Palangka Raya Mati Lampu Hari Ini: Daftar Jadwal, Lokasi, dan Sorotan Hukum untuk PLN di Kalteng
Nia Kurniawan June 30, 2026 06:50 PM

 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Palangka Raya kondisi terkini dan dampak pemadaman listrik massal yang melanda sejumlah wilayah strategis di Ibu Kota Kalimantan Tengah. Masyarakat yang mengeluhkan ketidakpastian jadwal dan titik lokasi pemadaman kini mulai menyuarakan kekecewaan mereka. Situasi ini pun berbuntut panjang setelah sejumlah praktisi mulai menyoroti kinerja PLN yang dinilai merugikan konsumen secara sepihak.

Pemadaman listrik bergilir itu kembali diberlakukan hari ini atau Selasa (30/6/2026). 

Baca juga: Breaking News, Warga Kalampangan Palangka Raya Digegerkan Penemuan Jenazah Mr X Tanpa Kepala

Berdasarkan pengumuman resmi pengumuman resmi PLN ULP Palangka Raya Timur pada pukul 12.00 WIB - 16.00 WIB, wilayah terdampak di antaranya:

Kampus I| UMPR

Terminal AKAP W.A GARA

JI. Mahir Mahar

JI. G Obos XXVII

JI. G Obos XXVB

JI. Yos Sudarso Ujung

Jl. Dulin Kandang

JI. Sahidar Jinu

JI. Sinar Kahayan

JI. Panenga

Jl. Pasir Panjang

JI. Sepan Raya

JI. Khatulistiwa

Jl. Siti Bakar

JI. Kapakat

JI. Petak Puti

JI. Batu Ampar

jl. Batu Alam

Jl. Basewut

JI. Nansarunai

JI. Anggrek dan sekitarnya. 

Lalu, berdasarkan pengumuman PLN ULP Palangka Raya Barat, pada pukul 13.00 WIB - 17.00 WIB di antaranya:

Sebagian Jl. Rajawali 

Jl. Betutu

Sebagian Jl. Hiu Putih Raya

Jl. Banteng

Jl. Tingang Ujung

Sebagian Jl. Simpei Karuhei

Jl. Lintas Mahir Mahar dan sekitarnya. 

Praktisi Hukum di Kalteng Parlin B Hutabarat mengatakan, warga negara memiliki hak untuk meminta keadilan dari kebijakan negara terkait pelayanan pemerintah terhadap rakyat. 

Parlin menyebut, warga juga bisa menempuh jalur hukum terhadap pemadaman listrik ini. 

"Jalur hukum yang bisa digunakan warga ialah gugatan citizen law suit," ujar Parlin, Selasa (30/6/2026). 

Menurut Parlin, pemadaman listrik di Palangka Raya dan sekitarnya merupakan bentuk kegagalan PLN Kalselteng dan wajar jika manajemen dituntut mundur. 

"Persoalan matlis ini membuktikan kegagalan PLN Kalselteng dalam tata kelola pelayanan publik. Wajar bila ada desakan agar manajer PLN itu mundur," tegasnya. 

PLN terus mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat proses pemulihan gangguan dan meminimalkan dampak kepada pelanggan. 

Pihak PLN juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi saat ini, serta mengucapkan terima kasih atas pengertian dan dukungan pelanggan.

Pengamat ekonomi dari Universitas Palangka Raya (UPR), Suherman mengatakan, dari sudut pandang ekonomi, pemadaman listrik memiliki dampak pada aktivitas UMKM maupun perekonomian masyarakat secara umum.

"Listrik saat ini merupakan faktor produksi yang sangat penting. Ketika pasokan listrik terganggu, produktivitas usaha tentu jadi ikut menurun, terutama bagi UMKM yang bergantung pada peralatan listrik seperti usaha kuliner, percetakan, bengkel, toko modern, laundry, hingga usaha berbasis teknologi digital," ujar Suherman.

Bagi pelaku UMKM, kata Suherman, pemadaman listrik berarti waktu produksi menjadi berkurang, pelayanan kepada konsumen terganggu, bahkan berpotensi menimbulkan kerugian akibat bahan baku yang rusak atau transaksi yang tertunda. 

Menurutnya, tidak semua UMKM memiliki kemampuan menyediakan genset maupun penghasil energi listrik sendiri karena biaya investasi dan operasionalnya cukup tinggi. 

Akibatnya, pendapatan harian mereka bisa menurun drastis.

"Dampaknya juga pasti dirasakan masyarakat secara luas," ucapnya. 

Suherman menyebut, aktivitas perdagangan berpotensi terganggu, karena layanan digital dan transaksi elektronik juga terganggu. 

Sementara produktivitas rumah tangga dan sektor jasa ikut menurun.

Apabila pemadaman berlangsung berulang atau dalam durasi yang lama, lanjut Suherman, kepercayaan investor terhadap kepastian berusaha juga dapat ikut terpengaruh. 

Karena, satu di antara indikator iklim investasi adalah keandalan pasokan energi.

Suherman menilai, sebagai daerah penghasil batu bara, kondisi pemadaman listrik di Kalteng menjadi ironi.

"Daerah kita ini merupakan salah satu penyumbang utama batu bara nasional yang menjadi bahan baku pembangkit listrik. Oleh karena itu, masyarakat tentu berharap ketersediaan listrik yang andal menjadi bagian dari manfaat pembangunan daerah," tegasnya.

Dirinya menyebut, keandalan energi tidak hanya berkaitan dengan pelayanan publik, tetapi juga menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi, peningkatan daya saing daerah, dan keberlangsungan aktivitas usaha.

"Ke depan saya berharap pemerintah bersama PLN perlu mempercepat penguatan sistem kelistrikan, meningkatkan keandalan jaringan, serta mengantisipasi gangguan agar kejadian serupa tidak berulang, kata Suherman. 

Ia menegaskan, ketahanan energi bukan hanya diukur dari kemampuan memproduksi listrik, tetapi juga dari kemampuan memastikan listrik tersedia secara stabil sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan tanpa hambatan.

"Jangan seperti sekarang anggaran ketahanan energi dianggarkan 402 Triliun tapi kok listrik gak terlihat tahan," kata dia.

(Tribunkalteng.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.