SURYA.CO.ID JOMBANG - Nasib seribu pekerja tetap PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Jombang memasuki fase krusial setelah sengketa rencana pemutusan hubungan kerja berlanjut ke mediasi tingkat Provinsi Jawa Timur di Surabaya buruh menolak PHK dan tuntut keadilan sepihaknya
Ketegangan antara buruh dan manajemen kian meruncing setelah upaya penyelesaian di tingkat kabupaten tak menghasilkan titik temu.
Persoalan kini dibawa ke meja mediasi Dinas Tenaga Kerja Jawa Timur sebagai harapan terakhir untuk mencari jalan keluar atas rencana PHK yang menyasar ribuan pekerja.
Ketua Serikat Buruh Plywood Jombang (SBPJ), Hadi Purnomo, menegaskan pihaknya mengirim tujuh perwakilan untuk mengikuti proses mediasi di Surabaya dengan membawa tiga tuntutan utama, mulai dari pembatalan PHK hingga dugaan praktik pemberangusan serikat pekerja.
Baca juga: Industri Otomotif Jatim Dihantui PHK Massal, DPRD Minta Satgas Antisipasi Segera Dibentuk
"Kami berharap mediasi ini menghasilkan keputusan yang berpihak pada keadilan bagi para pekerja," ucap Hadi saat dikonfirmasi terpisah oleh SURYA.CO.ID Selasa (30/6/2026).
Ia juga menyoroti ketidakjelasan perwakilan perusahaan dalam forum tersebut.
"Kami belum tahu siapa yang mewakili pihak perusahaan," katanya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jombang, Isawan Nanang Risdiyanto, menjelaskan pelimpahan kasus ke provinsi merupakan bagian dari mekanisme penyelesaian hubungan industrial yang melibatkan tim deteksi dini serta pengawasan ketenagakerjaan lintas wilayah.
Sementara itu, Pemkab Jombang sebelumnya telah menerima aspirasi buruh yang menolak PHK maupun sistem outsourcing dan mendorong penyelesaian sesuai jalur hukum yang berlaku.
""Kami sudah membahas berbagai tuntutan yang disampaikan. Dinas Tenaga Kerja akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, dan Tim Deteksi Dini juga akan bergerak untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan," ujar orang nomor 2 di Jombang yang akrab disapa Gus Salman ini pada Selasa (23/6/2026).
Baca juga: Rencana PHK Massal Pabrik Plywood Jombang, Sebut Tertekan Penurunan Permintaan Ekspor
Di sisi lain, manajemen perusahaan menegaskan bahwa keputusan efisiensi tidak dapat dihindari akibat tekanan bisnis global.
"PHK merupakan keputusan yang berat. Karyawan kehilangan sumber penghasilan, sementara perusahaan juga harus menyiapkan kompensasi dalam jumlah besar," ucap HR Manager PT SGS Jombang, Taufik Rizal Sutisna, dalam rapat dengar pendapat di DPRD Jombang.
Perusahaan menyebut penurunan permintaan ekspor dan kerugian usaha menjadi alasan utama pengurangan tenaga kerja yang berdampak pada sekitar seribu karyawan.