SURYA.CO.ID, LUMAJANG – Seorang Siswa SMP berinisial IL di Kabupaten Lumajang tewas usai dianiaya teman sekolahnya.
Perundungan kejam di lingkungan sekolah yang merenggut nyawa IL kini menyita perhatian serius pemerintah daerah setempat.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati langsung bergerak cepat mengunjungi rumah duka keluarga korban di Desa Jatisari Kecamatan Kedungjajang, Selasa (30/6/2026).
Aparat kepolisian dari Polres Lumajang juga bertindak responsif dengan mengamankan terduga pelaku yang masih berstatus di bawah umur.
Baca juga: Tari Segoro Topeng Kaliwungu Memukau Suguhkan Drama Kolosal Arya Wiraraja di Pantai Lumajang
Kasubsi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan penganiayaan itu terjadi pada 18 Mei 2026, tempatnya di ruang kelas SMP di Kecamatan Sukodono.
Korban meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit pekan lalu, Selaspada ( 23/6/2026)
"Perkara ini ditangani Unit PPA Reskrim, dan terduga pelaku (inisial D) telah diamankan," ujarnya, Selasa (30/6/2026).
Insiden berdarah itu disinyalir kuat akibat akumulasi tindakan perundungan antarsiswa yang berujung pada kekerasan fisik fatal.
"Untuk penyebabnya masih ditangai oleh rekan rekan yang ada di PPA. Karena ini (pelaku) anak berperkara hukum yang jelas perlakuannya dibedakan dengan orang yang sudah dewasa," kata Suprapto.
Baca juga: Peluncuran Buku Fikih Disabilitas di Munas NU Kediri, Gus Ipul Ingatkan Stop Bullying
Tragedi memilukan meninggalnya seorang siswa karena perundungan di sekolah itu memicu reaksi keras dari orang nomor satu di Lumajang.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati mengatakan meski perkara ini sudah ditangani kepolisian, dia mengaku akan tetap mengawal kasus bullying ini.
Pemerintah daerah berencana melakukan evaluasi total terhadap sistem pengawasan di lembaga pendidikan swasta itu.
"Sebagai pembinaan kelembagaan akan segera dipanggil kepala sekolah. Karena ini adalah sekolah swasta mungkin juga melibatkan pihak yayasan," ucapnya.