PTAM Berkah Banua Beralih ke Embung, Kekeruhan Air Sungai Tabanio Tanahlaut Naik Ekstrem
Ratino Taufik June 30, 2026 07:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI – PT Air Minum (PTAM) Berkah Banua Kabupaten Tanah Laut mengambil langkah cepat memanfaatkan embung di kawasan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bajuin sebagai sumber air baku untuk mempercepat pemulihan distribusi air bersih yang sempat terganggu sejak Senin (29/6/2026).

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PTAM Berkah Banua H Akhmad Hairin mengatakan keputusan tersebut diambil setelah kualitas air Sungai Tabanio yang selama ini menjadi sumber utama produksi mengalami penurunan drastis akibat musim kemarau.

Meningkatnya suhu udara menyebabkan debit sungai menyusut, sementara tingkat kekeruhan air melonjak tajam. Jika dalam kondisi normal tingkat kekeruhan berkisar 300 NTU, beberapa hari terakhir angkanya berada pada ksaran 1.900 NTY. Bahkan hasil pengukuran pada Selasa (30/6/2026), angkanya mencapai 1.937 NTU.

"Kondisi itu membuat proses pengolahan air menjadi jauh lebih berat. Waktu produksi lebih lama, kebutuhan bahan penjernih meningkat, begitu juga energi yang digunakan," ujar Hairin.

Untuk menjaga mutu air yang disalurkan kepada pelanggan, PTAM melakukan wash out atau pengurasan jaringan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bajuin. 

Pada saat bersamaan, kerusakan pompa intake turut memperlambat proses distribusi. Setelah pompa selesai diperbaiki pada Selasa pagi, produksi air kembali berjalan dan penyaluran dilakukan secara bertahap.

Hairin menjelaskan, embung yang berada di area SPAM Bajuin sebenarnya sudah lama tersedia, namun selama ini hanya dimanfaatkan pada kondisi tertentu. 

Melihat tingginya tingkat kekeruhan Sungai Tabanio, pihaknya memutuskan mengoperasikan intake yang terhubung ke embung tersebut.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kalsel Rabu 1 Juli 2026, Hujan Ringan di Tabalong dan Balangan

Luas embung sekitar tiga hektare dengan kedalaman kurang lebih dua meter. Hasil pengukuran menunjukkan tingkat kekeruhan air di embung hanya sekitar 284 NTU, jauh lebih baik dibandingkan air sungai saat ini. 

"Karena itu, kami optimistis pasokan air kepada pelanggan akan lebih stabil," tandasnya saat berada di lokasi didampingi jajarannya.

Menurut Hairin, pemanfaatan embung tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga akan dioptimalkan sebagai sumber air baku selama kondisi Sungai Tabanio belum kembali normal.

Selain mengubah sumber air baku, PTAM juga menyalakan pompa booster di kantor perusahaan untuk meningkatkan tekanan distribusi agar air lebih cepat menjangkau pelanggan yang berada di wilayah terjauh dari SPAM Bajuin.

Di sisi lain, perusahaan turut mengantisipasi potensi gangguan akibat pemadaman listrik dengan mengoperasikan genset berkapasitas 150 kVA yang mampu menopang seluruh mesin produksi di SPAM Bajuin.

SPAM tersebut memiliki kapasitas produksi total 50 liter per detik, terdiri atas instalasi lama berkapasitas 30 liter per detik dan instalasi baru berkapasitas 20 liter per detik. Pasokan airnya melayani Kota Pelaihari, Kecamatan Bajuin, serta sejumlah desa di sekitarnya.

Pemulihan distribusi mulai dirasakan pelanggan pada Selasa sekitar pukul 11.00 Wita. Di Kompleks CiP, Desa Atu-Atu, air akhirnya kembali mengalir meski saat awal mengalir, kualitasnya belum sepenuhnya jernih.

"Alhamdulillah air sudah mengalir lagi. Memang masih agak keruh, tapi kami bersyukur aktivitas di rumah sudah bisa kembali berjalan. Semoga secepatnya jernih dan tekanannya normal," ujar Ami, warga Kompleks CiP.

(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendranareswara)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.