Harga Bumbu Dapur di Bener Meriah Melonjak, Cabai Merah jadi Rp 60 Ribu/Kg
Mawaddatul Husna June 30, 2026 01:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah

​TribunGayo.com, REDELONG - Harga sejumlah bumbu dapur di Pasar Simpang Tiga, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh terpantau mengalami kenaikan pada Selasa (30/6/2026). 

Lonjakan paling signifikan terjadi pada komoditas cabai dan tomat yang kini dijual lebih mahal dibanding pekan sebelumnya.

Seorang pedagang sayur di Pasar Simpang Tiga, Bener Meriah, Maryanto mengungkapkan bahwa beberapa bumbu dapur mengalami kenaikan harga yang cukup tajam.

  • ​Cabai merah melonjak menjadi Rp 60.000 per kilogram dari harga pekan lalu sebesar Rp 45.000 per kilogram.
  • ​Tomat merangkak naik menjadi Rp 20.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 15.000 per kilogram.
  • Bawang putih naik sebesar Rp 5.000, dari harga Rp 40.000 kini menjadi Rp 45.000 per kilogram.
  • ​Cabai caplak naik menjadi Rp 30.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp 20.000 per kilogram.

​Menurut Maryanto, salah satu pemicu kenaikan harga cabai merah dan tomat adalah menipisnya pasokan lokal yang berbanding terbalik dengan tingginya permintaan pasar.

​"Tomat dan cabai merah saat ini terpaksa didatangkan dari luar Bener Meriah.

Untuk komoditas tomat, banyak petani lokal yang gagal panen akibat cuaca ekstrem beberapa waktu lalu," ujar Maryanto.

​Berkah Panen, Bawang Merah Justru Turun

​Ditengah tren kenaikan harga komoditas lain, harga bawang merah justru mengalami penurunan yang cukup signifikan. 

Saat ini, bawang merah dibanderol seharga Rp 35.000 per kilogram, turun drastis dari harga sebelumnya yang mencapai Rp 50.000 per kilogram.

​"Kalau bawang merah turun karena petani lokal di Bener Meriah sedang memasuki masa panen.

Sementara itu, untuk komoditas lain seperti wortel, kentang, dan cabai nano harganya masih bertahan (stabil)," bebernya.

​Daya Beli Masyarakat Masih Lesu

​Sayangnya, kenaikan harga pangan ini belum diiringi dengan pulihnya daya beli masyarakat pascabanjir.

Aktivitas jual beli di pasar tradisional tersebut terpantau masih sepi.

​"Kondisi ekonomi masyarakat belum sepenuhnya stabil. Jadi, pembelian masih belum normal dan pasar cenderung sepi saat ini," pungkas Maryanto. (*)

Baca juga: Dampak Jalan Rusak Pascabencana, Okupansi Penginapan di Bener Meriah Anjlok, Pengusaha Mengeluh

Baca juga: Serentak! 135 Kampung di Bener Meriah Bakal Punya Pemimpin Baru, Ini Jadwal Pelantikannya

Baca juga: Perbaikan Jalan Nasional Enang-enang Bener Meriah Swadaya Warga Capai 95 Persen, Rampung Pekan Depan

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.