SURYA.co.id, SURABAYA – Meningkatnya penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) mendorong perlunya inovasi di sektor transportasi laut, khususnya terkait aspek keselamatan kapal pengangkut kendaraan.
Menjawab tantangan tersebut, Guru Besar Departemen Teknik Sistem Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof Dr Eng Ir Trika Pitana ST MSc IPU, mengembangkan riset mengenai desain keselamatan operasional kapal yang mengangkut kendaraan listrik.
Riset tersebut dilatarbelakangi meningkatnya kasus kebakaran pada kapal pengangkut kendaraan di sejumlah perairan internasional yang dipicu baterai kendaraan listrik.
Baca juga: Blue Bird Jalankan Armada Kendaraan Listrik di Surabaya Perkuat Layanan Multimoda
Menurut Trika, karakteristik kebakaran pada EV berbeda dengan kendaraan berbahan bakar konvensional sehingga membutuhkan sistem penanganan yang lebih spesifik.
"Kapal Roll-On Roll-Off (RORO) yang saat ini digunakan untuk mengangkut kendaraan belum didesain secara khusus untuk menangani risiko kebakaran dari kendaraan listrik. Salah satu ancaman terbesar adalah thermal runaway yang dapat dipicu oleh overcharging, overheating, maupun kerusakan fisik pada baterai," ujarnya kepada SURYA.co.id, Selasa (30/6/2026).
Ia menjelaskan, thermal runaway dapat memicu thermal propagation, yaitu reaksi berantai yang menyebabkan suhu baterai terus meningkat hingga memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.
Kondisi tersebut berpotensi merusak baterai sekaligus membakar kendaraan lain yang berada di sekitarnya.
Untuk mengurangi risiko tersebut, Trika tengah mengembangkan konsep confined space, yakni ruang khusus di dalam kapal yang diperuntukkan bagi kendaraan listrik.
Ruang tersebut dirancang terintegrasi dengan sistem pemadam kebakaran sehingga mampu membatasi penyebaran asap sekaligus menurunkan suhu saat proses pemadaman berlangsung.
"Saat ini saya sedang meneliti desain confined space pada kapal yang ditujukan untuk membawa EV," katanya.
Menurut Trika, penyemprotan air secara berkelanjutan di ruang khusus tersebut dapat membantu menurunkan temperatur dan laju panas yang dilepaskan baterai sehingga risiko kebakaran besar dapat diminimalkan.
Direktur Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) ITS itu juga menilai pemerintah perlu segera menyiapkan regulasi yang mengatur standar keselamatan kapal pengangkut kendaraan listrik.
Hal itu penting mengingat penggunaan EV terus meningkat, sementara Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut.
"Mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan, pemerintah wajib memprioritaskan keselamatan di bidang maritim," tegasnya.
Selain mendorong lahirnya regulasi baru, Trika juga mengajak pemerintah, pelaku industri, dan kalangan akademisi memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan inovasi keselamatan maritim.
Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung terciptanya sistem transportasi laut yang lebih aman, andal, dan berkelanjutan seiring berkembangnya era kendaraan listrik.