Aksi menjijikkan dilakukan oleh seorang pelanggan di sebuah restoran sushi conveyer belt di Jepang. Karena aksinya tidak bisa ditolerir, alhasil ia dikenakan denda Rp 55 juta!
Selain rasa enak, suasana santai, pilihan beragam, kepraktisan, serta harga murah menjadi daya tarik utama restoran sushi conveyor belt di Jepang. Di jaringan restoran besar, pelanggan bahkan bisa menikmati sepiring sushi berisi dua potong hanya dengan harga 200 yen (Rp 22.066) atau kurang.
Berdiri sebagai sebuah restoran, tentu pengelola juga memperhatikan keamanan dan kebersihan makanan yang disajikan ke pelanggan. Sayangnya, oknum tidak terduga bisa saja merusak hal tersebut, seperti insiden yang terjadi di restoran conveyer belt sushi ini.
Baru-baru ini insiden menghebohkan terjadi di restoran Hama Sushi, prefektur Saitama, Jepang ketika seorang pria diduga merusak keamanan pangan di restoran tersebut.
Dilansir dari japantoday.com (29/6), pria 43 tahun itu masuk ke cabang Hama Sushi kota Tsurugashima pada tanggal 27 Mei. Kemudian ia merekam dirinya sedang mengambil sepiring sushi tuna dari conveyer belt.
Namun, setelahnya pria ini tidak langsung makan sushi tersebut. Pelanggan itu justru mengeluarkan wadah sabun cuci piring dari tasnya dan menyemprotkan cairan dari botol tersebut ke sushi. Ia kemudian mengunggah video aksinya ke media sosial.
Akibat aksi menjijikkannya, pria tersebut ditangkap. Ketika ditanya alasannya melakukan hal tersebut dan mengunggahnya secara online, pria ini mengaku ingin mendapatkan banyak penonton.
Pria tersebut lalu ditangkap atas tuduhan menghalangi kegiatan usaha secara paksa dan pengadilan tingkat rendah di Kawagoe Saitama kini telah mengeluarkan vonisnya. Mereka meminta pria tersebut membayar denda sebesar 500.000 yen atau sekitar Rp 55.168.700.
Usai kejadian ini, banyak netizen menunjukkan kemarahan mereka, merasa vonisnya tidak setara dengan aksi berbahaya yang dilakukan oleh pria tersebut. Namun, salah satu faktor dalam keputusan tersebut mungkin disebabkan karena pria ini cairan di dalam botol cuci piring tersebut hanyalah air.
Ini dia restoran coveyer belt sushi, tempat terjadinya insiden ini. Foto: Sleiman Azizi
|
Meskipun video tidak menunjukkan apa yang terjadi pada sushi setelah disemprotkan cairan, menurut Japan Today, sushi tersebut hanya ditujukkan untuk dirinya, sehingga kemungkinannya kecil orang lain mengonsumsi sushi tersebut.
Usai mengetahui kejadian ini, restoran Hama Sushi melakukan tindakan pencegahan. Mereka melakukan disinfeksi area yang mungkin terkontaminasi dalam restoran.
Karyawan juga harus meluangkan waktu ekstra menanggapi keluhan dan pertanyaan pelanggan tentang insiden tersebut. Hal tersebut berujung pada putusan bahwa pria ini bersalah karena telah menghalangi lajunya bisnis secara paksa.
Di tahun 2023, kejadian serupa sudah pernah terjadi di sejumlah restoran conveyer belt sushi di Jepang, seperti Sushiro, Kura Sushi, dan Hamazushi.
Di Sushiro, seorang pelanggan didapati menjilati jarinya dan menyentuh makanan-makanan lain di restoran sushi tersebut.
Kejadian serupa juga pernah terjadi di restoran conveyer belt sushi Jepang. Foto: iStock
|
Pria tersebut juga menjilati botol bumbu dan cangkir lalu meletakkannya kembali ke tumpukan makanan berjalan lainnya. Belum diketahui apakah pelaku teror sushi menjijikkan yang terjadi baru-baru ini sama seperti tiga tahun lalu atau berbeda.







