Pemprov Bengkulu Kebut Program Lisdes 2026, 30 Lokasi Segera Dialiri Jaringan Listrik
Rita Lismini June 30, 2026 08:54 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mendorong percepatan pemerataan akses listrik hingga ke wilayah terpencil melalui Program Pembangunan Listrik Pedesaan (Lisdes) Tahun 2026. 

Program tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemprov Bengkulu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta PT PLN (Persero).

Upaya percepatan itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Penyelesaian Kendala Pembangunan Listrik Pedesaan Provinsi Bengkulu Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Merah Putih, Lantai 2 Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (30/6/2026).

Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, dan dihadiri perwakilan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Bengkulu, pemerintah kabupaten, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), serta sejumlah instansi terkait.

Herwan Antoni mengatakan, ketersediaan listrik menjadi kebutuhan mendasar masyarakat yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan, hingga memperbaiki kualitas hidup masyarakat di pedesaan.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Bengkulu berkomitmen mempercepat pembangunan jaringan listrik agar seluruh masyarakat memperoleh akses energi yang merata.

“Pemprov Bengkulu berkomitmen terus mempercepat pembangunan listrik pedesaan agar seluruh masyarakat dapat menikmati akses energi yang merata dan berkeadilan,” ujarnya dalam rilis media center Pemprov Bengkulu, Selasa (30/6/2026).

Ia menambahkan, percepatan pembangunan jaringan listrik membutuhkan dukungan semua pihak. Berbagai kendala di lapangan, mulai dari persoalan administrasi, pembebasan lahan, hingga hambatan teknis, perlu diselesaikan secara bersama-sama agar target pembangunan dapat tercapai.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana, menjelaskan Program Lisdes 2026 akan menjangkau 30 lokasi yang dibangun dalam dua tahap. Sebanyak 25 lokasi telah berstatus clear and clean (CnC), sedangkan delapan lokasi lainnya masih menghadapi sejumlah kendala.

Ia mengungkapkan beberapa hambatan yang ditemukan di lapangan di antaranya akses jalan menuju lokasi yang masih terbatas, adanya tanaman milik warga yang berada di jalur pembangunan jaringan listrik, hingga proses perizinan karena sebagian trase jaringan melintasi kawasan hutan konservasi.

Kendala tersebut tersebar di sejumlah daerah, seperti Kabupaten Rejang Lebong, Kaur, Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan, dan Lebong. Di beberapa wilayah, masyarakat juga masih mengandalkan sumber energi alternatif karena layanan listrik belum sepenuhnya optimal.

Di sisi lain, Manager PLN UP2K Bengkulu, Yanuar, menyebut rasio desa berlistrik di Provinsi Bengkulu telah mencapai 100 persen. Sementara itu, rasio elektrifikasi hingga Desember 2025 tercatat sebesar 99,52 persen sehingga masih diperlukan penguatan jaringan untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik.

Pada pembangunan Tahap I, PLN akan membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 21,5 kilometer, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 31,4 kilometer, serta memasang 11 gardu distribusi dengan kapasitas total 550 kVA di 25 lokasi.

Selanjutnya pada Tahap II, pembangunan akan dilaksanakan di lima lokasi dengan pembangunan JTM sepanjang 5,52 kilometer, JTR sepanjang 10,63 kilometer, serta tiga gardu distribusi berkapasitas total 150 kVA.

Secara keseluruhan, Program Lisdes Tahun 2026 di Provinsi Bengkulu mencakup pembangunan JTM sepanjang 27,03 kilometer, JTR sepanjang 42,07 kilometer, serta 14 unit gardu distribusi dengan kapasitas total mencapai 700 kVA.

Melalui program tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap pemerataan akses listrik dapat mempercepat pembangunan desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi hingga ke wilayah-wilayah yang selama ini masih sulit dijangkau jaringan listrik.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.