TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Ada satu hal yang sudah lebih dari satu dekade jadi syarat wajib untuk bisa di-WhatsApp orang lain, nomor telepon.
Mulai sekarang, persyaratan itu segera berubah.
WhatsApp resmi mengumumkan fitur username alias nama pengguna.
Lewat fitur baru ini, pengguna WhatsApp tidak perlu lagi membagikan nomor teleponnya untuk bisa dihubungi orang baru.
Cukup beri tahu username WhatsApp, sama seperti memberi tahu nama Instagram atau X (dulu Twitter), orang itu sudah bisa langsung mengirim pesan.
Yang menarik, pemilihan username sudah bisa dilakukan mulai sekarang.
Namun fitur ini baru akan benar-benar bisa dipakai pada akhir 2026 ini.
Meta selaku perusahaan induk WhatsApp memberi waktu pengguna untuk berebut nama yang mereka inginkan, sebelum sistem resmi diaktifkan untuk seluruh dunia.
Bagi pengguna platform pesan lain, seperti Telegram, Signal, Discord, atau X, fitur username mungkin terdengar biasa saja. Sudah ada sejak lama.
Sejak diluncurkan pada 2009, WhatsApp memang dirancang dengan nomor telepon sebagai identitas utama.
Logikanya, agar pengguna bisa otomatis menemukan kontak mereka dari buku telepon ponsel. Pola ini sangat berhasil.
WhatsApp tumbuh sangat cepat dan kini punya lebih dari 3 miliar pengguna di seluruh dunia. Namun ada satu masalah besar.
Setiap kali pengguna ingin terhubung dengan orang baru, entah itu teman sekolah baru, tetangga, kenalan di acara, atau klien bisnis, mereka harus selalu memberikan satu hal yang sangat pribadi, nomor telepon mereka.
Nomor telepon, kata WhatsApp dalam blog resminya, terikat ke begitu banyak bagian penting dalam hidup seseorang.
"Saat seseorang baru masuk ke hidupmu, baik itu teman sekelas, tetangga, atau seseorang yang kamu temui di acara, membagikan nomor telepon bisa terasa seperti langkah besar," tulis WhatsApp.
"Karena nomor telepon itu pribadi dan terikat ke begitu banyak bagian hidupmu. Kadang kamu hanya ingin mengobrol tanpa harus menyerahkan nomor teleponmu," lanjut WhatsApp.
Dirancang khusus untuk privasi
Yang membedakan username WhatsApp dengan platform lain adalah pendekatan yang fokus pada privasi.
Tidak akan ada direktori publik berisi daftar username yang bisa dicari.
Tidak akan ada rekomendasi nama saat seseorang mengetik.
Tidak akan ada algoritma yang menyarankan akun berdasarkan minat atau kontak bersama.
Orang lain harus tahu persis username seseorang baru bisa mengirim pesan untuk pertama kalinya.
"Kami mendesain ini sebagai fitur privasi inti," kata Alice Newton-Rex, Vice President of Product di WhatsApp.
Setelah fitur ini aktif, orang yang mengirim pesan ke pengguna atau bisnis untuk pertama kalinya tidak akan otomatis melihat nomor telepon mereka.
Ada fitur "kunci username"
Selain username itu sendiri, WhatsApp juga memperkenalkan fitur tambahan bernama username key alias kunci nama pengguna. Fitur ini sifatnya opsional.
Pengguna yang mengaktifkannya bisa meminta orang lain mengetahui dua hal sekaligus, yakni username dan kunci unik, baru bisa mengirim pesan.
Bayangkan seperti password tambahan. Tahu username saja tidak cukup. Harus tahu kuncinya juga.
Fitur ini cocok untuk orang yang sangat ketat soal privasi, atau yang ingin membatasi siapa saja yang bisa menghubungi mereka di WhatsApp.
Segera klaim sekarang
Untuk yang ingin mengamankan username tertentu, WhatsApp membuka pemesanan mulai 29 Juni 2026. Caranya cukup sederhana.
Pertama, pastikan aplikasi WhatsApp di ponsel sudah diperbarui ke versi terbaru, baik di iOS maupun Android.
Kedua, buka WhatsApp, lalu masuk ke menu Settings (Pengaturan), kemudian Account, lalu pilih Username.
Ketiga, ikuti prosesnya untuk membuat username baru atau memakai username yang sudah pernah dipakai di Instagram atau Facebook.
Untuk kreator, bisnis, dan organisasi yang sudah punya akun di Instagram dan Facebook, ada peluang mendapatkan username yang sama di WhatsApp.
Aturan dasar pemakaian username WhatsApp:
Akan diluncurkan bertahap
WhatsApp belum mengumumkan tanggal pasti kapan fitur username akan benar-benar aktif untuk semua pengguna.
Yang jelas, peluncurannya akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.
Akhir 2026 jadi target utama agar fitur ini bisa dipakai luas di seluruh dunia, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari blog resmi WhatsApp.
Peluncuran bertahap ini wajar mengingat skala pengguna WhatsApp yang sangat besar.
Mereka punya 3 miliar pengguna di lebih dari 180 negara, termasuk Indonesia yang jadi salah satu pasar terbesar WhatsApp di Asia Tenggara.
Sumber: Kompas.com