Siswa SMP di Lumajang Tewas Diduga Akibat Bullying, Bupati Langsung Datangi Rumah Duka
Wiwit Purwanto June 30, 2026 09:32 PM

 

SURYA.CO.ID LUMAJANG – Seorang siswa SMP berinisial L di Kabupaten Lumajang meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan yang dipicu aksi bullying di lingkungan sekolah.

Kasus tersebut kini ditangani kepolisian dan mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Kabupaten Lumajang.

Peristiwa yang berujung duka itu mengguncang masyarakat karena terjadi di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi peserta didik.

Meninggalnya korban juga memicu sorotan terhadap upaya pencegahan perundungan di sekolah, sekaligus mendorong pemerintah daerah untuk memastikan penanganan kasus berjalan hingga tuntas.

Kasubsi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan, penganiayaan itu terjadi pada 18 Mei 2026 di dalam ruang kelas sebuah SMP di Kecamatan Sukodono.

Baca juga: Bullying di Surabaya Marak, William Wirakusuma Singgung Soal Adab

"Perkara ini ditangani Unit PPA Reskrim, dan terduga pelaku (inisial D) telah diamankan," ujarnya, Selasa (30/6/2026).

Menurut Suprapto, dugaan sementara peristiwa tersebut dipicu aksi bullying di lingkungan sekolah yang kemudian berujung pada penganiayaan hingga menyebabkan korban kehilangan nyawa.

"Untuk penyebabnya masih ditangai oleh rekan rekan yang ada di PPA. Karena ini (pelaku) anak berperkara hukum yang jelas perlakuannya dibedakan dengan orang yang sudah dewasa," kata Suprapto.

Bupati Lumajang Akan Kawal Penanganan Kasus

Kasus ini juga menjadi perhatian Bupati Lumajang Indah Amperawati. Ia mendatangi rumah duka di Desa Jatisari, Kecamatan Kedungjajang, untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memastikan pemerintah daerah ikut mengawal proses penanganan perkara.

Baca juga: Peluncuran Buku Fikih Disabilitas di Munas NU Kediri, Gus Ipul Ingatkan Stop Bullying

Meski penyelidikan telah ditangani kepolisian, Indah menegaskan pemerintah daerah akan melakukan pembinaan terhadap pihak sekolah agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

"Sebagai pembinaan kelembagaan akan segera dipanggil kepala sekolah. Karena ini adalah sekolah swasata mungkin juga melibatkan pihak yayasan," ucapnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.