Jangan Kaget! 5 Makanan Favorit Orang Indonesia Ini Berakar dari Belanda
GH News June 30, 2026 03:08 PM
Jakarta -

Pengaruh Belanda terhadap kuliner Indonesia begitu kuat. Buktinya ada pada 5 makanan favorit orang Indonesia ini yang ternyata 'warisan' kuliner Belanda.

Pernah berada di Indonesia selama lebih dari 3 abad membuat Belanda memengaruhi Indonesia dalam beberapa hal, salah satunya jejak kuliner. Banyak bukti pengaruh kuliner Belanda terhadap makanan khas Tanah Air.

Uniknya kuliner warisan kolonial Belanda itu diadaptasi dengan bumbu lokal sehingga punya rasa dan tampilan unik. Meskipun menggunakan resep yang sama tetapi, cita rasanya disesuaikan dengan selera masyarakat Indonesia.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 5 makanan favorit orang Indonesia yang ternyata berakar dari Belanda:

1. Semur

Nama semur, olahan daging yang direbus perlahan dengan berbagai bumbu rempah, konon berasal dari bahasa Belanda yaitu 'smoor' yang berarti 'rebusan'.

Semur kemudian ditambahkan beragam rempah khas Indonesia, seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, kemiri, lada, jahe, lengkuas, dan lainnya. Semur juga menggunakan kecap manis dan gula Jawa sehingga warnanya cokelat pekat dan rasanya manis.

Dalam sebuah wawancara, ahli kajian budaya, Dr. Phil Lily Tjahjandari pernah mengungkap asal-usul semur. "Ketika itu, orang Eropa yang bisa memasak dengan rempah-rempah dianggap sebagai kalangan aristokrat. Hidangan semur ini diterima dengan baik oleh lidah kaum priyayi Belanda, dan menjadi menu rijsttafel," ujarnya.

Selain daging sapi, semur juga bisa dikreasikan dengan bahan makanan lain, seperti daging ayam, kentang, tahu, tempe, dan jengkol. Bahkan semur jengkol menjadi salah satu makanan khas Jakarta yang masih populer sampai sekarang.

2. Klappertart

KlappertaartFoto: iStock

Dari namanya saja sudah bisa dilihat kalau klappertart memiliki pengaruh Belanda. Penamaan dessert khas Manado ini berasal dari kata 'klapper' yang merujuk pada kata 'kelapa' dan 'taart' yang berarti 'kue' dalam bahasa Belanda.

Mengutip essay berjudul 'Klappertaart: an Indonesian-Dutch influenced traditional food', para pedagang Belanda yang datang ke Manado memperkenalkan resep klappertart setelah menyadari kekayaan hasil kelapa Indonesia yang melimpah.

Makanan yang dikonsumsi oleh bangsa Belanda golongan menengah ke atas ini menggunakan bahan dasar daging kelapa, kacang kenari, kismis, kayu manis, dan tepung terigu.

3. Selat Solo

Selat Solo atau sering disebut sebagai bistik Jawa merupakan perpaduan bistik dan salad yang berasal dari kata 'slachtje' dan 'biefstuk' dalam bahasa Belanda. Makanan ini muncul setelah bangsa Belanda kurang cocok dengan makanan dari Keraton yang dominan terbuat dari sayur.

Orang Belanda biasa menikmati steak yang terbuat dari daging berukuran besar dan dimasak setengah matang. Namun, Raja-raja Kasunanan Solo tidak terbiasa mengonsumsi sajian daging yang diolah setengah matang.

Hingga akhirnya muncul inovasi mengolah daging yang dikenal sebagai Selat Solo. Berupa daging sapi cincang yang dicampur sosis, tepung roti, dan telur. Bahan-bahan tersebut dicampur dan dibentuk memanjang, seperti lontong dan dibungkus daun pisang.

Olahan daging tersebut lalu dikukus hingga matang dan didiamkan hingga dingin. Setelah itu, olahan daging tersebut diiris tebal dan digoreng dengan sedikit margarin.

4. Kue Cubit

Ilustrasi kue cubitFoto: Getty Images/iStockphoto/MielPhotos2008

Siapa sangka kue cubit yang populer sebagai jajanan kaki lima di Indonesia juga mendapat pengaruh dari Belanda. Kabarnya kue cubit berakar dari poffertjes. Bentuk dan rasanya dinilai mirip.

Kue cubit terbuat dari adonan tepung terigu, telur, gula, air, dan bahan lainnya. Rasanya manis dan teksturnya empuk serta lembut. Selain versi polos, kue cubit juga bisa ditambahkan cokelat meisjes atau chocochip.

5. Perkedel

Perkedel serupa dengan frikadeller khas Belanda. Cara membuatnya, kentang direbus, dikukus, ataupun digoreng sebelum dihaluskan. Setelah itu dicampur sejmlah bumbu halus, seperti bawang, lada, dan garam.

Adonan ini lalu dicelupkan ke dalam kocokan telur, baru digoreng sampai matang. Tak hanya kentang saja, kini perkedel bisa dimodifikasi dengan bahan lain, seperti suwiran ayam, potongan ati ampela, daging sapi, kornet, sosis, dan lainnya. Bahan utamanya juga bisa diganti dengan tahu yang dihaluskan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.