TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membuka peluang lulusan SMK untuk bekerja di luar negeri.
Salah satunya SMKN 61 Jakarta di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, yang telah mengirim sekitar 30 alumninya bekerja di Jepang dalam lima tahun terakhir.
Kepala SMKN 61 Jakarta, Firdaus, mengatakan penempatan kerja ke Jepang dilakukan melalui kerja sama dengan sejumlah lembaga pelatihan kerja dan mendapat dukungan dari program Kemendikdasmen.
Melalui skema tersebut, proses persiapan hingga keberangkatan siswa menjadi lebih mudah.
"Kalau di dalam negeri kan biasa, tapi kita memang fokusnya ke pekerjaan di luar negeri untuk belakangan ini. Salah satunya Jepang," kata Firdaus dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026).
Pada 2026, sebanyak 10 siswa tengah dipersiapkan untuk mengikuti program penempatan kerja ke Jepang.
Mereka saat ini menjalani pelatihan sebelum diberangkatkan setelah memenuhi seluruh persyaratan.
"10 orang itu ke luar negeri melalui bantuan kementerian. Jadi karena metode bantuannya itu, siswa akan lebih mudah untuk ke luar negeri," ujarnya.
Firdaus menjelaskan, lulusan SMKN 61 yang bekerja di Jepang ditempatkan di berbagai sektor sesuai kebutuhan industri, seperti agribisnis perikanan, konstruksi, hingga bidang lainnya.
Penempatan tersebut tidak selalu harus sesuai dengan jurusan yang ditempuh di sekolah.
"Macam-macam, ada yang agribisnis perikanan, ada yang konstruksi. Memang tidak mutlak harus linier dengan bidang kompetensi yang ada di sekolah. Biasanya sesuai dengan kebutuhan yang ada di industri," katanya.
Untuk mendukung program tersebut, SMKN 61 telah menggandeng sejumlah mitra penempatan kerja di Jepang, di antaranya Jish dan Breksa.
Sebelum berangkat, siswa juga dibekali pelatihan intensif, termasuk kemampuan berbahasa Jepang yang mulai dipersiapkan sejak kelas XII.
Selain kompetensi teknis, sekolah juga menerapkan pendidikan ketarunaan untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan kemandirian siswa.
Menurut Firdaus, aspek mental menjadi salah satu tantangan terbesar bagi lulusan yang bekerja di luar negeri.
"Yang jadi masalah ketika siswa berangkat ke luar negeri adalah kemandirian. Kemandirian yang tidak bisa jauh dari orang tua," ujarnya.
SMKN 61 Jakarta memiliki lima program keahlian, yakni Nautika Kapal Niaga, Teknika Kapal Niaga, Nautika Kapal Penangkapan Ikan, Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut, serta Kuliner.
Tiga program di antaranya telah memperoleh pengakuan internasional melalui standar International Convention on Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW), sehingga ijazah lulusannya diakui di industri pelayaran internasional.
Berada di kawasan Kepulauan Seribu juga menjadi nilai tambah karena siswa dapat menjalani praktik langsung di laut.
Baca juga: Pemerintah Targetkan 10 Juta Warga Bekerja di Sektor Formal atau Jadi Wirausaha
Sekolah ini turut didukung fasilitas seperti bridge simulator, engine simulator, serta laboratorium penunjang untuk meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan industri global.