SURYA.CO.ID - Video Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) besar-besaran di kawasan wisata religi Sunan Ampel pada malam hari.
Langkah tegas ini diambil menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait kemacetan parah akibat parkir liar serta aksi premanisme yang meresahkan peziarah.
Dalam sidak tersebut, Eri Cahyadi tak mampu membendung kekecewaannya saat melihat kendaraan terparkir hingga tiga baris di badan jalan.
Cak Eri, sapaannya, langsung menegur keras petugas Dinas Perhubungan (Dishub) dan juru parkir yang berada di lokasi.
"Kok sampai tiga ini jalannya macet kalau gini. Satu, dua, tiga loh Pak. Jalan itu gak dibuat parkir loh Pak," ujar Eri Cahyadi dengan nada tinggi kepada juru parkir liar.
Jukir liar lantas berdalih bahwa kondisi tersebut terjadi karena kepadatan malam Jumat.
Namun Eri tetap bersikeras bahwa aturan harus ditegakkan demi menjaga nama baik Surabaya.
"Aku nggak tahu malam Jumat apa nggak, tapi kalau seperti ini yang jelek itu Surabaya Pak. Masak sampean di Surabaya nggak jaga Surabaya Pak," tegasnya.
Juru parkir liar tetap tidak mau disalahkan, ia mengaku kemacetab juga karena banyak orang menyeberang jalan.
"Sebetulnya bukan daripada area parkir Pak yang bikin macet ya. Kadang-kadang yang orang penyeberangan dari sana Pak."
Eri Cahyadi lantas memanggil Kepada Dishub.
"Mana Dishubnya? Pak Trio posisi di mana? Aku di depannya Lapis Kukus Pahlawan. Tak tunggu segera ke sini. Mas Trio, ini parkirnya gimana ini? Harusnya ada markanya Pak. Mana markanya? Masak tiga jalur gini?," protes Eri Cahyadi.
Mendengar hal tersebut, Kepala Dishub ikut turun tangan menggerakkan para petugas.
"Ya maaf saya Pak," jawabnya.
Video Eri Cahyadi yang sedang murka itu tengah viral di berbagai media sosial seperti TikTok dan Instagram.
Terungkap bahwa video tersebut sebenarnya diunggah akun Instagram Ini Surabaya, pada 27 Juni 2026 atau tiga hari yang lalu.
Selain masalah parkir, Eri Cahyadi juga menyoroti adanya laporan pungutan liar sebesar Rp10.000 dan aksi oknum yang menghadang peziarah untuk meminta uang.
Cak Eri memerintahkan agar Satgas Anti Premanisme segera berkantor di kawasan Ampel dengan melibatkan unsur TNI dan Polri.
"Mulai besok lagi, pasukan harus datang lebih dulu! Semua Satgas Preman, TNI turunkan di sini, semua Marinir. Aku pengen Ampel ini bersih dari preman. Masa ada orang nyebrang dimintain uang," kata Eri.
Wali Kota yang dikenal tegas ini bahkan memberikan ancaman serius kepada bawahannya jika kondisi kawasan Ampel tidak segera membaik dalam waktu dekat.
"Pertaruhan sampean malam Sabtu besok Pak. Sabtu masih seperti ini? Tak berhentikan sampean (kamu)," ucapnya memberi ultimatum.
Sebagai solusi jangka panjang, Eri menginstruksikan seluruh kendaraan peziarah dan warga yang menginap untuk parkir di Terminal Ampel yang telah disediakan.
Untuk mempermudah akses, pemerintah kota berencana menyediakan layanan shuttle bus atau odong-odong dari terminal menuju area wisata.
Di akhir sidaknya, Cak Eri mengajak masyarakat dan peziarah untuk ikut serta dalam gerakan tertib parkir dengan beralih ke pembayaran non-tunai guna menghindari kebocoran retribusi dan pungli.
"Warga Surabaya, luar Surabaya yang masuk, tolong kalau parkir jangan pakai cash. Ada pilihan QRIS, e-Toll, sama voucher. Ayo rek dirubah Surabaya, jaga Surabaya!" pungkasnya.