Apa Saja Aturan Adu Penalti di Piala Dunia 2026?
Rina Kusumawati June 30, 2026 03:41 PM

Babak gugur Piala Dunia 2026 telah dimulai dengan laga-laga seru di babak 32 besar. Pertandingan antara Jerman dan Paraguay menjadi duel pertama yang harus ditentukan lewat perpanjangan waktu dan adu penalti, setelah keduanya bermain imbang 1-1 selama 120 menit di Boston.

Adu penalti pertama kali diperkenalkan pada Piala Dunia 1978 dan sejak itu menjadi ciri khas sepak bola sistem gugur. Final Piala Dunia 2022 bahkan ditentukan melalui adu penalti, seperti halnya edisi 1994 dan 2006.

Saat ini, format tersebut dianggap sebagai salah satu cara paling menegangkan – namun juga paling kejam – untuk menentukan pemenang pertandingan. Hampir tidak ada tim yang bisa menjuarai Piala Dunia tanpa melewati tekanan perpanjangan waktu atau adu penalti (dan sering kali keduanya).

Pada tahun 2026, diperkirakan akan banyak drama di babak gugur karena turnamen kali ini memiliki format yang lebih panjang. Berikut penjelasan mengenai bagaimana sistem adu penalti diterapkan pada edisi tahun ini.

Lionel Messi termasuk di antara pemain yang gagal mengeksekusi penalti di waktu normal dalam turnamen tahun ini.

Jika pertandingan masih berakhir imbang setelah 30 menit perpanjangan waktu, maka laga akan dilanjutkan ke babak adu penalti.

Sebelum penalti pertama diambil, wasit akan melakukan dua kali lempar koin. Lemparan pertama menentukan tim mana yang menendang terlebih dahulu, sementara lemparan kedua menentukan sisi gawang yang akan digunakan. FIFA sempat mengajukan usulan untuk mengubahnya menjadi satu kali lempar koin saja – di mana pemenang lemparan memilih satu faktor dan pihak yang kalah memilih faktor lainnya – namun perubahan tersebut belum diterapkan pada Piala Dunia kali ini.

Setiap tim mendapat lima kesempatan menendang, dengan penendang dilakukan secara bergantian. Hanya pemain yang masih berada di lapangan pada akhir waktu normal (setelah tambahan waktu) yang berhak mengambil penalti.

Apabila kedua tim mencetak jumlah gol yang sama dari lima tendangan pertama, maka adu penalti berlanjut ke tahap “sudden death”. Dalam situasi ini, tim bergantian menendang satu per satu, dan tim pertama yang gagal mencetak gol otomatis kalah dalam adu penalti.

Pemain tidak diperkenankan memanfaatkan bola pantul dalam adu penalti, dan penjaga gawang wajib tetap berada di garis gawang ketika berusaha melakukan penyelamatan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.