Perbedaan Prodi Bahasa Inggris dengan Sastra Inggris UGM, Mau Pilih Mana?
Joko Widiyarso June 30, 2026 02:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM – Pernahkah Tribunners melihat-lihat program studi apa saja yang ada di Universitas Gadjah Mada?

Ada beberapa program studi di UGM yang mirip antara satu sama lain.

Misalnya, Program Studi Teknik Elektro dengan Teknologi Rekayasa Elektro dari klaster saintek.

Dari klaster soshum, terdapat Program Studi Bahasa Inggris dan Sastra Inggris.

Sekilas, kedua program studi tersebut hanya berbeda satu kata, bahasa dan sastra.

Padahal, kedua program studi tersebut menawarkan alur belajar yang berbeda.

Perbedaan-perbedaan ini perlu diketahui oleh calon mahasiswa sebelum memilih program studi tersebut.

Perbedaan antara kedua program studi tersebut dapat dikelompokkan berdasarkan:

Gelar akademik

Gelar akademik bagi lulusan Program Studi Sarjana Terapan Bahasa Inggris adalah Sarjana Terapan Linguistik (S.Tr.Li.).

Sementara itu, gelar akademik bagi lulusan Program Studi Sarjana Sastra Inggris adalah Sarjana Sastra (S.S.).

Fakultas yang menaungi

Program Studi Sarjana Terapan Bahasa Inggris berada di bawah naungan Sekolah Vokasi.

Di sisi lain, Program Studi Sarjana Sastra Inggris berada di bawah naungan Fakultas Ilmu Budaya.

Meskipun berada di fakultas yang berbeda, kedua program studi di atas berada di klaster yang sama, yaitu klaster soshum.

Fokus keilmuan

Program Studi Sarjana Terapan Bahasa Inggris lebih berfokus pada penerapan keterampilan bahasa Inggris di dunia profesional.

Mahasiswa dipersiapkan untuk lulus dalam keadaan siap bekerja di bidang komunikasi bisnis dan kehumasan (public relations), berbekal kemampuan komunikasi, media digital, serta penguasaan teknologi pendukung.

Sementara itu, Program Studi Sastra Inggris berfokus pada kajian akademik mengenai bahasa, linguistik, sastra, serta budaya berbahasa Inggris.

Mahasiswa tidak hanya belajar berbicara dan menulis dalam bahasa Inggris, melainkan juga mempelajari struktur bahasa, teori linguistik, karya sastra, serta fenomena budaya dan sosial yang berkaitan dengan dunia berbahasa Inggris.

Kurikulum

Program Studi Sarjana Terapan Bahasa Inggris menerapkan kurikulum yang lebih banyak praktik daripada teori.

Oleh karena itu, mata kuliah yang ditempuh mahasiswa lebih banyak mengenai penerapan bahasa Inggris daripada bahasa Inggris secara teoretis.

Sementara itu, Program Studi Sarjana Sastra Inggris menerapkan kurikulum yang lebih banyak teori daripada praktik.

Oleh karena itu, mata kuliah yang ditempuh mahasiswa lebih banyak mengenai kajian sastra dan linguistik secara teoretis dibandingkan penerapan bahasa Inggris.

Metode pembelajaran

Program Studi Sarjana Terapan Bahasa Inggris SV UGM menerapkan pendekatan vokasional yang lebih fokus pada praktik dan simulasi dunia kerja.

Mahasiswa dibekali keterampilan teknis yang dapat langsung diterapkan di lapangan, mulai dari komunikasi bisnis, pembuatan konten, pengelolaan hubungan media, hingga kemampuan menggunakan teknologi dan media digital.

Sebaliknya, Program Studi Sastra Inggris menerapkan pendekatan pembelajaran yang lebih akademis dan analitis.

Mahasiswa akan banyak membaca, menulis esai, menganalisis teks, melakukan penelitian, dan mendiskusikan teori-teori kebahasaan maupun sastra.

Prospek kerja

Lulusan dari Program Studi Sarjana Terapan Bahasa Inggris dapat bekerja di sektor profesional dan industri sebagai praktisi public relations, konsultan komunikasi, serta staf hubungan masyarakat di perusahaan nasional maupun multinasional, lembaga internasional, instansi pemerintah, BUMN, hingga organisasi non-pemerintah.

Di sisi lain, lulusan dari Program Studi Sastra Inggris dapat bekerja sebagai penulis, editor, penerjemah, pengajar bahasa Inggris, peneliti, pekerja di bidang diplomasi budaya, hingga profesional di industri kreatif dan media.

Namun, tak menutup kemungkinan jika lulusan dari kedua program studi tersebut dapat bekerja di sektor lain.

Program studi mana yang lebih baik?

Tidak ada program studi yang lebih baik atau lebih buruk karena keduanya memiliki tujuan yang berbeda.

Jika Tribunners tertarik mendalami bahasa, sastra, budaya, penelitian, serta gemar menganalisis dan menulis, Program Studi Sastra Inggris di FIB UGM dapat menjadi pilihan yang tepat.

Namun, apabila Tribunners berminat untuk mengasah kemampuan berbahasa Inggris yang aplikatif dan mempersiapkan diri untuk terjun langsung ke dunia kerja di bidang komunikasi dan kehumasan, Program Studi Sarjana Terapan Bahasa Inggris di SV UGM merupakan pilihan yang lebih sesuai.

Pada akhirnya, pilihan terbaik untuk diri masing-masing adalah program studi yang paling sejalan dengan minat, gaya belajar, dan rencana karier di masa depan.

Sekarang Tribunners sudah terbayang perbedaannya, kan?

Jadi, lebih tertarik bergabung di program studi yang mana?

(MG Hasna Aulia Syafitri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.