Pendaftar Melebihi Kuota, SMPN 1 Sambas Tetapkan 8 Calon Murid sebagai Cadangan
Maudy Asri Gita Utami June 30, 2026 07:32 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 1 Sambas resmi memasuki tahap daftar ulang. 

Sebanyak 224 calon peserta didik baru dinyatakan diterima sesuai daya tampung sekolah, sementara delapan peserta lainnya ditempatkan dalam daftar cadangan apabila terdapat calon siswa yang mengundurkan diri.

Proses daftar ulang dimulai pada 30 Juni hingga 2 Juli 2026. Seluruh peserta yang dinyatakan lolos diwajibkan melakukan registrasi ulang sesuai jadwal yang telah ditentukan. 

Panitia menegaskan bahwa calon siswa yang tidak melakukan daftar ulang hingga batas waktu yang ditetapkan akan dianggap mengundurkan diri dan posisinya dapat digantikan oleh peserta cadangan berdasarkan urutan peringkat.

Ketua Panitia SPMB SMP Negeri 1 Sambas, Zulfiansyah, menjelaskan bahwa jumlah pendaftar yang diterima melalui proses seleksi mencapai 232 orang. 

Namun, karena kapasitas sekolah hanya mampu menampung 224 siswa, delapan peserta harus ditempatkan sebagai cadangan.

• Dari Sanggar Tari ke Istana Negara, Perjalanan Celine Olivia Theo Lolos Paskibraka Nasional 2026

"Hari ini kami mulai membuka proses daftar ulang bagi peserta yang telah dinyatakan diterima. Kemarin jumlah peserta yang lolos seleksi sebanyak 232 orang, sedangkan kapasitas sekolah hanya 224 siswa," ujarnya, Selasa 30 Juni 2026. 

Menurut Zulfiansyah, status cadangan tidak otomatis menjamin peserta dapat diterima. Kesempatan tersebut baru terbuka apabila terdapat peserta yang tidak melakukan daftar ulang atau mengundurkan diri.

"Kalau nanti ada yang tidak daftar ulang, maka dianggap mengundurkan diri dan peserta cadangan akan naik sesuai urutan. Tetapi kalau seluruh peserta melakukan daftar ulang, maka peserta cadangan akan kami arahkan ke sekolah lain yang masih memiliki kuota," jelasnya.

Beberapa sekolah yang masih dapat menjadi alternatif bagi peserta cadangan antara lain SMP Negeri 3 Sambas dan SMP Negeri 8 Sambas.

Daftar Ulang hingga Persiapan MPLS

Selain menyerahkan formulir daftar ulang, calon peserta didik juga menerima informasi mengenai tahapan selanjutnya, termasuk jadwal pembagian kelas dan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Zulfiansyah mengatakan pembagian kelas dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 10 Juli 2026, sedangkan kegiatan belajar mengajar akan dimulai pada Senin, 13 Juli 2026.

"Hari ini siswa menyerahkan formulir daftar ulang. Selanjutnya mereka akan menerima informasi mengenai pembagian kelas. Pembagian kelas dijadwalkan pada 10 Juli, sedangkan pada 13 Juli siswa sudah mulai masuk sesuai kelas yang telah ditentukan," katanya.

Empat Jalur Penerimaan SPMB

Pada pelaksanaan SPMB tahun ini, SMP Negeri 1 Sambas membuka penerimaan melalui empat jalur, yaitu jalur domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi.

Dari seluruh jalur tersebut, jalur domisili menjadi penyumbang jumlah peserta terbanyak.

Rinciannya sebagai berikut:

Jalur domisili: 112 siswa.
Jalur afirmasi: 54 siswa.
Jalur prestasi: 51 siswa.
Jalur mutasi: 7 siswa.

"Yang paling banyak berasal dari jalur domisili dengan total 112 peserta," ujar Zulfiansyah.

• Cara Membedakan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Asli dan Palsu, Kenali 4 Ciri Resminya

Zona Sekolah dan Wilayah Domisili

Ia menjelaskan bahwa jalur domisili di SMP Negeri 1 Sambas terbagi menjadi dua kategori, yakni berdasarkan wilayah sekolah asal dan domisili tempat tinggal.

Untuk kategori zona sekolah, terdapat 10 sekolah dasar yang menjadi wilayah prioritas penerimaan, yaitu:

SD Negeri 1 Mentawa.
SD Negeri 2 Dalam Kaum.
SD Negeri 4 Nagur.
SD Negeri 18 Sadayan.
SD Negeri 19 Sebambang.
SD Negeri 21 Tumuk.
SD Negeri 29 Suka Ramai.
MIS Atakwa.
SD 1 Sultaniah.
SDS Albunayah.

Sementara itu, zona berdasarkan domisili mencakup lima desa, yaitu:

Desa Tanjung Mekar.
Desa Dalam Kaum.
Desa Jagur.
Desa Tumuk Manggis.
Desa Sebayan.
Proses Berjalan Lancar

Secara keseluruhan, pelaksanaan SPMB di SMP Negeri 1 Sambas berlangsung tanpa kendala berarti. 

Panitia hanya menghadapi kondisi jumlah pendaftar yang sedikit melebihi kapasitas sekolah sehingga harus menetapkan peserta cadangan berdasarkan hasil pemeringkatan.

"Alhamdulillah prosesnya berjalan lancar. Kendalanya hanya karena jumlah pendaftar melebihi daya tampung sekolah. Karena itu kami menetapkan delapan peserta sebagai cadangan berdasarkan peringkat. Jika ada peserta yang tidak melakukan daftar ulang, maka peserta cadangan akan menggantikan sesuai urutannya," tutup Zulfiansyah. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.