Antrean Solar di SPBU Sampang Mengular, Sopir Mengeluh Waktu Kerja Habis untuk Antre
Dwi Prastika June 30, 2026 05:52 PM

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Antrean panjang kendaraan terjadi dalam beberapa hari terakhir di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Sampang, Madura, terutama untuk pembelian Solar subsidi, Selasa (30/6/2026).

Pantauan di lokasi, antrean panjang terlihat di SPBU 54.692.05 Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Sampang. 

Deretan kendaraan seperti truk dan mobil operasional tampak mengular hingga ke badan jalan.

Bahkan, sejumlah sopir mengaku harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan Solar subsidi. 

Ironisnya, saat tiba di giliran pengisian, stok Solar subsidi justru sudah habis.

"Tentu kami menginginkan kondisi kembali normal seperti sebelumnya, waktu bekerja saya habis hanya untuk mengantre Solar," kata pengemudi pikap yang mengantre, Abdul Hamid, Selasa (30/6/2026).

Menanggapi kondisi tersebut, Analis Kebijakan Muda Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setkab Sampang, Abdi Barri, mengaku mengetahui kondisi di SPBU saat ini.

Namun, pihaknya menegaskan, tidak ada pengurangan kuota BBM subsidi di Kabupaten Sampang.

Baca juga: Antrean di SPBU Sumenep Mengular, Pertalite dan Biosolar Kerap Kosong, Sopir Rela Tunggu Berjam-jam

Berdasarkan informasi dari Pertamina Patra Niaga, kata dia, kuota Biosolar dan Pertalite yang diterima Sampang masih sama seperti alokasi awal tahun dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan BPH Migas.

"Kuota Solar dan Pertalite tidak ada pengurangan, masih sama seperti kuota yang kami terima di awal tahun," terangnya.

Menurutnya, antrean panjang diduga merupakan dampak dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi yang membuat sebagian konsumen beralih menggunakan BBM subsidi, khususnya Pertalite dan Biosolar.

"Banyak masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi kini beralih ke Pertalite dan Biosolar. Ini menambah beban konsumsi BBM subsidi," pungkasnya.

Baca juga: SPBU Sampang Kena Sanksi, Stok Pertalite Kosong Berhari-hari, Warga Terpaksa Beralih Pertamax

Tanggapan Pertamina Patra Niaga

Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) terus mengoptimalkan seluruh rantai pasok distribusi BBM untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

Berbagai langkah antisipatif dilakukan guna menjaga ketersediaan stok BBM di SPBU, khususnya di wilayah yang mengalami peningkatan kebutuhan.

Dalam sepekan terakhir, Pertamina mengoptimalkan penyaluran BBM dengan volume di atas rata-rata konsumsi normal harian sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan pasokan di wilayah Jawa Timur.

Penyaluran dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing SPBU agar masyarakat tetap dapat memperoleh BBM dengan mudah.

Hingga saat ini, penyaluran Pertalite telah mencapai 96,6 persen, sedangkan untuk Biosolar telah mencapai 103,3 persen dari kuota kumulatif tahun berjalan.

Baca juga: Sudah 2 Hari Warga Bangkalan Kelimpungan BBM Langka, Berangkat Pagi Masih Terjebak Antrean Panjang

Angka tersebut mencerminkan komitmen Pertamina untuk terus memastikan distribusi BBM berjalan optimal sehingga kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

Didukung jaringan infrastruktur yang terintegrasi, Pertamina mengoptimalkan operasional seluruh Fuel Terminal (FT) dan Integrated Terminal (IT) di wilayah Jawa Timur selama 24 jam.

Untuk memperkuat keandalan distribusi, Pertamina juga menerapkan skema alih suplai dengan mengoptimalkan dukungan pasokan dari Integrated Terminal Tanjungwangi, Fuel Terminal Malang, Fuel Terminal Madiun, Fuel Terminal Tuban, hingga Fuel Terminal Boyolali di Jawa Tengah.

Sinergi antarterminal ini memastikan distribusi BBM di wilayah Jawa Timur tetap berjalan lancar sehingga kebutuhan masyarakat dapat terus terpenuhi.

Sebagai bagian dari penguatan distribusi di wilayah Jawa Timur, Pertamina juga menambah kapasitas angkut operasional armada mobil tangki sebesar 608 kiloliter, sehingga total kapasitas distribusi mencapai 22.196 kiloliter per hari.

Peningkatan kapasitas ini memungkinkan pengiriman BBM ke SPBU dilakukan lebih cepat dan lebih optimal, sehingga ketersediaan energi bagi masyarakat tetap terjaga.

Pertamina juga mengoptimalkan pola pengiriman dengan memberangkatkan mobil tangki lebih awal agar pasokan BBM telah tiba di SPBU sebelum dimulainya aktivitas masyarakat pada pagi hari.

Upaya ini bertujuan menjaga ketersediaan stok sekaligus mengurangi potensi antrean pada jam-jam sibuk.

Di tingkat SPBU, Pertamina bersama pengelola SPBU melakukan pengaturan jalur masuk kendaraan agar antrean tetap tertib dan tidak mengganggu akses jalan maupun aktivitas masyarakat di sekitar lokasi SPBU.

Seluruh proses distribusi juga dipantau secara real time melalui sistem monitoring operasional.

Dengan pemantauan yang berlangsung secara berkelanjutan, Pertamina dapat segera menyesuaikan pola suplai apabila terjadi peningkatan kebutuhan di suatu wilayah sehingga penyaluran BBM tetap berlangsung cepat dan merata.

Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan, berbagai langkah tersebut merupakan wujud komitmen Pertamina dalam menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat.

"Pertamina terus mengoptimalkan seluruh infrastruktur dan sumber daya yang dimiliki agar kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi. Penyaluran kami tingkatkan di atas rata-rata kebutuhan normal, operasional Fuel Terminal dan Integrated Terminal berlangsung selama 24 jam, armada mobil tangki kami tambah, serta pola distribusi terus kami evaluasi secara berkala agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal," ujarnya.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying).

Masyarakat diminta tidak khawatir karena pasokan BBM terus disalurkan secara berkesinambungan dan dalam kondisi aman.

Masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai produk maupun layanan Pertamina dapat menghubungi Pertamina Call Center 135 yang siap melayani selama 24 jam.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.