TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK – Akses jalan poros desa yang menghubungkan Kecamatan Cimarga dan Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, mengalami longsor pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Akibat peristiwa tersebut, akses menuju tiga desa terdampak, yakni Desa Intenjaya dan Desa Gunung Anten di Kecamatan Cimarga, serta Desa Cikulur di Kecamatan Cikulur terganggu.
Kepala Desa Intenjaya, Mohamad Syahril Romdhon, mengatakan jalan yang longsor merupakan akses vital bagi aktivitas masyarakat.
"Iya, kejadian longsornya malam. Itu jalan poros desa yang menghubungkan tiga desa dari dua kecamatan," ujar Syahril saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, jalan tersebut menjadi jalur utama warga untuk berbagai keperluan, mulai dari pendidikan, pelayanan kesehatan, pertanian, hingga kegiatan perekonomian.
Baca juga: Pererat Silaturahmi Antarpemuda, 19 RT Meriahkan Turnamen Sepak Bola Desa Sumberwaras Malingping
"Iya, ini akses vital, baik untuk pendidikan, kesehatan, pertanian, maupun perekonomian warga," katanya.
Saat ini, jalan yang longsor belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat karena dikhawatirkan longsor akan semakin meluas.
Warga setempat pun bergotong royong melakukan penanganan sementara dengan merapikan material longsoran serta memasang tanda peringatan bagi pengendara yang melintas.
"Belum bisa dilalui. Kami khawatir longsornya melebar, ditambah kondisi badan jalan di tengah sudah berlubang. Sekarang masyarakat sedang merapikan dan memasang peringatan seadanya," ujarnya.
Syahril menduga longsor terjadi akibat kondisi tanah yang labil serta tidak adanya konstruksi penahan tanah berupa bronjong di lokasi tersebut.
"Faktor tanahnya memang sudah labil karena tidak ada bronjong," katanya.
Ia berharap pemerintah segera melakukan penanganan agar akses masyarakat dapat kembali normal.
"Kalau tidak segera diperbaiki, warga harus memutar dengan jarak yang bisa sampai lima kali lebih jauh dari biasanya," pungkasnya.