Laporan Wartawan TribunJatim.com, Imam Nawawi
TRIBUNJATIM.COM,LUMAJANG - Aksi pencurian becak terjadi di Desa Banjarwaru Kecamatan Lumajang, Jawa Timur. Peristiwa tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.
Dalam rekaman CCTV terlihat seorang pria membawa karung berjalan kaki menuju rumah korban, Supeno (71) di Dusun Krajan Desa Banjarwaru.
Dalam rekaman CCTV terlihat seorang pria membawa karung berjalan kaki menuju rumah korban, Supeno (71) di Dusun Krajan Desa Banjarwaru.
Pelaku kemudian menarik becak yang terparkir di garasi rumah ke arah jalan sebelum membawanya kabur.
Supeno mengaku baru mengetahui becaknya hilang saat bangun tidur pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.
Pada pukul 02.00 WIB, dia mengungkapkan becak tersebut masih terparkir di depan rumah.
"Setelah itu saya masuk ke rumah, untuk tidur. Saat saya bangun pagi becak itu sudah tidak ada. Kira-kira pukul 05.00 an becaknya sudah tidak ada. Dan ganjelnya sudah ada di sebelah timur," ujarnya, Selasa (30/6/2026).
Baca juga: Heboh Becak Listrik Bantuan Prabowo di Lamongan Dijual di Medsos, Tertulis Belum Dipakai
Ia sempat menanyakan keberadaan becak tersebut kepada anggota keluarganya, namun tidak ada yang mengetahui. Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada Kepala Desa Banjarwaru.
"Lalu saya laporan ke pak tinggi (kepala desa)," ulasnya.
Supeno menduga becaknya bisa dicuri karena dirinya lupa mengunci kendaraan seperti biasanya, sehingga pelaku mudah untuk mengambilnya.
"Biasanya saya kunci becaknya, tapi pas kejadian saya kok lupa pas tidak kunci," kata Supeno.
Supeno mengaku terpukul atas kejadian tersebut, sebab becak itu telah digunakan puluhan tahun sejak sebelum menikah hingga sekarang punya anak.
Baca juga: Solar Langka di Lumajang, Antrean Truk Tebu Mengular, Sopir Menjerit Pembelian Dibatasi Rp300 Ribu
"Ketika hilang, ya saya tidak bisa mbecak. Nganggur, turu gitu aja tok wes," imbuhnya.
Kabarnya, becak tersebut gunakan untuk mengangkut ternak kambing milik Rohani tetangga Supeno.
Sebab hewan tersebut juga hilang bersamaan dengan kendaraan roda tiga itu.
Rohani mengaku baru tahu kalau kambing betinanya yang bunting hilang sekira pukul 06.00 WIB. Ketika hendak memberi pakan ternak di kandang.
"Bangun tidur, mau makani kambing. Kambingku sudan tidak ada. Tapi saya lihat pintu kandang kok masih terkunci lagi," ungkapnya.
Setelah menelusuri jejak kambing tersebut, Rohani kemudian melapor ke Pemerintah Desa Banjarwaru atas kasus pencurian hewan ternak.
"Terus pak tinggi bawa HP, dan saya minta agar dibukakan rekaman CCTV di depan rumah saya juga. Karena kambing saya hilang," ulasnya.
Sebelum hilang, kambing betina tersebut sempat dua kali ditawar Rp 3 juta oleh pembeli. Namun Rohani tidak melepas, karena kondisinya masih bunting.
Menanggapi hal itu, Kepala Desa Banjarwaru Samsul Arifin mengatakan kasus tersebut tidak dilaporkan polisi sementara ini. Sebab kedua korban hanya ingin becak dan kambingnya kembali.
"Makanya video CCTV itu kami share ke publik, sekiranya ada tahu informasi pelaku. Baik keluarga maupun saudaranya sekiranya bisa dimediasi secara kekeluargaan," tanggapnya.