Sosok Ayah Cabuli Anak Kandung di Sukoharjo, Diduga Punya Banyak Korban Lewat Modus Praktik Dukun
Vincentius Jyestha Candraditya June 30, 2026 07:32 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Kasus dugaan kekerasan seksual yang dilakukan FA (51) terhadap anak kandungnya di Kabupaten Sukoharjo terus berkembang.

Di balik perkara tersebut, tersangka ternyata diduga telah lama dikenal sebagai dukun yang membuka praktik pengobatan spiritual.

Kuasa hukum korban menyebut modus yang digunakan pelaku diduga memiliki pola serupa terhadap sejumlah korban lain.

Baca juga: Kasus Ayah Cabuli Anak Kandung di Sukoharjo Merembet, Dua Perempuan Tiba-tiba Akui Jadi Korban Baru

Kuasa hukum korban, I Made Ridho Ramadhan, mengatakan dugaan tersebut diperoleh dari keterangan sejumlah korban yang telah memberikan informasi kepadanya.

Jalankan Praktik Spiritual Sejak Lama

Menurut Ridho, praktik spiritual yang dijalankan FA diduga menjadi sarana untuk membangun kepercayaan masyarakat.

Pelaku disebut menawarkan berbagai layanan yang diklaim berkaitan dengan kemampuan supranatural, mulai dari pengobatan spiritual, ritual perlindungan diri, hingga jasa investasi dan tabungan.

"Pelaku menggunakan teknik-teknik yang diklaim bernuansa mistis, seperti menarik pusaka dan ritual memagari diri. Dari cerita ibu korban maupun keterangan korban lain, praktik sebagai dukun itu sudah berlangsung cukup lama," kata Ridho, Selasa (30/6/2026).

Baca juga: Miris! Ayah Setubuhi Anak Kandung di Sukoharjo, Manfaatkan Momen sang Istri Tertidur saat Beraksi

Ridho menjelaskan, sebagian korban merupakan perempuan muda yang datang untuk mencari bantuan atas persoalan psikologis melalui terapi spiritual yang ditawarkan pelaku.

Namun, berdasarkan keterangan dua korban yang telah berkonsultasi dengannya, pola yang dilakukan FA disebut memiliki kesamaan.

Terapi Berujung Kekerasan Seksual

Setelah korban menaruh kepercayaan kepada pelaku, proses yang disebut sebagai terapi diduga berujung pada tindakan kekerasan seksual.

"Dari dua korban yang datang ke kantor kami, metodenya sama. Awalnya korban datang untuk terapi, tetapi pada akhirnya mengarah pada dugaan kekerasan seksual," ujarnya.

Selain itu, pelaku juga diduga memanfaatkan rasa takut korban dengan menyampaikan ancaman bahwa mereka maupun keluarganya akan mengalami kesialan apabila tidak mengikuti seluruh rangkaian ritual yang diarahkan.

Baca juga: Sukoharjo Penuh dengan Kenangan Pahit, Anak yang Disetubuhi Ayah Kandung Pilih Tinggalkan Pulau Jawa

"Korban diancam bahwa jika tidak dibersihkan atau dipagari, maka kesialan akan menghantui dirinya, pasangan, maupun keluarganya. Ancaman seperti itu diduga menjadi alat untuk mengendalikan korban," jelasnya.

Atraksi untuk Buat Korban Percaya

Ridho juga mengungkapkan, pelaku diduga mempertontonkan berbagai atraksi yang diklaim sebagai bagian dari ritual pengobatan, seperti mengeluarkan benda-benda tertentu dari tubuh korban.

Atraksi tersebut diduga digunakan untuk memperkuat keyakinan korban bahwa pelaku memiliki kemampuan supranatural sehingga mereka mengikuti seluruh arahan yang diberikan.

Munculnya dua korban baru membuat Ridho menduga kasus tersebut berpotensi menjadi fenomena "gunung es". Ia pun mengimbau masyarakat yang merasa pernah mengalami perlakuan serupa agar berani melapor kepada kepolisian.

Sementara itu, Polres Sukoharjo masih terus mendalami perkara yang menjerat FA dan membuka peluang pengembangan penyelidikan apabila terdapat laporan dari korban lainnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.