Kepulangan Jemaah Haji Kediri Diwarnai Kerinduan pada Kuliner Khas Kampung Halaman
Titis Jati Permata June 30, 2026 12:32 PM

 

SURYA.co.id, KEDIRI - Kerinduan pada hidangan khas kampung halaman menjadi salah satu cerita yang dibawa pulang ratusan jemaah haji asal Kabupaten Kediri setelah menuntaskan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Di balik cuaca ekstrem dan padatnya aktivitas ibadah selama hampir 40 hari, sepiring nasi pecel lengkap dengan urap atau kulupan menjadi makanan yang paling dirindukan.

Baca juga: Bahagia dan Haru Warnai Kepulangan Jemaah Haji Trenggalek, Tiga Jemaah Wafat di Arab Saudi

Kerinduan itu dituturkan Winarti, seorang jemaah asal Desa Srikaton, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, saat tiba kembali ke tanah air, Selasa (30/6/2026) pagi.

Selama hampir 40 hari berada di Arab Saudi, kerinduan terbesar Winarti justru tertuju pada makanan khas kampung halamannya.

"Yang paling kangen itu nasi pecel pakai urap atau kulupan. Itu yang paling saya rindukan selama di sana," tuturnya kepada SURYA.coid, sambil tersenyum.

Pelayanan di Arab Saudi

Menurutnya, pelayanan selama berada di Arab Saudi berjalan sangat baik, mulai dari akomodasi hingga konsumsi.

"Alhamdulillah pelayanannya bagus sekali. Makan terjamin, semuanya terjamin. Yang sedikit menjadi kendala hanya antrean kamar mandi saat di Mina karena memang digunakan bersama oleh banyak jemaah," ucapnya.

Ia juga menilai menu makanan yang disediakan selama di Tanah Suci cukup memadai, meski cita rasanya berbeda dengan makanan Indonesia.

"Kalau konsumsi sangat bagus. Hanya saja kadang lidah orang Indonesia belum tentu cocok dengan makanan di sana. Tapi secara keseluruhan pelayanannya sangat baik," katanya.

Rasakan Cuaca Ekstrem

Selain harus beradaptasi dengan makanan, Winarti juga merasakan cuaca ekstrem selama menjalankan ibadah haji.

Suhu udara di Arab Saudi saat itu mencapai 44 hingga 46 derajat Celsius.

Meski demikian, ia mengaku kondisinya tetap terjaga karena mengikuti arahan petugas untuk membatasi aktivitas di luar hotel.

Sepulang dari Tanah Suci, Winarti berharap ibadah hajinya membawa perubahan dalam kehidupan pribadinya sekaligus menjadi doa bagi daerah asalnya.

"Semoga diberikan kesehatan, kelancaran rejeki semuanya dan Kabupaten Kediri lebih ayem tentrem lagi," ucapnya.

Tanpa Seremoni Penyambutan

Sementara itu, proses pemulangan jemaah haji di Kabupaten Kediri berlangsung tanpa seremoni penyambutan. 

Sebanyak tiga kloter jemaah haji asal Kabupaten Kediri tiba di halaman belakang Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, Jalan Soekarno-Hatta, Desa Katang, Kecamatan Ngasem, Selasa (30/6/2026) pagi. 

Setelahnya, para jemaah langsung dipertemukan dengan keluarga sebelum melanjutkan perjalanan menuju rumah masing-masing.

Penjemput Dibatasi

Sejak pukul 03.00 WIB, antrean kendaraan penjemput sudah mengular dari pintu timur kompleks Pemkab Kediri.

Untuk menghindari kepadatan, panitia membatasi setiap jemaah hanya dijemput maksimal dua orang anggota keluarga.

Petugas gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP turut membantu pengamanan serta mengatur arus penjemputan.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Kediri, sebanyak 1.213 calon jemaah haji diberangkatkan pada musim haji 2026.

Sebanyak 1.211 jemaah dijadwalkan kembali melalui empat kelompok terbang (kloter). Kloter 109, 110, dan 111 telah tiba pada Selasa (30/6/2026), sedangkan Kloter 112 dijadwalkan tiba pada Rabu (1/7/2026) pukul 03.00 WIB.

Masih Ada Jamaah Jalani Perawatan

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Kediri, Sumarlan, mengatakan tiga kloter pertama telah tiba dengan selamat setelah menyelesaikan rangkaian ibadah di Makkah dan Madinah.

Menurutnya, terdapat beberapa jemaah yang masih menjalani perawatan saat proses pemulangan.

Seorang jemaah dari Kloter 109 dirawat di Rumah Sakit Haji Surabaya, sementara satu jemaah lainnya menjalani perawatan di rumah sakit di Kabupaten Kediri.

"Kita doakan bersama semoga jemaah yang sedang menjalani perawatan segera diberikan kesembuhan sehingga bisa segera berkumpul kembali bersama keluarga yang telah menantikan kepulangan mereka," jelasnya.

Sumarlan menambahkan Pemerintah Kabupaten Kediri akan terus memberikan dukungan dalam penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari proses pemberangkatan hingga pemulangan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

"Harapan pemerintah daerah tentunya selalu hadir dalam kegiatan-kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan haji. Sehingga kita harapkan sedikit banyak meringankan beban masyarakat dan sekaligus memperlancar masyarakat dalam melakukan ibadah," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.