Laporan Wartawan Tribungayo.com Bustami | Bener Meriah
TribunGayo.com, REDELONG - Jembatan Aramco Alur Pungkeh di Desa Blang Rongka, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, mengalami kerusakan setelah tergerus aliran air akibat curah hujan tinggi selama beberapa hari terakhir.
Jembatan ini diresmikan pada bulan Mei 2026 lalu usai putus akibat bencana longsor dan banjir bandang yang terjadi pada akhir tahun 2025 lalu.
Namun kini akses jembatan yang dibangun oleh personel TNI kembali rusak dan melumpuhkan akses transportasi warga antar kampung di wilayah tersebut.
Sementara menyikapi kondisi tersebut, personel Koramil 03 Timang Gajah Kodim 0119 Bener Meriah bersama masyarakat setempat langsung menggelar gotong royong untuk memperbaiki struktur jembatan yang rusak pada Selasa (30/6/2026).
Danramil 03/TG, Kapten Inf Takdir Anur, menjelaskan bahwa kerusakan disebabkan oleh lonjakan debit air yang melebihi kapasitas tampung pascahujan deras.
"Kami langsung turun ke lapangan bersama warga setelah menerima laporan. Keamanan dan kelancaran akses mobilitas masyarakat merupakan prioritas utama. Perbaikan ini dikejar agar aktivitas sehari-hari warga tidak terganggu," ujar Danramil.
Dalam aksi tanggap darurat tersebut, personel TNI dan warga bergotong royong melakukan langkah perbaikan teknis dengan menambahkan satu rangkaian hole Aramco baru.
Lalu menimbun kembali bagian tanah jembatan yang tergerus air serta memperkuat struktur pondasi pada sisi jembatan yang sempat terputus.
Sementara itu, warga Desa Blang Rongka mengapresiasi respons cepat dari jajaran Koramil 03/TG bersama warga dalam penanganan fasilitas publik yang vital tersebut.
Proses perbaikan jembatan penghubung antarwilayah ini ditargetkan rampung dalam waktu dekat, sehingga dapat kembali dilalui oleh kendaraan dan pejalan kaki dengan aman.
Kedua jembatan Aramco tersebut masing-masing di Kampung Pantan Sinaku dan Kampung Uning Mas, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah.
Infrastruktur vital ini merupakan hasil kolaborasi antara TNI dan masyarakat guna memulihkan konektivitas yang sempat lumpuh total akibat terjangan banjir bandang pada November 2025.
Peresmian jembatan ini ditandai dengan prosesi adat peusijuek atau tepung tawar sebagai simbol rasa syukur dan doa.
Hal itu agar sarana transportasi tersebut membawa keberkahan serta keselamatan bagi seluruh pengguna jalan.
Komandan Kodim 0119/BM, Letkol Inf Ahmad Fauzi, menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan langkah strategis untuk mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana.
"Jadi kita harap dengan kembalinya akses transportasi, distribusi hasil pertanian dan aktivitas perdagangan warga yang sebelumnya terhambat kini dapat berjalan lebih efektif dan efisien," ujar Dandim.(*)
Baca juga: Kodim 0119 Bener Meriah Resmikan Jembatan Aramco, Percepat Pemulihan Ekonomi Pascabencana