mencapai 3,18 dari skala maksimal lima.

Atas capaian tersebut, PT Tirta Asasta juga ditunjuk sebagai role model yang akan diaudit langsung oleh Kementerian Kesehatan.

Untuk memperkuat transformasi perusahaan, Tirta Asasta menerapkan budaya kerja SIAP, yakni Spiritual, Integritas, Amanah, dan Peduli.

"Budaya SIAP ini murni diinisiasi dan dibuat oleh rekan-rekan karyawan tanpa adanya intervensi dari jajaran direksi. Saat ini kami juga tengah membentuk agen perubahan untuk membawa perusahaan ke arah yang jauh lebih baik lagi," jelas Olik.

Pengamat Ingatkan Syarat IPO

Direktur Pengembangan Big Data Indef, Eko Listiyanto, menilai keberhasilan IPO sangat bergantung pada kekuatan kinerja keuangan dan tata kelola perusahaan.

Menurutnya, calon emiten harus mampu menunjukkan rekam jejak laba dalam beberapa tahun terakhir agar menarik minat investor.

"Untuk menarik minat pasar (market), harus ada 'gula-gulanya'. Salah satunya adalah kinerja keuangan yang dibuktikan dengan catatan laba beberapa tahun terakhir," ujar Eko.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi, kepatuhan terhadap regulasi, serta keterbukaan informasi sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Eko mengingatkan agar IPO tidak dijadikan sekadar solusi atas keterbatasan anggaran, melainkan benar-benar didukung kesiapan bisnis dan manajerial.

Harapan Pelanggan

Salah seorang pelanggan Tirta Asasta, Yudi Ardian, berharap perusahaan terus meningkatkan kualitas pelayanan.

Warga Sukmajaya itu mengaku belum mengetahui rencana IPO yang sedang dipersiapkan perusahaan.

"Sebagai konsumen mah yang penting air lancar, jernih," kata Yudi.

Ia mengaku puas dengan pelayanan PDAM, termasuk kemudahan koordinasi pengecekan meter air melalui WhatsApp.

Menurutnya, tarif PDAM juga masih tergolong wajar meski biaya abonemen mengalami kenaikan.

Ke depan, Yudi berharap kualitas air tetap terjaga, baik saat musim kemarau maupun musim hujan. (m38)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.