TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Hanya kendaraan roda dua yang sanggup bergerak tipis memanfaatkan celah kosong di tengah lumpuhnya jalur Solok-Padang akibat rentetan truk mogok dan kecelakaan di Panorama Dua.
Sementara itu, bagi pengendara yang berhasil lolos, titik Panorama Satu dilaporkan jauh lebih kondusif dan lancar meskipun harus sedikit mengantre di tanjakan.
Berdasarkan pantauan langsung di reporter Tribun Padang.com, Arif Ramanda di lapangan sekira pukul 08.30 WIB, antrean kendaraan dari arah Solok menuju Padang sudah mengular panjang hingga mencapai kawasan Lubuk Selasih.
Kemacetan ini membuat kendaraan roda empat atau lebih dari kedua sisi sama sekali tidak bisa bergerak dan terjebak dalam durasi yang cukup lama.
Baca juga: Cerita Kevin Terjebak 2 Jam di Jalan, Terlambat Pulang Kampung karena Sitinjau Lauik Macet Parah
Situasi di lapangan menggambarkan bagaimana para pengendara motor harus ekstra hati-hati saat meliuk-liuk di tengah kemacetan yang mengular tersebut.
Salah seorang pengendara motor, Rianda mengaku harus berjuang ekstra keras untuk bisa lolos dari kepungan kendaraan roda empat.
“Benar-benar rapat, kami harus pandai-pandai melihat celah di antara bumper mobil dan bak truk besar supaya bisa lewat," ujarnya di lokasi.
Memasuki kawasan Panorama Dua, titik sumbatan utama mulai terlihat jelas oleh para pengguna jalan yang melintas.
Di lokasi tersebut, terpantau ada satu unit truk besar yang mengalami kerusakan parah tepat di tengah jalan raya.
Baca juga: Terjebak Macet Sitinjau Lauik 3 Jam Putra Sopir Travel Rugi, Gagal Antar Penumpang Dua Kali
Kondisi ini diperparah karena tak jauh dari posisi truk rusak tersebut, terdapat satu unit truk lain yang jatuh terperosok ke pinggir jalan.
Pengendara motor lainnya dari Solok bernama Wandri menceritakan kengeriannya saat melintasi truk yang terperosok di pinggir jalan tersebut.
“Ngeri juga pas lewat di samping truk yang jatuh itu, jalannya sempit sekali dan tanah di pinggirnya agak labil, jadi harus sangat waspada," kata Adi.
Belum selesai di sana, tak jauh sebelum memasuki kawasan Panorama Satu, pengguna jalan kembali disuguhi pemandangan truk rusak lainnya yang memakan badan jalan.
Rentetan insiden kendaraan berbadan besar yang mengalami gangguan ini otomatis menghambat total laju kendaraan yang datang dari arah Solok.
Baca juga: FOTO Macet di Jalur Esktrem Sitinjau Lauik Jalan Lintas Padang-Solok
Pemotor lain Raman Khalid juga mengeluhkan betapa melelahkannya jalur Sitinjau Lauik pagi ini akibat kepulan asap knalpot truk yang mandek.
“Kopling motor sampai terasa panas karena harus stop dan gas terus di tanjakan, beruntung motor masih bisa selip-selip di ruang kosong," keluhnya.
Namun, situasi yang kontras justru terlihat saat memasuki kawasan Panorama Satu sekitar pukul 10.20 WIB.
Di titik Panorama Satu ini, arus lalu lintas justru terpantau relatif lancar dan jauh dari kondisi lumpuh total.
Meskipun sempat terjadi sedikit antrean kendaraan yang menunggu giliran untuk menanjak, hal tersebut dinilai sebagai pemandangan yang biasa terjadi di jalur ekstrem ini.
Baca juga: Cerita Sopir Travel Dharmasraya-Padang Terjebak Macet Parah di Sitinjau Lauik, Penumpang Pasrah
Para pengendara yang berhasil lolos dari titik sumbatan sebelumnya tidak perlu mengantre terlalu lama hingga mengular di kawasan Panorama Satu tersebut.
Kelancaran di titik ini juga didukung karena di dekat kawasan Panorama Satu sama sekali tidak terlihat adanya kendaraan yang mengalami kerusakan atau mogok.
Guna mengurai benang kusut kemacetan ini, sejumlah petugas kepolisian sudah tampak bersiaga dan sibuk mengatur lalu lintas di sepanjang jalur.
Selain faktor truk rusak, antrean kendaraan yang bergantian untuk menaiki tanjakan curam di Sitinjau Lauik juga menjadi pemicu bertambahnya volume kemacetan dari arah Solok.(*)