Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Jumlah Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Bengkulu pada tahun 2026 mengalami pengurangan yang cukup signifikan.
Jika pada tahun-tahun sebelumnya berjumlah 54 orang, tahun ini hanya ditetapkan sebanyak 27 orang.
Hal itu diungkapkan, Sekretaris Pengurus Provinsi Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Bengkulu, Zamron Septiawan, saat ditemui TribunBengkulu di SMAN 2 Kota Bengkulu, Selasa (30/6/2026).
Ia mengatakan pengurangan jumlah peserta tidak hanya terjadi di Bengkulu, tetapi juga dialami hampir seluruh provinsi di Indonesia.
Menurutnya, kebijakan tersebut berkaitan dengan penyesuaian atau efisiensi anggaran yang diterapkan pada tahun ini.
“Memang tahun ini jumlahnya berkurang cukup signifikan. Dari sebelumnya 54 orang menjadi 27 orang. Namun, jumlah tersebut tetap dapat membentuk satu tim pasukan pengibar maupun penurun bendera,” kata Zamron saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Selasa (30/6/2026).
Ia memastikan pengurangan personel tidak akan mengganggu jalannya upacara peringatan HUT Ke-81 RI di tingkat Provinsi Bengkulu.
Meski demikian, para anggota Paskibraka akan menjalankan tugas yang lebih berat karena seluruh personel akan bertugas saat upacara pengibaran maupun penurunan bendera.
“Kondisi kesehatan mereka harus benar-benar dijaga karena seluruh anggota akan bertugas dua kali, yakni saat pengibaran dan penurunan bendera,” ujarnya.
Untuk mendukung kondisi fisik peserta, PPI Bengkulu bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bengkulu serta tim kesehatan akan meningkatkan perhatian terhadap asupan vitamin dan pemantauan kesehatan selama masa karantina.
Zamron menjelaskan, pola latihan tahun ini juga disesuaikan agar peserta tetap bugar hingga hari pelaksanaan.
Ia mengatakan porsi latihan fisik tidak akan ditambah secara berlebihan. Latihan lebih difokuskan pada pembentukan formasi dan pemanasan untuk menjaga kelenturan otot sebelum berlatih di lapangan.
“Jam latihan tetap mengikuti jadwal yang telah ditentukan. Justru kegiatan malam kemungkinan akan dipersingkat agar waktu istirahat peserta lebih banyak,” jelasnya.
Materi pembinaan seperti wawasan kebangsaan, Pancasila, bela negara, hingga materi dari kepolisian tetap akan diberikan, tetapi durasinya disesuaikan agar tidak mengganggu waktu pemulihan peserta.
Terkait jadwal karantina, Zamron menyebut hingga kini belum ada penetapan resmi.
Namun, berdasarkan informasi sementara, para anggota Paskibraka diperkirakan mulai memasuki asrama sekitar 6 atau 7 Agustus 2026 untuk menjalani pemusatan pendidikan dan pelatihan sebelum bertugas pada upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bengkulu resmi mengumumkan 27 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Bengkulu yang akan bertugas pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.
Para calon Paskibraka tersebut merupakan pelajar terbaik hasil seleksi berjenjang yang meliputi pemeriksaan kesehatan, kemampuan fisik, wawasan kebangsaan, hingga penilaian ideologi.
Namun, pada seleksi tahun ini, Kabupaten Kepahiang dipastikan tidak memiliki satu pun perwakilan yang lolos ke tingkat provinsi. Seluruh peserta asal daerah tersebut dinyatakan belum memenuhi kriteria yang ditetapkan tim seleksi.
Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bengkulu, Mif Tarul Ilmi, mengatakan keputusan tersebut sepenuhnya merupakan hasil penilaian panitia seleksi. Pihaknya hanya menerima hasil akhir yang kemudian ditetapkan dan diumumkan kepada publik.
“Seluruhnya berdasarkan penilaian panitia. Kami hanya menerima hasil keputusan dari panitia yang selanjutnya diumumkan menjadi 27 nama calon Paskibraka Provinsi Bengkulu,” ujar Mif Tarul Ilmi, saat diwawancarai di Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (30/6/2026).
Ia menjelaskan, kuota yang semula menjadi jatah Kabupaten Kepahiang kemudian dialihkan kepada daerah lain yang memiliki peserta dengan nilai memenuhi persyaratan.
Salah satu daerah yang memperoleh tambahan kuota adalah Kabupaten Rejang Lebong.
“Ada beberapa kabupaten yang memperoleh kuota lebih. Rejang Lebong misalnya memiliki enam perwakilan karena hasil penilaian menunjukkan peserta dari daerah tersebut dinyatakan layak,” jelasnya.
Sebanyak 27 calon Paskibraka yang telah ditetapkan terdiri atas 13 peserta putra dan 14 peserta putri yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.
Mereka selanjutnya akan mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan sebelum menjalankan tugas sebagai pengibar bendera Merah Putih pada upacara kenegaraan tingkat Provinsi Bengkulu, 17 Agustus 2026.
1. Prayogi Alvian Yudhistira, SMAN 7 Bengkulu Utara
2. Bramantyo Bagusi Purwanto, SMAN 1 Kota Bengkulu
3. M Daffa Aji Pamungkas, SMAN 02 Bengkulu Utara
4. Deni Saputra, SMAN 1 Bengkulu Selatan
5. M.Naufal Al Zikri, SMAN 4 Rejang Lebong
6. Dzakki Ramadhany, SMAN 1 Rejang Lebong
7. Rizky Akhmad, MAN Insan Cendekia Bengkulu Tengah
8. Aditia Pratama, SMAN 05 Mukomuko
9. Lucky Akbar Alvarian, SMAN 2 Kaur
10. Fairuz Azzam Surbhakti, SMAN 1 Seluma
11. Amero Lintar Athoriq, SMAN 1 Bengkulu Selatan
12. Abdu Fathir, SMAN 10 Kaur (Pentagon)
13. Mawlana Al Akmal Siraj, SMAN 01 Lebong
1. Alya Mukhabita Putri Irnggri, SMAN 1 Kota Bengkulu
2. Made Kirana Rosarina Ayu Christy, SMAN 1 Bengkulu Utara
3. Laura Olifya, SMAN 1 Seluma
4. Dhini Aprilyani, SMAN 2 Bengkulu Utara
5. Rafeyfa Anugrah Umami, SMAN 1 Bengkulu Utara
6. Naura Chalysta Elysia, SMAN 1 Rejang Lebong
7. Aliffany Gustika, SMAN 1 Bengkulu Selatan
8. Raihanun Nissa, SMAN 6 Rejang Lebong
9. Khanza Azzahra Ahmad, SMAN 5 Kota Bengkulu
10. Shofyia Yasmine Humayroh, MAN Insan Cendekia Bengkulu Tengah
11. Dinda Khalisza, SMAN 3 Seluma
12. Zhifa Maiika Aura Damanik, SMAN 02 Mukomuko
13. Piola, SMAN 5 Seluma
14. Nazwa Artha Anatasya.S, SMAN 01 Lebong