BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Nasib tragis menimpa petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Dewi Fitriani (44).
Ia meninggal dunia setelah menjadi korban tabrak lari saat sedang menyapu jalan di kawasan Jalan Brigjen Hasan Basry, Banjarmasin, Selasa (30/6/2026) sekira pukul 05.00 Wita.
Korban diduga kuat ditabrak mobil jenis station wagon (diduga Fortuner atau Pajero) yang datang dari arah Marabahan/Kalteng menuju dalam kota Banjarmasin.
Saat kejadian, korban diketahui sedang menyapu median tengah jalan. Kronologinya yakni peristiwa maut terjadi saat hari masih gelap. Korban yang sedang menjalankan tugasnya menyapu median jalan mendadak dihantam oleh sebuah mobil SUV besar.
Bukannya berhenti untuk menolong, mobil tersebut langsung tancap gas melarikan diri masuk ke arah kota.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, Marzuki menegaskan, seluruh petugas di lapangan selalu dibekali dengan atribut dan pakaian kerja yang lengkap demi keselamatan.
"Petugas kita sudah lengkap atribut pakaian kerja. Yang menjadi persoalan, rata-rata kecelakaan terjadi karena pengendara yang tidak hati-hati," ujarnya saat dikonfirmasi.
Baca juga: Adu Banteng Truk dan Mobil di Cempaka Banjarbaru, Satu Keluarga Jadi Korban Dilarikan ke Rumah Sakit
Kepergian Dewi Fitriani menyisakan duka yang mendalam bagi keluarganya. Marzuki mengungkapkan korban diketahui merupakan tulang punggung di keluarganya setelah sang suami meninggal dunia terlebih dahulu.
Pekerjaan sebagai penyapu jalan ini pun baru diambil alih oleh korban untuk menggantikan ibunya yang sudah tua dan tidak kuat lagi bekerja.
"Anak-anak almarhumah dikenal berprestasi baru saja berangkat ke Jakarta pada Jumat lalu untuk melanjutkan kuliah melalui program beasiswa," unkapnya.
Kasus tabrak lari ini sudah ditangani oleh pihak Kepolisian. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) setempat tengah melakukan penyelidikan mendalam guna memburu pengemudi mobil yang bertanggung jawab atas kematian korban.
Pihak DLH berharap pelaku dapat segera ditemukan agar proses hukum berjalan adil.
Marzuki mengatakan, pihaknya langsung bergerak memberikan pendampingan terhadap korban, mulai dari tempat kejadian perkara (TKP) hingga proses evakuasi ke RSUD Ulin Banjarmasin.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan rasa duka cita, DLH juga telah menyerahkan tali asih dan santunan kepada pihak keluarga.
"Kami sempat menawarkan fasilitas tempat pemakaman (alkah) gratis, namun pihak keluarga memilih menggunakan pemakaman dari kerukunan keluarga sendiri," pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)