SPBU Lawe Desky Aceh Tenggara Mulai Salurkan BBM B50 pada 1 Juli 2026, Stok Awal 16 Ton
Sri Widya Rahma June 30, 2026 10:54 PM

 

Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

TribunGayo.com, KUTACANE - Mulai besok, Rabu (1/7/2026), Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Lawe Desky, Kecamatan Babul Makmur, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, resmi menyediakan bahan bakar minyak (BBM) jenis Biodiesel 50 (B50).

Penyediaan BBM B50 ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan pemerintah pusat dalam meningkatkan bauran energi berbasis kelapa sawit, menghemat devisa negara, serta menjaga stabilitas harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani.

Baca juga: BBM B50 Campuran Sawit Resmi Diberlakukan Besok 1 Juli 2026, Begini Pandangan YARA Bener Meriah

Stok Awal BBM B50 Capai 16 Ribu Liter

Pengelola SPBU Lawe Desky, Ragam Bancin kepada wartawan TribunGayo.com, Asnawi Luwi pada Selasa (30/6/2026), mengatakan bahwa mulai Rabu (1/7/2026), pihaknya mulai memasarkan BBM B50 kepada masyarakat.

Menurutnya, BBM B50 merupakan campuran 50 persen biodiesel berbahan baku minyak kelapa sawit dan 50 persen bahan bakar minyak berbasis fosil.

Komposisi tersebut meningkat dibandingkan sebelumnya, yakni B40 yang terdiri atas 40 persen biodiesel dan 60 persen minyak bumi.

"Jadi, untuk BBM B50 ini kami sudah pesan mencapai 16.000 liter atau 16 ton," ujar Ragam.

Namun, pihaknya belum menerima informasi resmi mengenai harga jual BBM B50 per liter.

Penetapan harga masih menunggu keputusan dari pihak terkait hingga Selasa (30/6/2026) pukul 00.00 WIB, yang akan diberlakukan di seluruh SPBU di Aceh Tenggara.

Ragam menjelaskan, BBM B50 diperuntukkan bagi kendaraan yang sebelumnya menggunakan Bio Solar, seperti kendaraan roda empat, truk, dump truck, mobil pribadi bermesin diesel, kapal nelayan, serta berbagai kebutuhan operasional lainnya.

"Penggunaan BBM B50 ini untuk kendaraan roda empat, dump truck, mobil pribadi, kapal nelayan, dan kebutuhan lainnya seperti biasanya kenderaan yang menggunakan BBM jenis Bio Solar," ungkapnya.

Baca juga: Stok BBM Jenis Pertalite di SPBU Lawe Desky Aceh Tenggara Kembali Tersedia, Pertamax Masih Kosong

Diproyeksikan Mampu Menghemat Devisa Negara

Sementara itu, Pengamat Kebijakan Publik Aceh, Dr Nasrul Zaman menilai implementasi BBM B50 merupakan wujud nyata komitmen Indonesia dalam memperkuat kedaulatan energi nasional.

Menurutnya, kebijakan B50 diproyeksikan mampu menghemat devisa negara.

Selain itu, peningkatan penggunaan biodiesel berbahan baku kelapa sawit diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani sawit, termasuk di Aceh.

"BBM B50 ini sebagai bukti kekuatan ekonomi dalam menjaga kelestarian lingkungan yang dapat bergerak selaras menuju pembangunan.

Kebijakan ini adalah proklamasi kemandirian dalam mendorong semangat industri nasional dan untuk menjaga bumi demi generasi emas yang akan datang," pungkas Nasrul Zaman.

Harga BBM B50 Dipastikan Tetap Ikuti Bio Solar

Meski pihak SPBU Lawe Desky Aceh Tenggara masih menunggu informasi resmi mengenai harga jual BBM B50 di daerah, pemerintah memastikan harga eceran B50 tidak akan mengalami perubahan dibandingkan Bio Solar sebelumnya.

Dikutip dari Kompas.com pada Selasa (30/6/2026), Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan harga B50 tetap mengikuti mekanisme penetapan harga solar yang berlaku setiap bulan.

"Kalau harga mengikuti harga BBM yang sudah biasanya aja, enggak ada hal khusus," ucap Laode di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Ia menjelaskan, meski kandungan biodiesel dalam B50 meningkat menjadi 50 persen, harga jual kepada masyarakat tetap disesuaikan dengan kebijakan pemerintah. (*)

Baca juga: Antrean Panjang BBM di Aceh Tengah Masih Terjadi di Sejumlah SPBU

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.