Joshua Kimmich Akui Jerman Layak Tersingkir, Julian Nagelsmann Tolak Mundur
Irsan Yamananda June 30, 2026 02:20 PM

TRIBUNLOMBOK.COM - Perjalanan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026 berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan. Die Mannschaft harus angkat koper setelah kalah dramatis dari Paraguay melalui adu penalti pada babak gugur.

Kekalahan ini menjadi salah satu kejutan terbesar sepanjang turnamen sekaligus memperpanjang periode sulit Jerman di ajang Piala Dunia. Usai pertandingan, kapten Joshua Kimmich menyampaikan pengakuan yang mengejutkan, sementara pelatih Julian Nagelsmann menegaskan dirinya tidak berniat mengundurkan diri.

Jerman Tersingkir Lewat Adu Penalti Dramatis

Jerman harus mengakui keunggulan Paraguay setelah kalah 3-4 dalam adu penalti. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 1-1 hingga berakhirnya babak perpanjangan waktu.

Paraguay membuka keunggulan melalui Julio Enciso pada menit ke-42 sebelum Kai Havertz menyamakan kedudukan pada awal babak kedua.

Jerman sebenarnya sempat mencetak gol lewat sundulan Jonathan Tah di babak tambahan waktu. Namun gol tersebut dianulir wasit karena terjadi pelanggaran terhadap penjaga gawang Paraguay.

Pada babak adu penalti, Kai Havertz, Nick Woltemade, dan Jonathan Tah gagal menjalankan tugasnya sehingga Paraguay memastikan kemenangan dan melaju ke babak berikutnya.

Hasil ini menjadi sejarah buruk bagi Jerman karena untuk pertama kalinya mereka kalah dalam adu penalti di ajang Piala Dunia. Sebelumnya, Die Mannschaft selalu menang dalam empat adu penalti sebelumnya, termasuk saat menghadapi Prancis (1982), Meksiko (1986), Inggris (1990), dan Argentina (2006).

Joshua Kimmich: Kami Memang Pantas Tersingkir

Para pemain Jerman berdiri di atas lapangan pada akhir pertandingan sepak bola Grup E Piala Dunia 2022 Qatar antara Kosta Rika dan Jerman di Stadion Al-Bayt di Al Khor, utara Doha pada 1 Desember 2022. Pelatih Timnas Jerman, Hansi Flick dituding pilih kasih selama meramu skuadnya di Piala Dunia 2022.
Para pemain Jerman berdiri di atas lapangan pada akhir pertandingan sepak bola Grup E Piala Dunia 2022 Qatar antara Kosta Rika dan Jerman di Stadion Al-Bayt di Al Khor, utara Doha pada 1 Desember 2022. Pelatih Timnas Jerman, Hansi Flick dituding pilih kasih selama meramu skuadnya di Piala Dunia 2022. (AFP/ INA FASSBENDER)

Usai pertandingan, Joshua Kimmich tidak mencari alasan atas kegagalan timnya.

Kapten Jerman tersebut mengakui bahwa performa Die Mannschaft sepanjang turnamen memang jauh dari harapan.

"Kami tidak bermain bagus melawan siapa pun. Kami kesulitan dalam tiga pertandingan menghadapi lawan yang sebenarnya bukan tim kelas dunia. Itu adalah fakta. Kami memang pantas tersingkir," ujar Kimmich.

Pernyataan itu mencerminkan kekecewaan besar di kubu Jerman setelah gagal memanfaatkan dominasi penguasaan bola saat menghadapi Paraguay.

Dalam pertandingan tersebut, tim asuhan Julian Nagelsmann menguasai sekitar 75 persen penguasaan bola, tetapi kesulitan membongkar pertahanan disiplin Paraguay dan hanya mampu menciptakan sedikit peluang berbahaya.

Julian Nagelsmann Tegaskan Tidak Akan Mundur

Meski berada di bawah tekanan besar, Julian Nagelsmann memastikan dirinya tidak akan mengundurkan diri sebagai pelatih Timnas Jerman.

Pelatih berusia 39 tahun itu menegaskan dirinya siap melanjutkan pekerjaannya apabila Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) masih memberikan kepercayaan.

"Saya siap jika DFB masih menginginkan saya. Jika mereka tidak menginginkan saya, mereka tinggal memberi tahu. Saya bukan orang yang melarikan diri dari tanggung jawab," kata Nagelsmann.

Kontrak Nagelsmann bersama Jerman masih berlaku hingga 2028.

Sejak ditunjuk sebagai pelatih pada 2023, mantan pelatih Bayern Munchen tersebut telah memimpin Jerman dalam 37 pertandingan dengan catatan 23 kemenangan, enam hasil imbang, dan delapan kekalahan.

Namun, kegagalan di Piala Dunia 2026 membuat masa depannya kembali menjadi sorotan, terlebih Jerman kini telah tersingkir lebih awal dalam tiga edisi Piala Dunia secara beruntun setelah gagal lolos dari fase grup pada 2018 dan 2022.

Mantan kiper Timnas Jerman, Jens Lehmann, menjadi salah satu sosok yang paling vokal mengkritik strategi Nagelsmann.

Menurut Lehmann, pergantian pemain yang dilakukan pelatih Jerman tidak memiliki arah yang jelas dan justru mengurangi kreativitas tim.

Ia mempertanyakan keputusan menarik keluar Leroy Sane dan Florian Wirtz saat Jerman sedang membutuhkan gol.

Lehmann juga menilai masuknya Jamal Musiala belum cukup untuk mengubah permainan karena Jerman kehilangan pemain yang mampu mengatur ritme serangan.

Selain itu, ia mempertanyakan keputusan memainkan Waldemar Anton di posisi yang tidak biasa sehingga membuat keseimbangan permainan tim terganggu.

Menurut Lehmann, pergantian pemain tersebut lebih terlihat sebagai perubahan tanpa perencanaan matang daripada solusi taktis.

Kegagalan di Piala Dunia 2026 dipastikan akan memicu evaluasi besar-besaran di tubuh Timnas Jerman.

Meski Joshua Kimmich mengakui timnya memang layak tersingkir dan Julian Nagelsmann menolak mundur, tekanan terhadap federasi untuk melakukan perubahan diperkirakan akan semakin besar.

Kini keputusan berada di tangan DFB, apakah tetap mempertahankan Nagelsmann hingga kontraknya berakhir pada 2028 atau memulai era baru demi mengembalikan kejayaan Die Mannschaft di panggung sepak bola dunia.

Baca juga: Piala Presiden Kembali Bergulir, Jadi Ajang Pemain Muda NTB Unjuk Gigi

(TribunLombok/ Irsan Yamananda/ Sportskeeda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.