Pengakuan Jujur Bek Jepang soal Perbedaan Kualitas dengan Brasil usai Tersingkir di Piala Dunia 2026
Wila Wildayanti June 30, 2026 06:33 PM

PAUL ELLIS/AFP
Bek Timnas Jepang, Hiroki Ito, ungkap perbedaan kualitas antara timnya dengan Brasil setelah gagal lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

BOLASPORT.COM - Bek andalan Timnas Jepang, Hiroki Ito, memberikan pengakuan jujur dan menyakitkan seusai langkah Samurai Biru dihentikan Brasil di babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Berstatus sebagai runner-up Grup F, Timnas Jepang sejatinya membuka asa saat menantang Brasil di babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Apalagi Samurai Biru dalam beberapa tahun terakhir memang tampil luar biasa saat menghadapi lawan-lawan tangguh di dunia sepak bola.

Namun, Jepang harus mengakui keunggulan Brasil seusai takluk 1-2 dalam laga di NRG Stadium, Houston, Selasa (30/6/2026) dini hari WIB.

Dalam laga ini, Jepang sebenarnya memimpin lebih dulu lewat gol yang dicetak Kaishu Sano pada menit ke-29.

Nahas, Samurai Biru terkena comeback dari Brasil lewat gol Casemiro pada menit ke-56 dan Martinelli (90+5’).

Kekalahan ini terasa menyesakkan bagi para pemain Jepang, tentu saja.

Salah satunya Hiroki Ito, yang menjadi satu-satunya pemain outfield Jepang yang mencatat menit bermain penuh di seluruh pertandingan sepanjang turnamen.

Bek Bayern Muenchen ini pun tak mampu menyembunyikan kekecewaannya.

Akan tetapi, ia tak bisa memungkiri bahwa memang ada jurang kualitas yang sangat lebar antara level permainan Jepang dengan Brasil.

“Saya merasa bahwa kenyataannya tidak semudah itu, dan kami dihadapkan pada kenyataan dengan intensitas dan kualitas yang berbeda daripada di babak grup,” ujar Hiroki Ito sebagaimana dikutip BolaSport.com dari Soccer King, Selasa (30/6/2026).

Khususnya saat memasuki babak kedua, gawang Jepang dibombardir lini serang Brasil yang dipimpin pemain-pemain kelas dunia.

Selain dua gol yang lahir, Vinicius Junior sempat memiliki peluang emas, tetapi bola masih membentur mistar gawang.

Hiroki Ito pun mengakui bahwa Samurai Biru sangat kesulitan mengimbangi permainan umpan-umpan pendek Brasil yang sangat cair di area terlarang.

Bahkan ia menilai skor 1-2 adalah hasil yang tergolong menguntungkan bagi Jepang apabila melihat dominasi total Brasil.

“Mereka mampu menghubungkan umpan-umpan di sekitar kotak penalti dengan sangat baik,” kata Ito.

“Tidak akan mengejutkan jika kami kebobolan empat atau lima gol.”

Terutama memasuki babak kedua, Brasil beralih ke gaya menyerang yang lebih sederhana dengan mengandalkan umpan silang dan semakin menekan Jepang.

Ia menyebut gol kemenangan Brasil berawal dari keterlambatan respons pemain belakang Jepang saat bek tengah lawan ikut masuk jauh ke depan untuk mengirim umpan silang.

“Meskipun ada beberapa pemain di dalam kotak penalti, akan lebih baik jika kami mampu memasukkan satu pemain lagi untuk bertahan,” ungkap Ito.

Lebih lanjut, Ito menggarisbawahi satu perbedaan besar yang membuat Jepang gagal melangkah ke babak 16 besar.

Menurutnya, Timnas Brasil memiliki kemampuan menciptakan ancaman yang konstan di kotak penalti lawan.

Pemain berusia 27 tahun tersebut mengungkapkan perbedaan terbesar yang dirasakan adalah kualitas serangan yang membuat lawan merasa tertekan setiap detik.

“Kami perlu menciptakan periode di mana kami bisa menjadi ancaman di sekitar kotak penalti, dan itulah perbedaan antara Brasil dan kami hari ini,” jelas Ito.

Kekalahan ini membuat Jepang kembali gagal melewati rintangan pertama di fase gugur.

Sebuah kutukan yang seolah terus menghantui Jepang sejak Piala Dunia edisi-edisi sebelumnya.

Saat ditanya mengenai masa depannya bersama Timnas Jepang menuju Piala Dunia selanjutnya, Ito mengaku masih terlalu sakit untuk menjawabnya.

Ia ingin mencerna dan melepaskan kekecewaan ini terlebih dahulu, baru memikirkan langkah selanjutnya.

Pasalnya, Jepang kini harus pulang dengan banyak pekerjaan rumah agar bisa bersaing dengan tim-tim elite papan atas dunia.

“Saya sama sekali tidak memikirkan masa depan. Pertama, saya ingin beristirahat sampai saya dapat sepenuhnya memproses kekecewaan ini,” tuturnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.