Kemnaker dan Sampoerna Perkuat Hubungan Industrial Pancasila di Surabaya
Cak Sur June 30, 2026 08:32 PM

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersinergi dengan PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) untuk memperkuat penerapan Hubungan Industrial Pancasila (HIP).

Kolaborasi strategis itu bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, aman, dan produktif, sekaligus meningkatkan kompetensi tenaga kerja nasional.

Sinergi tersebut diwujudkan dalam acara bertajuk "Sinergi Pilar Bangsa: Praktik Baik Hubungan Industrial Pancasila" yang digelar di Plant Rungkut 1 Sampoerna, Surabaya, Jawa Timur (Jatim) pada Selasa (30/6/2026).

Kegiatan ini dihadiri secara daring oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Prof. Yassierli, Ph.D., serta diikuti oleh sekitar 1.200 peserta baik secara luring maupun daring.

Hubungan Kerja Kemitraan Berbasis Pancasila

Dalam sambutannya, Menaker Yassierli menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja dalam membangun ekosistem hubungan industrial yang kuat dan sehat.

Menurutnya, konsep HIP menempatkan pekerja dan pengusaha sebagai mitra strategis yang saling membutuhkan, bukan sebagai pihak yang saling berhadapan.

"Acara seperti ini penting menjadi contoh bagi dunia industri tentang bagaimana sinergi antara pemerintah, industri, dan pekerja dibangun secara kuat," ujar Yassierli.

Ia juga mengapresiasi langkah nyata Sampoerna dalam memfasilitasi program peningkatan kompetensi, seperti upskilling, reskilling, dan kewirausahaan bagi para pekerja maupun pencari kerja.

Program ini dinilai sangat relevan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat pelatihan vokasi nasional yang adaptif.

Transformasi Menuju Hubungan Kerja yang Produktif

Yassierli menjelaskan bahwa Kemnaker tengah mengembangkan kerangka tingkat kematangan (maturitas) hubungan industrial. Langkah ini bertujuan mentransformasikan hubungan kerja dari sekadar kepatuhan hukum (compliance) menjadi hubungan yang kolaboratif, produktif, dan transformatif.

Pada tahap transformatif, hubungan industrial tidak lagi hanya berfokus pada kepentingan internal perusahaan, melainkan ikut berkontribusi aktif dalam membangun ekosistem industri nasional yang tangguh.

Keberpihakan pada Pekerja Perempuan di Sektor Padat Karya

Dukungan terhadap keberlangsungan industri padat karya juga disuarakan oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurnia.

Ia mengapresiasi komitmen Sampoerna dalam membuka lapangan kerja yang inklusif, khususnya bagi pekerja perempuan paruh baya.

"Tidak banyak tempat kerja yang masih memberi kesempatan kepada perempuan usia di atas 50 tahun untuk tetap bekerja. Sampoerna memberi ruang itu," ungkap Indah.

Menurutnya, keberpihakan ini sangat krusial dalam menopang perekonomian keluarga pekerja.

Konsistensi Nilai Perusahaan Selama 113 Tahun

Direktur PT HM Sampoerna Tbk., Rianto Probo Hartono, menyampaikan bahwa keberhasilan Sampoerna dalam menjaga keberlangsungan usaha selama lebih dari 113 tahun tidak lepas dari konsistensi penerapan nilai-nilai perusahaan.

Hubungan industrial yang kokoh selalu dibangun atas dasar kepercayaan, dialog, dan kolaborasi.

Guna mendukung peningkatan kualitas SDM, Sampoerna memiliki program unggulan bertajuk Sampoerna Karya Bangsa yang berfokus pada:

  • Penguatan Kewirausahaan: Membantu penciptaan lapangan kerja baru secara mandiri.
  • Pelatihan Vokasi: Meningkatkan keahlian teknis peserta agar siap kerja.
  • Pengembangan Keterampilan: Menyiapkan tenaga kerja yang adaptif dengan dinamika pasar.

Dalam acara ini, Kemnaker dan Sampoerna juga meluncurkan buku berjudul "Hubungan Industrial Pancasila Berdasarkan Falsafah Tiga Tangan".

Buku tersebut memuat berbagai dokumentasi praktik baik implementasi nilai-nilai Pancasila di lingkungan industri tanah air.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.