Pesona Jawa di Jantung Tangsel: Mengisi Libur Sekolah Bersama Keluarga ke Kampung Budaya Wadassari
Tim TribunStyle June 30, 2026 03:07 PM

TRIBUNSTYLE.COM - Yuk, intip Kampung Budaya Jawa Wadassari di Tangsel! Pas banget buat isi libur sekolah edukatif & seru bareng keluarga tanpa macet luar kota.

Musim libur sekolah pertengahan tahun 2026 telah tiba. Bagi para orang tua yang sedang mencari alternatif liburan yang edukatif, seru, dan ramah di kantong tanpa harus terjebak macet panjang ke luar kota, sebuah destinasi budaya tersembunyi kini tengah bersiap menyambut kehadiran keluarga Anda di pusat Kota Tangerang Selatan.

Terletak di Kelurahan Pondok Betung, Kecamatan Pondok Aren, Kampung Wadassari kini bersolek menjadi destinasi Kampung Budaya Jawa pertama di Tangerang Selatan. Kawasan ini menawarkan paket lengkap wisata edukasi tradisi bagi anak-anak serta ruang bernostalgia yang hangat bagi seluruh anggota keluarga.

LIBURAN - Kampung Wadassari terletak di kelurahan Pondok Betung, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan akan dijadikan sebagai destinasi Kampung Budaya Jawa di Tangerang Selatan. (TribunTangerang.com/Rafzanjani Simanjorang)

Menariknya, atmosfer guyub dan kentalnya adat Jawa di perkampungan ini lahir secara organik dari denyut nadi masyarakatnya sehari-hari. Slamedi Karso, Ketua Destinasi Kampung Budaya Jawa Wadassari, mengungkapkan bahwa keunikan wilayahnya ditopang oleh latar belakang demografis warga dari 11 RT setempat yang sangat solid.

"Kebetulan di kampung ini hampir 97 persen penduduknya orang Jawa. Kebetulan juga kesenian Jawa Tengah dan Jawa Timur hampir ada semua di sini," kata Slamedi Karso saat ditemui.

Kehadiran kantong budaya ini sekaligus mengisi kerinduan akan ruang rekreasi tematik Nusantara di wilayah metropolitan Tangerang Selatan yang semakin berkembang pesat.

"Jadi, alangkah baiknya kalau dibuat destinasi wisata. Kalau dilihat sekarang, kampung Cina ada, kampung Sunda ada, kampung Betawi ada, jadi kenapa kampung Jawa tidak ada? Padahal di sini ada semuanya, bahkan kulinernya," sambung Slamedi Karso menekankan pentingnya kehadiran destinasi ini.

Pusat Belajar Bahasa dan Seni: Alternatif Liburan Antigadget

Pria yang akrab disapa Medi ini menerangkan, dengan hadirnya destinasi Kampung Jawa ini, tujuan utamanya tidak lain adalah untuk pelestarian budaya Jawa secara berkelanjutan. Di era digital seperti sekarang di mana anak-anak sangat lekat dengan gawai, Kampung Wadassari menawarkan pengalaman langsung (live-in experience) yang interaktif.

Selain menyuguhkan visual ornamen yang memanjakan mata, Kampung Wadassari juga diproyeksikan menjadi pusat belajar bahasa Jawa langsung bagi generasi muda. Anak-anak dapat mengisi hari liburnya dengan mengenal unggah-ungguh (tata krama), kosakata dasar, hingga aksara Jawa secara menyenangkan bersama para tutor lokal.

Ide besar untuk menyulap kampung ini menjadi destinasi wisata edukasi keluarga ternyata bukan program instan. Perjalanan panjang telah dilalui oleh komunitas lokal demi menyusun konsep matang yang legal dan terstruktur.

"Ide ini sebenarnya sudah lama ada. Namun, pada 2017 lalu saya fokus untuk menggalakkan ini, dan membuatnya ada (legal). Saya ajak warga, dan warga pun mendukung," kenang Medi mengenai awal mula pergerakan perkampungan tersebut.

Harmoni Dua Sisi Budaya dan Rencana Pertunjukan Reguler

Meskipun warga setempat membawa pengaruh dari dua wilayah yang berbeda, yakni Jawa Tengah dan Jawa Timur, perbedaan gaya tersebut justru menjadi nilai tambah yang memikat bagi wisatawan keluarga yang berkunjung. Menurut Medi, perbedaan karakter budaya itu justru membuat warga mereka semakin bersatu dan kompak memajukan kebudayaan Jawa di tanah rantau.

LIBURAN - Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan saat meninjau Kampung Wadassari di Pondok Betung, Pondok Aren.
LIBURAN - Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan saat meninjau Kampung Wadassari di Pondok Betung, Pondok Aren. (Kompas.com/DOK. Humas Pemkot Tangsel)

Saat ini, pihak pengelola tengah meramu penempatan ideal bagi ragam kesenian yang ada di Wadassari. Hal ini dipersiapkan matang agar nantinya setiap pengunjung yang datang bisa langsung merasakan sensasi otentik atau mengenal seluk-beluk tanah Jawa hanya lewat satu kali kunjungan ke Wadassari.

"Nanti akan ada pondopo juga. Kemudian dari gapura hingga masuk ke gang-gang warga akan ada ciri khas Jawa atau ornamen Jawa. Sehingga budaya Jawa akan sangat kental terasa di sini," jelasnya memaparkan rencana tata ruang kampung.

Jika sebelumnya kesenian tradisional hanya bisa dinikmati pada momen-momen tertentu, ke depan, agenda tersebut akan ditransformasikan menjadi suguhan berkala yang atraktif untuk memanjakan para pelancong keluarga di musim liburan sekolah.

"Kemudian, yang telah direncanakan akan ada penampilan budaya Jawa seperti reog dan wayang. Kalau sekarang kan tampil hanya saat acara-acara saja. Tapi setelah ini jadi destinasi, maka itu akan ada di sini," tambahnya antusias.

Menutup perbincangan, Slamedi Karso pun menaruh harapan besar agar ikhtiar baiknya bersama seluruh warga Kampung Wadassari dalam mewujudkan Kampung Jawa ini mendapatkan respons positif dan sokongan penuh dari jajaran birokrasi daerah.

"Harapannya, dengan dukungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan ini segera terwujud," pungkasnya penuh harap.

( TribunTangerang.com / Rafzanjani Simanjorang / Tribunstyle.com / Selviana Safitri )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.