TRIBUNMATARAMAN.COM, NGANJUK - Pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, angkat bicara atas viralnya sebuah postingan di media sosial (medsos) bekalangan ini.
Postingan itu berupa surat yang mengatasnamakan pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Bungurasih, Sidoarjo.
Sementara judul pada surat "Skema Penempatan Barang Dagangan Agrinas di Gerai Kopdes (Mencari Kejelasan dari Kesimpangsiuran)" dan bertanda tangan Ketua KDMP Bungurasih, Sukamto.
Pada surat, pengurus KDMP Bungurasih mengaku melakukan penelusuran ke sejumlah KDMP di Jawa Timur.
Baca juga: Puluhan Guru di Kediri Belajar Siaga Bencana, Dibekali Mitigasi dan Evakuasi
Salah satunya, yakni KDMP Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk.
Di surat itu juga terdapat terdapat tulisan hasil penjualan gerai diambil untuk disetor ke Agrinas melalui Babinsa.
Lalu, pengurus koperasi disebut tidak dilibatkan dalam operasional gerai.
Sekretaris KDMP Nglawak, Rizal Daffa Yudipurnama, pun menepis sejumlah informasi yang dikaitkan dengan Koperasi Desa Nglawak.
"Yang beredar di surat itu tidak pernah saya sampaikan," katanya, Selasa (30/6/2026).
Ia menjelaskan, memang Ketua KDMP Bungurasih pernah berkunjung ke KDMP Nglawak.
Tujuan kunjungannya untuk melakukan studi banding.
Menurutnya, kala itu, dia hanya menjelaskan kondisi operasional gerai sesuai pengalaman yang dialami pengurus.
"Kemudian, saya konfirmasi kepada yang bersangkutan (KDMP Bungurasih), katanya narasi itu kesimpulan dari berbagai sumber, tak hanya dari KDMP Nglawak. Kami menyayangkan jika informasi yang kami sampaikan kemudian ditafsirkan berbeda hingga menimbulkan kesan yang tidak sesuai dengan fakta," jelasnya.
Rizal mengungkapkan Babinsa tidak memiliki kewenangan dalam pengelolaan administrasi maupun keuangan koperasi.
Selama ini di Nglawak, peran Babinsa cuma sebatas mendampingi pembangunan gerai.
Juga melakukan pengawasan terhadap fasilitas yang disiapkan.
"Babinsa tidak ikut mengelola koperasi. Tidak mengurus administrasi, tidak mengelola uang hasil penjualan," ungkapnya.
Rizal juga mengoreksi informasi ihwal distribusi barang di gerai KDMP Nglawak.
Menurutnya, pasokan barang tidak berhenti setelah peresmian gerai.
Pengiriman awal barang berlangsung ketika peresmian pada 16 Mei 2026.
Lalu, distribusi kembali dilakukan pada 9 Juni dan 24 Juni 2026.
"Pasokan barang terus dilakukan. Tidak hanya saat peresmian saja," ucapnya.
Terkait pengembalian simpanan anggota, Rizal mengakui langkah tersebut memang dilakukan.
Tetapi, keputusan tersebut hasil kesepakatan pengurus bersama pendamping koperasi.
Itu dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak menimbulkan persoalan terkait pembagian sisa hasil usaha (SHU) selama pengelolaan gerai masih berada di bawah Agrinas.
Setelah nanti koperasi dikelola penuh oleh pengurus, simpanan anggota akan dihimpun kembali.
"Nilainya juga tidak besar, belum sampai Rp 1 juta," paparnya.
Rizal turut menepis anggapan produk UMKM lokal tidak mendapat ruang di gerai KDMP Nglawak.
Faktanya, berbagai produk UMKM bisa ditemui di KDMP Nglawak.
"Berbagai produk warga seperti opak gapit, bawang goreng, hingga minuman herbal telah dipasarkan dan hasil penjualannya disalurkan kepada para pelaku UMKM," ujarnya.
(Danendra Kusuma/TribunMataraman.com)