Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - SMK Negeri 1 Pangandaran menegaskan tidak membahas maupun memungut biaya pendidikan kepada peserta didik baru.
Sekolah yang ditetapkan sebagai satu sekolah program Maung tersebut menerima sebanyak 448 peserta didik baru pada tahun ajaran ini.
Kepala SMK Negeri 1 Pangandaran, Oo Kosidin, menyampaikan, pihak sekolah sempat mengundang orang tua siswa dalam sebuah pertemuan beberapa waktu lalu.
Namun, agenda tersebut bukan untuk membicarakan biaya pendidikan ataupun pungutan untuk bersekolah.
"Kami sekitar seminggu lalu mengundang orang tua untuk rapat. Tapi rapat itu sama sekali tidak membahas biaya personal maupun biaya sekolah, karena memang tidak ada pembahasan terkait pungutan," ujar Oo dihubungi Tribun melalui WhatsApp, Selasa (30/6/2026) siang.
Baca juga: Nelayan Hilang yang Perahunya Terdampar Semalam di Pangandaran Ditemukan Meninggal, Ini Lokasinya
Menurutnya, pertemuan tersebut difokuskan untuk menyampaikan penguatan motivasi kepada orang tua agar mendukung anak-anaknya selama menempuh pendidikan.
Selain itu, juga memberikan penjelasan mengenai pola pembelajaran dan program sekolah selama tiga tahun ke depan.
Pihak sekolah pun menjelaskan berbagai agenda pendidikan, termasuk pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan kegiatan pembelajaran lain yang akan dijalankan peserta didik.
Terkait kebutuhan seragam sekolah, Oo menegaskan hal itu merupakan kebutuhan pribadi masing-masing siswa dan keluarga.
"Untuk seragam dan kebutuhan lainnya dipersilakan orang tua membuat sendiri atau membeli di sekitar sekolah yang menyediakan. Sekolah tidak ikut campur. Yang terpenting model dan ketentuannya sesuai aturan sekolah," katanya.
Selain seragam, sekolah pun menyampaikan aturan kedisiplinan seperti tata rambut siswa, ketentuan berpakaian bagi siswi, serta aturan selama proses pembelajaran berlangsung.
Seluruh kebijakan itu sejalan dengan arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui program Sekolah Maung yang menekankan tidak adanya pungutan kepada peserta didik.
"Intinya kami tidak menyinggung masalah biaya karena sesuai arahan pak Gubernur bahwa tidak ada pungutan apa pun yang berkaitan dengan Sekolah Maung, baik untuk pembelajaran maupun hal lainnya," ucap Oo.
Selain pembiayaan pendidikan yang tidak dibebankan kepada orang tua, terdapat pula dukungan non-APBD berupa program stimulasi dan bantuan dari sejumlah perusahaan.
"Jadi, malah nanti ada penambahan dari pemerintah non-APBD seperti dari perusahaan - perusahaan," ujarnya.(*)